APD Minim Hadapi Covid, 1 Petugas Medis di Dunia Meninggal Tiap 30 Menit
Logo BeritaSatu

APD Minim Hadapi Covid, 1 Petugas Medis di Dunia Meninggal Tiap 30 Menit

Jumat, 5 Maret 2021 | 17:15 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

London, Beritasatu.com- Amnesty International menyatakan 17.000 kasus kematian terjadi di kalangan petugas medis di dunia akibat Covid-19. Angka itu berarti seorang pekerja kesehatan meninggal setiap 30 menit. Menyebut sebagai "tragedi dan ketidakadilan", Amnesty menuding kematian akibat alat pelindung diri yang minim.

Kepada Al Jazeera, Jumat (5/3), Steve Cockburn, kepala keadilan ekonomi dan sosial di Amnesty International mengatakan, kondisi kerja yang tidak aman dan kurangnya alat pelindung diri (APD) telah menjadi beberapa masalah utama yang dihadapi oleh petugas kesehatan di seluruh dunia selama pandemi, terutama pada fase awal.

Cockburn mengatakan bahwa awal pandemi terjadi kekurangan APD di hampir setiap negara pada saat banyak sistem kesehatan "benar-benar kewalahan" dan kekurangan staf, dengan petugas kesehatan sering bekerja dalam shift panjang tanpa pengendalian infeksi yang tepat.

“Masalah di banyak negara masih tetap ada, dan di negara-negara tertentu sudah jauh lebih baik, tetapi petugas kesehatan masih sangat terpapar infeksi dan ada banyak jenis petugas kesehatan yang sering dikecualikan atau diabaikan dari perlindungan semacam ini," katanya.

Satu laporan oleh Amnesty International pada Juli 2020 menemukan kekurangan APD di hampir semua 63 negara yang disurvei. Di negara-negara ini yang manah termasuk Malaysia, Meksiko dan Amerika Serikat, petugas kebersihan, dan staf tambahan menghadapi pembalasan seperti pemecatan dan penangkapan setelah menuntut APD dan kondisi kerja yang lebih baik.

Amnesty juga menyatakan bahwa lebih dari setengah dosis vaksin Covid-19 dunia sejauh ini telah diberikan hanya di 10 negara kaya, sementara tidak ada satupun petugas kesehatan yang menerima vaksin di lebih dari 100 negara.

Kelompok hak asasi manusia meminta pemerintah untuk memasukkan semua pekerja garis depan dalam rencana distribusi vaksin mereka karena banyak negara miskin diharapkan menerima gelombang pertama mereka dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Amnesty: 17.000 Petugas Kesehatan di Dunia Meninggal Akibat Covid-19

Setidaknya 17.000 petugas kesehatan telah meninggal di seluruh dunia akibat Covid-19 selama setahun terakhir.

DUNIA | 5 Maret 2021

AS Masukkan Kementerian Myanmar ke Daftar Hitam

Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) memasukkan sejumlah kementerian Myanmar dalam daftar hitam,

DUNIA | 5 Maret 2021

Satu Mangkuk Tiongkok Dinasti Ming Bernilai Rp 7,1 Miliar

Mangkuk Tiongkok abad ke-15 yang langka ditemukan di obral halaman rumah warga Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 5 Maret 2021

Tiongkok Pasok Vaksin Covid-19 untuk Liga Arab

Tiongkok memberikan sejumlah vaksin Covid-19 Sinopharm kepada sekretariat jenderal Liga Arab di Kairo, Kamis (4/3)

DUNIA | 5 Maret 2021

Kepada Militer Myanmar, PBB Minta Hentikan Pembunuhan Pengunjuk Rasa

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuntut militer Myanmar untuk menghentikan pembunuhan pengunjuk rasa.

DUNIA | 5 Maret 2021

Selandia Baru Cabut Peringatan Tsunami

Otoritas Selandia Baru mencabut peringatan bahaya gelombang tsunami setelah tiga gempa bumi dahsyat melanda pantai setempat

DUNIA | 5 Maret 2021

PBB: 17 % Makanan Terbuang di Tingkat Konsumen

Sekitar 17% makanan yang tersedia untuk konsumen terbuang percuma di rumah, gerai ritel, dan restoran pada 2019.

DUNIA | 5 Maret 2021

Serukan Setop Kekerasan, Sekjen PDIP: Rakyat Myanmar Rindukan Demokrasi Konstitusional

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut rakyat Myanmar merindukan demokrasi konstitusional.

DUNIA | 5 Maret 2021

Ukraina Dilanda Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19

Perdana Menteri Denys Shmyhal mengatakan gelombang ketiga pandemi Covid-19 telah dimulai di Ukraina.

DUNIA | 5 Maret 2021

Inggris Riset Efektivitas Dosis Ketiga Vaksin Covid-19

Pemerintah Inggris akan mendanai apa yang diyakini sebagai studi pertama di dunia yang menilai efektivitas dosis ketiga vaksin untuk memerangi Covid-19.

DUNIA | 5 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS