Paus Fransiskus: Perdamaian Lebih Kuat daripada Perang
Logo BeritaSatu

Paus Fransiskus: Perdamaian Lebih Kuat daripada Perang

Senin, 8 Maret 2021 | 07:27 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Baghdad, Beritasatu.com- Paus Fransiskus telah mengunjungi beberapa bagian Irak utara yang dikuasai oleh kelompok milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) pada hari ketiga dalam perjalanan bersejarahnya. Pada Minggu (7/3), Bapa Suci berdoa di antara reruntuhan gereja di Mosul, bekas benteng ISIS, sebelum bertemu umat Kristen di Qaraqosh.

“Hari ini, bagaimanapun, kami menegaskan kembali keyakinan kami bahwa persaudaraan lebih tahan lama daripada pembunuhan saudara, bahwa harapan lebih kuat daripada kebencian, bahwa perdamaian lebih kuat daripada perang,” ujar Paus.

Merayakan Misa di satu stadion di Irbil, bagian penting terakhir dari kunjungannya, Paus Fransiskus mengatakan Irak akan tetap berada di hatinya. Ribuan orang menghadiri misa meskipun ada kekhawatiran penyebaran Covid-19.

Irak, yang telah mengalami lebih dari 13.500 kasus kematian dengan Covid-19 dan lebih dari 726.000 kasus infeksi, telah mencatat peningkatan tajam dalam infeksi selama sebulan terakhir.

Pemimpin Gereja Katolik berusia 84 tahun itu dan rombongannya semuanya telah divaksinasi, tetapi Irak baru menerima dosis pertama minggu lalu.

Perjalanan empat hari, yang dimulai pada hari Jumat, adalah perjalanan internasional pertama Paus sejak dimulainya pandemi lebih dari setahun yang lalu, dan kunjungan Paus yang pertama ke negara itu.

Di kota terdekat Qaraqosh, Paus bertemu orang-orang Kristen di Gereja kuno Dikandung Tanpa Noda, yang pernah dibakar oleh ISIS dan sekarang telah dipugar.

"Saya tidak bisa menggambarkan kebahagiaan saya, ini adalah peristiwa bersejarah yang tidak akan terulang," kata Yosra Mubarak, sebelum kunjungan Paus.

Wanita berusia 33 tahun ini hamil tiga bulan ketika dia meninggalkan rumahnya tujuh tahun lalu bersama suami dan putranya, dia melarikan diri dari kekerasan.

"Itu adalah perjalanan yang sangat sulit, kami melarikan diri hanya dengan pakaian yang kami kenakan. Tidak ada yang tersisa [ketika kami kembali], tetapi satu-satunya impian kami adalah untuk kembali dan inilah kami dan Paus akan datang," katanya kepada kantor berita Reuters.

Sejak tiba di Baghdad pada hari Jumat, Paus Fransiskus telah menyerukan diakhirinya kekerasan dan ekstremisme dan mengatakan bahwa komunitas Kristen Irak yang semakin berkurang harus memiliki peran yang lebih menonjol sebagai warga negara dengan hak, kebebasan dan tanggung jawab penuh.

Pada Sabtu (6/3), dalam pertemuan yang sangat simbolis dengan Ayatollah Agung Ali al-Sistani di kota suci Najaf, Paus Fransiskus menggemakan pesan tersebut. Dia mengatakan bahwa umat Kristiani harus dapat hidup dalam kedamaian dan keamanan seperti semua warga Irak lainnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kereta di Pakistan Tergelincir, 1 Orang Tewas dan 25 Terluka

Seorang wanita tewas dan lebih dari 25 orang lainnya terluka ketika kereta penumpang tergelincir di distrik Sukkur di provinsi Sindh selatan Pakistan

DUNIA | 8 Maret 2021

Selandia Baru Longgarkan Lockdown, Australia Mulai Vaksinasi Astrazeneca

TVNZ, jaringan televisi milik negara Selandia Baru, menunjukkan orang-orang mengantre di kedai kopi pada Minggu pagi.

DUNIA | 8 Maret 2021

3.700 WNI Terinfeksi Covid-19 di Luar Negeri, 172 Meninggal Dunia

WNI yang terinfeksi Covid-19 di luar negeri tersebar di sekitar 80 negara dan wilayah termasuk sejumlah kapal pesiar.

DUNIA | 7 Maret 2021

Usia 95, Mahathir Mohamad Terima Vaksin Covid-19

Mahathir mengajak sebanyak mungkin warga untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

DUNIA | 7 Maret 2021

Moderna Siap Pasok 13 Juta Dosis Vaksin ke Filipina

Saat ini program vaksinasi yang merupakan salah satu langkah melawan Covid-19 dilakukan di seluruh dunia.

DUNIA | 7 Maret 2021

Paus Fransiskus Mendarat di Kota yang Pernah Jadi Markas ISIS

Paus Fransiskus tiba di Mosul, di bagian utara Irak, pada Minggu (7/3/2021) untuk berdoa di kota yang pernah menjadi benteng ISIS.

DUNIA | 7 Maret 2021

Masuk ke Tiongkok, Wisatawan Akan Diminta Tes Usap Anal

Wisatawan yang akan berkunjung ke beberapa kota di Tiongkok akan diminta untuk melakukan tes usap anal untuk Covid-19.

DUNIA | 7 Maret 2021

Swiss Lakukan Referendum "Larangan Burkak"

Warga Swiss hari ini, Minggu (7/3/2021) akan melakukan referendum terkait larangan menggunakan penutup muka, termasuk burkak.

DUNIA | 7 Maret 2021

Diprotes Massa, Presiden Paraguay Minta Kabinet Bubar

Presiden Paraguay Mario Abdo Benitez meminta semua menteri untuk mengundurkan diri setelah protes.

DUNIA | 7 Maret 2021

Tweet Pertama Dilelang sebagai Aset Digital, Ditawar Rp 36 M

CEO Twitter Jack Dorsey akan menjual tweet pertama di dunia sebagai aset digital yang saat ini populer dengan nama non-fungible token (NFT).

DUNIA | 7 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS