Serikat Pekerja Myanmar Serukan Mogok Total
Logo BeritaSatu

Serikat Pekerja Myanmar Serukan Mogok Total

Senin, 8 Maret 2021 | 10:43 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Yangon, Beritasatu.com- Serikat pekerja utama Myanmar meminta anggotanya untuk menutup ekonomi mulai Senin (8/3) untuk mendukung kampanye melawan kudeta militer bulan lalu.

Seperti dilaporkan Reuters, aksi mogok ini akan meningkatkan tekanan pada pemerintah militer ketika pasukannya menembakkan senjata dan menduduki rumah sakit di kota utama Yangon setelah hari protes besar-besaran.

Media lokal melaporkan, para saksi melaporkan suara tembakan atau granat kejut di banyak distrik ibu kota komersial setelah malam tiba, ketika tentara mendirikan kemah di rumah sakit dan kompleks universitas. Tidak jelas apakah ada yang terluka.

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, satu organisasi nirlaba, menyatakan tentara dengan sengaja meneror penduduk di Yangon.

Unjuk kekuatan itu terjadi setelah beberapa protes nasional terbesar sejak kudeta 1 Februari. Aliansi sembilan serikat pekerja mengatakan mereka merencanakan "penutupan penuh diperpanjang" ekonomi.

"Untuk melanjutkan kegiatan ekonomi dan bisnis seperti biasa hanya akan menguntungkan militer karena mereka menekan energi rakyat Myanmar. Sekaranglah waktu untuk mengambil tindakan untuk mempertahankan demokrasi kita," kata mereka dalam pernyataan bersama.

Seorang juru bicara militer tidak menjawab panggilan untuk meminta komentar dan Reuters tidak dapat menghubungi polisi untuk memberikan komentar. Tentara menyatakan bahwa mereka menangani aksi protes secara sah.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pertengahan Maret, WHO Janji Rilis Asal Usul Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan laporan misi ke Tiongkok tentang asal-usul Covid-19 akan dirilis pada pertengahan Maret.

DUNIA | 8 Maret 2021

WHO: Pandemi Covid-19 Perburuk Ketidaksetaraan Gender di Afrika

Covid-19 memperburuk ketidaksetaraan yang terkait dengan gender di beberapa bidang utama kehidupan dan perkembangan di Afrika

DUNIA | 8 Maret 2021

Dalam 24 Jam, Brasil Catat 1.555 Kasus Kematian Akibat Covid-19

Brasil telah mencatat 1.555 kematian baru akibat Covid-19, sehingga jumlah kematian nasional menjadi 264.325 kasus.

DUNIA | 8 Maret 2021

Australia Hentikan Kerja Sama Pertahanan dengan Myanmar

Australia telah menangguhkan program kerja sama pertahanannya dengan Myanmar.

DUNIA | 8 Maret 2021

Akibat Ledakan di Guinea Ekuatorial, 15 Tewas dan 400 Luka

Serangkaian ledakan di barak militer di Guinea Ekuatorial menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai lebih dari 400 orang lainnya

DUNIA | 8 Maret 2021

Paus Fransiskus: Perdamaian Lebih Kuat daripada Perang

Paus Fransiskus telah mengunjungi beberapa bagian Irak utara yang dikuasai oleh milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

DUNIA | 8 Maret 2021

Kereta di Pakistan Tergelincir, 1 Orang Tewas dan 25 Terluka

Seorang wanita tewas dan lebih dari 25 orang lainnya terluka ketika kereta penumpang tergelincir di distrik Sukkur di provinsi Sindh selatan Pakistan

DUNIA | 8 Maret 2021

Selandia Baru Longgarkan Lockdown, Australia Mulai Vaksinasi Astrazeneca

TVNZ, jaringan televisi milik negara Selandia Baru, menunjukkan orang-orang mengantre di kedai kopi pada Minggu pagi.

DUNIA | 8 Maret 2021

3.700 WNI Terinfeksi Covid-19 di Luar Negeri, 172 Meninggal Dunia

WNI yang terinfeksi Covid-19 di luar negeri tersebar di sekitar 80 negara dan wilayah termasuk sejumlah kapal pesiar.

DUNIA | 7 Maret 2021

Usia 95, Mahathir Mohamad Terima Vaksin Covid-19

Mahathir mengajak sebanyak mungkin warga untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

DUNIA | 7 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS