Senin, 7 Agustus 2023

Indonesia Dukung Peningkatan Literasi Informasi di ASEAN

Penulis: Jayanty Nada Shofa | Editor: JNS
Kamis, 11 Maret 2021 | 20:53 WIB
Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Riaz JP Saehu dalam pertemuan virtual “The 18th ASEAN Senior Official Meeting Responsible for Information (Somri) and Related Meetings
Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Riaz JP Saehu dalam pertemuan virtual “The 18th ASEAN Senior Official Meeting Responsible for Information (Somri) and Related Meetings", Rabu, 10 Maret 2021. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia mengambil peran dalam Kelompok Kerja Pelatihan Media dan Informasi (WG IMT) Periode 2021-2022 yang bertujuan untuk meningkatkan literasi informasi komunitas ASEAN

Hal ini disampaikan oleh Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Riaz JP Saehu dalam pertemuan virtual “The 18th ASEAN Senior Official Meeting Responsible for Information (Somri) and Related Meetings", Rabu (10/3/2021).

"WG IMT bertujuan untuk meningkatkan literasi informasi komunitas ASEAN melalui kerja sama dan sharing knowledge tentang penyediaan konten media yang baik untuk media mainstream maupun online, serta membuat program peningkatan literasi informasi untuk seluruh anggota/kelompok masyarakat ASEAN dan kerja sama penanganan hoax/fake news," kata Riaz, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya.

Dalam pertemuan Somri, Indonesia menerima tawaran sebagai Wakil Ketua WG IMT Periode 2021-2022.

Riaz menjelaskan, Indonesia mendukung Framework for Promoting Accessibility for All in ASEAN Digital Broadcasting. Pedoman bagi negara anggota ASEAN ini mendorong akses layanan penyiaran lewat bahasa isyarat, deskripsi audio, serta closed caption bagi seluruh kelompok masyarakat termasuk populasi rentan, seperti penyandang disabiltas dan lansia.

"Pedoman tersebut telah sejalan dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) yang mengatur layanan akses penyiaran yang mewajibkan sign language, audio description dan closed caption," jelasnya.

Indonesia, lanjutnya juga telah menyusun pedoman pemberitaan ramah disabilitas. yang mengedepankan nilai-nilai empati dalam melakukan kegiatan jurnalis, menggunakan perkataan atau istilah yang tepat, serta menghargai penyandang disabilitas sebagai warga negara yang memiliki harkat dan martabat.

"Dan mendorong agar mereka mendapatkan kesempatan berdasarkan kemampuan dan kompetensinya," tandasnya.

Indonesia juga mengusulkan penyelenggaraan ASEAN Creative Economy Business Forum dengan tema “Enhancing Digital Creative Economy: A Step Towards Regional Economic Recovery”. Menurut Riaz, kemajuan teknologi dan pandemi Covid-19 mengedepankan pentingnya transformasi digital di kalangan pelaku ekonomi kreatif.

"(Forum ini) sebagai bagian dari upaya ASEAN untuk mengatasi dampak sosial ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi dan untuk mendukung implementasi ASEAN Comprehensive Recovery Framework," kata Riaz.

Sementara itu, Koordinator Bidang Regional Pusat Kelembagaan Internasional Sekretariat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Sofi Soeria Atmadja mendorong sinergi antara negara ASEAN Plus Three untuk mewujudkan literasi informasi bagi masyarakat.

"Indonesia mengharapkan adanya sinergi antara kerja sama bilateral dengan masing-masing negara Plus Three dengan kegiatan-kegiatan yang ada dalam Work Plan on Enhancing ASEAN Plus Three on Information and Media 2018-2023," kata Sofi dalam kegiatan 6th Meeting of the ASEAN Plus Three Somri.

Indonesia, lanjutnya, menggarisbawahi dukungan berkelanjutan dari negara-negara Plus Three yang mengutamakan peningkatan kapasitas bagi negara anggota ASEAN.

"Dilengkapi dengan pelatihan atau lokakarya untuk meningkatkan kapabilitas personel informasi, khususnya dalam teknologi media baru dan media sosial. Inisiatif ini dirasakan memberikan kontribusi signifikan pada proses berbagi pengetahuan dikawasan ASEAN," jelasnya.

Dalam kegiatan The 3rd Meeting of the ASEAN Plus Japan Somri, Sofi juga menyampaikan terima kasih kepada Jepang karena telah menjadi mitra ASEAN selama bertahun-tahun khususnya dalam mempercepat literasi informasi dan konten media di kawasan.

"Indonesia juga meminta dukungan dari Jepang atas proposal usulan Indonesia tentang ASEAN Media Literacy. Lebih lanjut, Indonesia ingin berbagi informasi dan best practice secara lebih intensif melalui forum Somri + Jepang," kata Sofi.

"Indonesia berharap kerja sama Somri dan Jepang akan terus berkembang dan meningkatkan kerja sama regional untuk mewujudkan informasi literasi untuk masyarakat dan mendorong akses informasi yang dapat dipercaya," tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com

Bagikan

BERITA TERKINI

Nintendo Switch Sulit Kalahkan Penjualan PlayStation 2, Ini Alasannya

OTOTEKNO 2 menit yang lalu
1060863

Penonton Semesta Berpesta Yogyakarta Puas Nikmati Penampilan Kahitna dan Yovie and Nuno

LIFESTYLE 3 menit yang lalu
1060865

Dipinang Sandiaga Uno Masuk Tim Pemenangan Ganjar, Khofifah Tak Mau Buru-buru

BERSATU KAWAL PEMILU 22 menit yang lalu
1060864

Apple Dinilai Lambat Adopsi Teknologi AI, Ini Kata Tim Cook

OTOTEKNO 22 menit yang lalu
1060860

Raffi Ahmad Takut Adiknya Diperlakukan Kasar oleh Jeje Govinda

LIFESTYLE 52 menit yang lalu
1060862

Mahasiswa UI Dibunuh, Ketua Himpunan Sastra Rusia Tak Sangka Stafnya Tewas di Tangan Teman Kontrakannya

MEGAPOLITAN 1 jam yang lalu
1060857

BAF Lions Run 2023, Ajang Lari Amal Galang Donasi Entaskan Kelaparan

SPORT 2 jam yang lalu
1060856

Soal Maju Jadi Cawapres, Khofifah Belum Dapat Lampu Hijau dari PBNU

BERSATU KAWAL PEMILU 3 jam yang lalu
1060855

PMN Dibatalkan, Waskita Kembalikan Uang Negara Rp 3 Triliun

EKONOMI 4 jam yang lalu
1060854

Pengasuh Ponpes Kauman Puji Kepemimpinan Ganjar sebagai Gubernur Jateng

NUSANTARA 4 jam yang lalu
1060840
Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon

B-FILES


Meregang Nyawa di Pelintasan Sebidang

Opini Text

Identitas Indonesia

Identitas Indonesia

Yanto Bashri
Jokowi Apa Kehendakmu?

Jokowi Apa Kehendakmu?

Guntur Soekarno