Meghan Markle: Ada Rasisme di Keluarga Kerajaan Inggris
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Meghan Markle: Ada Rasisme di Keluarga Kerajaan Inggris

Senin, 8 Maret 2021 | 23:05 WIB
Oleh : Grace Eldora Sinaga / JAS

New York, Beritasatu.com - Istri Pangeran Harry, Meghan Markle, mengatakan dirinya sempat mempertimbangkan untuk bunuh diri setelah bergabung dengan keluarga Kerajaan Inggris. Ia juga mengangkat tuduhan rasisme di monarki Inggris dalam wawancara televisi yang eksplosif.

Menjelaskan kepergian dramatis pasangan itu dari kehidupan kerajaan, Meghan mengaku tidak diberi bantuan selama krisis kesehatan mentalnya dan menjadi sasaran kebohongan. Ia mengatakan ada kekhawatiran nyata tentang warna kulit janin yang saat itu akan dilahirkannya.

Meghan, yang ayahnya berkulit putih dan ibunya berkulit hitam, berbicara dalam sebuah wawancara dengan Oprah Winfrey. Pembicaraan itu segera menjadi salah satu babak paling luar biasa dalam sejarah kerajaan baru-baru ini dan siap untuk mengguncang institusi Inggris.

"Saya ... sempat hanya tidak ingin hidup lagi. Dan itu adalah pemikiran konstan yang sangat jelas dan nyata, serta menakutkan," katanya pada Winfrey, menggambarkan dampak semburan kata-kata kasar dari tabloid dan media sosial yang tidak bersahabat.

Ditanya apakah pernah memiliki pikiran untuk bunuh diri saat hamil dan mengingat bagaimana perasaannya saat itu, Meghan menjawab, "Ya. Ini sangat, sangat jelas. Saya takut, karena ini sangat nyata".

Meghan (39) juga menceritakan kekhawatiran pihak kerajaan tentang seberapa gelap warna kulit putranya. Ia mengatakan, Harry menyampaikan percakapan resminya tentang penampilan Archie, serta keamanan yang menjadi haknya, sebelum kelahirannya pada 6 Mei 2019.

Seberapa Gelap Kulitnya
"Pada bulan-bulan ketika saya hamil ... kami berbincang-bincang tentang 'dia tidak akan diberi keamanan, dia tidak akan diberi gelar' dan juga kekhawatiran dan percakapan tentang seberapa gelap warna kulitnya saat dia lahir," ujar Meghan.

"Itu disampaikan kepadaku dari Harry, itu percakapan keluarga dengannya," imbuhnya.

Setelah keputusan mengejutkan pasangan itu untuk pindah ke Amerika Utara, mantan aktris televisi itu telah digambarkan di beberapa surat kabar Inggris sebagai orang yang keras kepala, penuh perhitungan, dan manja, serta pasangan yang ceroboh dan egois karena berhenti dari kehidupan kerajaan.

Wawancara dua jam dengan ratu televisi Amerika Serikat (AS) adalah cerita kerajaan terbesar sejak ibu Harry, Putri Diana, merinci pernikahannya yang hancur dengan Pangeran Charles pada 1995.

Harry (36) mengungkapkan perpecahan mendalam di dalam keluarganya, mengatakan dirinya merasa benar-benar kecewa dengan bagaimana sikap ayahnya menangani situasi tersebut.

Tetapi dia juga mengatakan Charles, pewaris takhta, dan kakak laki-laki Harry, William, terjebak oleh konvensi monarki. "Mereka tidak bisa pergi. Dan saya memiliki belas kasihan yang besar untuk itu," katanya.

Winfrey dilaporkan menjual wawancara tersebut kepada stasiun televisi AS CBS seharga US$ 7-9 juta, dan menahan hak internasional atas rekaman, yang akan membangkitkan minat dari seluruh dunia pada monarki Inggris yang berusia berabad-abad dan masalah mereka.

Penggemar kerajaan ditawari hadiah ketika pasangan itu mengungkapkan jenis kelamin anak kedua mereka. "Dia perempuan!" Harry dan Meghan menimpali bersama.

Tetapi itu adalah momen menyenangkan yang langka dalam wawancara panjang. Pemirsa yang menonton untuk melihat apakah pasangan tersebut memiliki masalah untuk diselesaikan dengan Istana Buckingham tampaknya terkejut dengan seberapa jauh pembicaraan tersebut.

Membidik langsung pada bangsawan senior, Markle dengan tegas membantah laporan di media gosip bahwa dia membuat istri Pangeran William, Kate, menangis sebelum pernikahannya dengan Harry. Ia mengatakan kenyataannya sebaliknya.

"Semua orang di institusi tahu itu tidak benar. Hal yang sebaliknya terjadi," kata Meghan pada Winfrey. Ia menambahkan, Kate kesal tentang sesuatu, tapi mengakuinya dan meminta maaf.

"Beberapa hari sebelum pernikahan, dia kecewa karena sesuatu yang berkaitan. Ya, masalahnya benar tentang gaun gadis pembawa bunga dan itu membuat saya menangis, dan itu benar-benar melukai perasaan saya," lanjutnya.

Meghan menyebut klaim itu sebagai awal dari pembunuhan karakter nyata dan titik balik dalam hubungan dirinya dengan keluarga kerajaan.

"Saya jadi mengerti bahwa bukan hanya saya tidak dilindungi, tetapi mereka juga bersedia berbohong untuk melindungi anggota keluarga lainnya," kata dia.

Menjelang siaran Minggu (7/3), terungkap Meghan menghadapi penyelidikan atas klaim bahwa dirinya mengintimidasi staf rumah tangga kerajaan. Hal ini dipandang sebagai serangan balasan dalam pertempuran sengit untuk mendapatkan dukungan publik.

Bulan lalu, ketika perwakilan Istana Buckingham mengonfirmasi pasangan itu tidak akan kembali ke peran senior mereka, dikatakan mereka tidak akan melanjutkan tanggung jawab dan tugas yang datang dengan kehidupan pelayanan publik.

Harry mengatakan pasangan itu, yang telah mendapatkan kesepakatan menguntungkan dengan Netflix dan layanan streaming lainnya, harus mencari cara untuk menghasilkan uang. “Keluarga saya benar-benar memisahkan saya secara finansial," ungkapnya.

"Saya sedih apa yang terjadi, telah terjadi. Tetapi ... kami melakukan semua yang kami lakukan untuk membuatnya berhasil,” ujarnya saat wawancara selesai.

Setelah itu, petenis Serena Williams memuji temannya Meghan yang tidak mementingkan diri sendiri dan mengatakan di Instagram bahwa kata-katanya menggambarkan rasa sakit dan kekejaman yang dia alami.

The Sunday Times melaporkan, Ratu Elizabeth II (94) tidak akan menonton program tersebut dan mengutip anggota istana tanpa menyebutkan namanya, mengatakan situasi itu sebagai sirkus.



Sumber: AFP


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemlu Benarkan Tiongkok Dukung Indonesia sebagai Pusat Vaksin ASEAN

Hal itu juga telah diangkat dalam pembicaraan antara Menlu Tiongkok dan Menlu Republik Indonesia (RI) pada awal Januari 2021.

DUNIA | 8 Maret 2021

Etiopia Terima 2,2 Juta Vaksin Covid-19 Pertama dari Covax

Etiopia pada Minggu (7/3) menerima 2,2 juta vaksin Covid-19 pertama dari Covax.

DUNIA | 8 Maret 2021

Rakyat Selandia Baru Dijamin Dapat Vaksin Covid-19

Pemerintah telah menjamin bahwa setiap warga Selandia Baru akan memiliki akses ke vaksin Covid-19 Pfizer / BioNTech.

DUNIA | 8 Maret 2021

Aparat Myanmar Membantai Rakyat Seperti Unggas

Rakyat bahkan menggambarkan aparat Myanmar membantai mereka seperti unggas.

DUNIA | 8 Maret 2021

Vietnam Mulai Vaksinasi Covid-19

Kementerian Kesehatan Vietnam pada Senin (8/3) memulai kampanye inokulasi vaksin Covid-19.

DUNIA | 8 Maret 2021

Pangeran Harry dan Meghan: Frustrasi di Istana, Bokek di Luar Istana

Tinggal di California, Harry dan Meghan tidak akan kembali lagi menjadi anggota resmi kerajaan.

DUNIA | 8 Maret 2021

Di Negara Konflik, AS dan Sekutunya Jatuhkan 46 Bom per hari

Rata-rata 46 bom telah dijatuhkan di negara lain per hari oleh Amerika Serikat dan sekutunya sejak 2001.

DUNIA | 8 Maret 2021

Tragis, Pejabat Partai Myanmar Tewas di Tahanan Polisi

Tindakan aparat kepolisian dan militer Myanmar semakin brutal dan kejam setelah junta militer berkuasa.

DUNIA | 8 Maret 2021

Meghan: Saya Bahkan Belajar Lagu Kebangsaan Inggris dari Google

"Tidak ada kursus tentang bagaimana cara bicara, bagaimana cara duduk menyilangkan kaki dengan benar."

DUNIA | 8 Maret 2021

Referendum Swiss Dukung Pelarangan Burkak di Tempat Umum

Swiss telah memilih mendukung pelarangan penutup wajah di depan umum, termasuk burkak atau niqab yang dikenakan oleh wanita Muslim.

DUNIA | 8 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS