Logo BeritaSatu

Hari Berdarah di Myanmar, 21 Demonstran Tewas

Senin, 15 Maret 2021 | 05:32 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Yangon, Beritasatu.com – Sedikitnya 21 pengunjuk rasa tewas di kota Yangon, Myanmar, pada Minggu (14/3/2021) setelah terjadi bentrokan dengan aparat keamanan, demikian diberitakan BBC.

Para demonstran yang menuntut dipulihkannya pemerintahan sipil dan demokrasi bersenjatakan pentungan dan pisau, melawan aparat yang melepas tembakan di area Hlaing Tharyar, kota Yangon.

Junta menetapkan darurat militer di area itu setelah berbagai tempat usaha Tiongkok menjadi target serangan demonstran. Para pengunjuk rasa meyakini bahwa Tiongkok memberi dukungan kepada militer Myanmar.

Negara itu sudah dilanda kerusuhan sejak militer melakukan kudeta pada 1 Februari. Junta militer masih menahan pemimpin sipil dan ketua Partai Liga Nasional Untuk Demokrasi (NLD), Aung San Suu Kyi.

Partai NLD menang pemilu dengan telak November lalu tetapi pihak militer menuduh adanya kecurangan meluas yang memicu kudeta tersebut.

Sejumlah anggota parlemen yang tersingkir menolak kepemimpinan militer dan bersembunyi hingga sekarang.

Hari Berdarah di Myanmar, 21 Demonstran Tewas

Seorang pengunjuk rasa menunjukkan selongsong peluru aparat saat bentrokan di Hlaing Tharyar, kota Yangon, Myanmar, 14 Maret 2021. (AFP)

Pemimpin demonstran Mahn Win Khaing Than meminta mereka untuk mempertahankan diri melawan militer dan berjuang melakukan revolusi.

"Ini merupakan momen tergelap bangsa kita dan momen yang sudah mendekati fajar," ujarnya.

Selain korban jiwa di Yangon, sejumlah wilayah lain juga melaporkan adanya demonstran yang tewas atau terluka. Menurut lembaga pemantau Asosiasi Bantuan bagi Narapidana Politik (AAPP), total pada hari itu terdapat 38 korban jiwa.

Bisnis Tiongkok
Darurat militer ditetapkan di Hlaing Tharyar dan Shwepyitha, Yangon, setelah Tiongkok mengatakan sejumlah pabrik di wilayah itu menjadi target serangan pengunjuk rasa.

Beijing mengatakan demonstran bersenjatakan bilah besi, kapak dan bensin telah membakar dan merusak 10 bangunan milik pengusaha Tiongkok, sebagian besar adalah pabrik tekstil dan gudang di Yangon. Sebuah hotel milik pengusaha Tiongkok juga diserang.

Di laman Facebook, Kedutaan Tiongkok di Myanmar menulis: “Pabrik-pabrik dijarah dan dihancurkan, dan banyak staf Tiongkok terluka atau terperangkap.”

Kedutaan juga mendesak Myanmar untuk "mengambil tindakan yang efektif dalam menghentikan setiap aksi kekerasan, menghukum para pelaku sesuai hukum, dan menjamin keselamatan hidup dan properti personel serta perusahaan Tiongkok di Myanmar".



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BBC

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rumor Kudeta Presiden Tiongkok Xi Jinping Hebohkan Media Sosial

Media sosial dihebohkan dengan rumor kudeta Presiden Tiongkok, Xi Jinping di Beijing. Xi Jinping telah dimasukkan ke dalam tahanan rumah

NEWS | 25 September 2022

DPR: Shadow Team Nadiem Rendahkan SDM Kemendikbudristek

Shadow team yang diungkapkan Mendikbudristek Nadiem Makarim di forum PBB adalah merendahkan SDM Kemendikbudristek.

NEWS | 24 September 2022

Polisi Amankan Terduga Pelaku Pengeroyokan Siswi SMP di Makassar

Polrestabes Makassar mengamankan empat terduga pelaku pengeroyokan siswi SMP berinisial LA (14). Keempat terduga merupakan rekan kelas korban.

NEWS | 24 September 2022

Masih Banyak Warga di Bantaran yang Buang Sampah ke Sungai

Salah satu penyebab masyarakat di Bekasi membuang sampah ke sungai karena masih rendahnya kesadaran mereka akan kebersihan.

NEWS | 24 September 2022

Puan Maharani Ungkap Tujuannya Bertemu Sejumlah Elite Parpol

Ketua DPR yang juga Ketua DPP PDIP, Puan Maharani mengungkapkan tujuannya melakukan safari politik dan bertemu sejumlah elite parpol. 

NEWS | 24 September 2022

Career Day Mudahkan Masyarakat Cari Kerja di Tengah Pemulihan Ekonomi

Career Day tidak hanya memberikan kemudahan bagi alumni Universitas Bakrie yang hendak mencari kerja, tetapi juga untuk masyarakat umum.

NEWS | 24 September 2022

Kasus dan Kematian Covid-19 Jakarta sampai 24 September 2022

Infografik tentang data kasus dan jumlah kematian Covid-19 Jakarta sampai tanggal 24 September 2022.

NEWS | 24 September 2022

Kenang Prof Samekto Wibowo, Rektor UGM: Beliau Guru Saya

Rektor UGM Yogyakarta Prof dr Ova Emilia mengenang sosok Prof Samekto Wibowo yang meninggal dunia usai terseret ombak di Pantai Pulang Sawal, Gunungkidul.

NEWS | 24 September 2022

Guru Besar UGM yang Terseret Ombak Seorang Dokter Spesialis Neurologi

Guru besar UGM yang meninggal karena terseret ombak, Samekto Wibowo, merupakan dokter spesialis neurologi.

NEWS | 24 September 2022

Jumlah Penerima Vaksin Covid-19 sampai 24 September 2022

Infografik tentang data jumlah penerima vaksin Covid-19 di Indonesia sampai dengan tanggal 24 September 2022.

NEWS | 24 September 2022


TAG POPULER

# OTT Hakim Agung


# Penipuan Jam Tangan


# Pertalite


# Curacao


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Rumor Kudeta Presiden Tiongkok Xi Jinping Hebohkan Media Sosial

Rumor Kudeta Presiden Tiongkok Xi Jinping Hebohkan Media Sosial

NEWS | 41 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings