Masuk ke Tiongkok, Wisatawan Akan Diminta Tes Usap Anal
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Masuk ke Tiongkok, Wisatawan Akan Diminta Tes Usap Anal

Minggu, 7 Maret 2021 | 17:59 WIB
Oleh : FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Wisatawan yang akan berkunjung ke beberapa kota di Tiongkok akan diminta untuk melakukan tes usap anal untuk Covid-19, walau ini memicu protes dari negara lain.

Beberapa dokter Tiongkok mengatakan tes dilakukan untuk menangkap pembawa virus corona yang mungkin tidak menunjukkan gejala atau yang mengembangkan gejala ringan tetapi pulih dengan cepat. Menurut mereka, virus corona dapat dideteksi dalam tinja lebih lama daripada di hidung dan tenggorokan.

"Beberapa pasien tanpa gejala atau mereka dengan gejala ringan pulih dengan cepat dari Covid-19, dan mungkin tes tenggorokan tidak akan efektif untuk orang-orang ini," kata dokter penyakit menular di Tiongkok, Li Tongzeng kepada CNN.

Menurut dia, para peneliti mengungkapkan pada beberapa orang yang terinfeksi, durasi waktu hasil nukleat positif bertahan lebih lama pada tinja dan tes usap anal mereka dibandingkan pada saluran pernapasan bagian atas.

"Oleh karena itu, menambahkan tes usap anal dapat meningkatkan tingkat deteksi positif dari yang terinfeksi," kata dia.

Beberapa warga negara Tiongkok juga diharuskan melakukan tes usap ini. Pada Januari lalu, lebih dari 1.000 siswa dan guru di sebuah distrik sekolah di Beijing dites baik itu di anal maupun hidung.

Pemberlakuan tes pada akhirnya memicu protes. Pejabat di Jepang pada pekan ini seperti dikutip dari Livescience, Minggu, mengeluh karena warga negaranya yang tiba di Tiongkok dan menjalani tes mengalami sakit psikologis yang hebat.

Keluhan juga datang dari beberapa diplomat Amerika Serikat yang diminta untuk mengikuti tes.

Di Tiongkok sendiri, tes juga menimbulkan keluhan. Wakil direktur departemen biologi patogen di Universitas Wuhan, Yang Zhanqiu, mengatakan tes hidung dan tenggorokan masih lebih efektif daripada tes anal, karena virus diketahui menyebar melalui tetesan pernapasan bukan melalui feses.

Dia mengatakan, apabila tujuan tes ini untuk mencegah orang yang terinfeksi menyebarkan virus, maka argumennya berlanjut menjadi tes hidung tenggorokan akan bekerja paling baik.

"Ada kasus tentang tes virus corona positif pada kotoran pasien, tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa itu ditularkan melalui sistem pencernaan seseorang," kata Yang.

Para ahli kesehatan di luar Tiongkok juga mempertanyakan praktik tes usap anal. Menurut mereka, ini karena mereka yang positif Covid-19 pada tes anal tetapi tidak pada tes hidung atau tenggorokan kemungkinan tidak akan menulari orang lain, menurut The New York Times.

"Apabila seseorang terkena infeksi tetapi tidak menular ke orang lain, kami tidak perlu mendeteksi orang itu," tutur profesor kesehatan masyarakat di University of Hong Kong, Benjamin Cowling kepada Times.



Sumber: Antara, CNN


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Swiss Lakukan Referendum "Larangan Burkak"

Warga Swiss hari ini, Minggu (7/3/2021) akan melakukan referendum terkait larangan menggunakan penutup muka, termasuk burkak.

DUNIA | 7 Maret 2021

Diprotes Massa, Presiden Paraguay Minta Kabinet Bubar

Presiden Paraguay Mario Abdo Benitez meminta semua menteri untuk mengundurkan diri setelah protes.

DUNIA | 7 Maret 2021

Tweet Pertama Dilelang sebagai Aset Digital, Ditawar Rp 36 M

CEO Twitter Jack Dorsey akan menjual tweet pertama di dunia sebagai aset digital yang saat ini populer dengan nama non-fungible token (NFT).

DUNIA | 7 Maret 2021

Uganda Terima Paket Pertama Vaksin Covid-19 Covax

Uganda menerima paket pertama vaksin Covid-19 dari fasilitas Covid, Jumat (5/3). Uganda akan meluncurkan vaksinasi Covid-19 nasional pada 8 Maret.

DUNIA | 7 Maret 2021

2023, Tiongkok Siap Kirim 12 Astronot ke Luar Angkasa

Tiongkok menetapkan target untuk mengirim 12 astronot ke luar angkasa pada tahun 2023.

DUNIA | 7 Maret 2021

Bangkit dari Covid-19, Ekspor Tiongkok Melesat 150%

Ekspor Tiongkok bulan Februari 2021 tumbuh 154,9%, sedangkan impor naik 17,3%. Dengan demikian, Tiongkok mencatat surplus US$ 103,25 miliar sepanjang tahun ini.

DUNIA | 7 Maret 2021

Kenya Mulai Kampanye Vaksinasi Covid-19

Kementerian Kesehatan Kenya pada Jumat (5/3) memulai kampanye vaksinasi Covid-19, para petugas kesehatan garis depan sebagai yang pertama menerima vaksin.

DUNIA | 7 Maret 2021

Soal Sengketa Airbus-Boeing, Eropa dan AS Sepakat Tangguhkan Tarif

Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) telah sepakat untuk menangguhkan tarif yang dikenakan atas sengketa Airbus-Boeing.

DUNIA | 7 Maret 2021

Paus Fransiskus Serukan Akhiri Kekerasan dan Ekstremisme

Paus Fransiskus menyerukan diakhirinya kekerasan dan ekstremisme, pada kunjungan paus pertama ke Irak

DUNIA | 7 Maret 2021

Digerebek Saat Malam, Ribuan Demonstran Myanmar Tetap Turun ke Jalan

Puluhan ribu pengunjuk rasa Myanmar turun kembali ke jalan-jalan kota Yangon setelah penggerebekan malam oleh pasukan keamanan.

DUNIA | 7 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS