PBB Desak Negara di Kawasan Lindungi Pengungsi Myanmar
Logo BeritaSatu

PBB Desak Negara di Kawasan Lindungi Pengungsi Myanmar

Jumat, 2 April 2021 | 10:08 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Yangon, Beritasatu.com- Kantor hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (OHCHR) dan badan pengungsi PBB (UNHCR) pada Kamis (1/4) telah meminta negara-negara tetangga Myanmar untuk memberikan penampungan dan perlindungan bagi semua pengungsi yang melarikan diri dari kekerasan dan penganiayaan.

Dalam catatan kepada pers lewat situs un.org, Gillian Triggs, Asisten Komisaris Tinggi untuk Perlindungan di UNHCR, mengatakan bahwa siapa pun yang melintasi perbatasan Myanmar untuk mencari suaka di negara lain, sangat penting bisa mengaksesnya.

“Anak-anak, wanita dan pria yang melarikan diri untuk hidup mereka harus diberi perlindungan. Mereka tidak boleh dikembalikan ke tempat yang kehidupan atau kebebasannya terancam. Prinsip non refoulement ini merupakan landasan hukum internasional dan mengikat semua negara,” ujarnya.

Situasi di seluruh Myanmar telah memburuk dengan cepat sejak kudeta militer pada 1 Februari. Menurut OHCHR, setidaknya 510 pengunjuk rasa damai telah dibunuh oleh pasukan keamanan, dan lebih dari 2.600 orang ditahan, termasuk banyak orang yang ditahan tanpa komunikasi atau dihilangkan secara paksa.

Pada Kamis (1/4), Kantor Wilayah Asia Tenggara OHCHR menyatakan penggerebekan malam hari, penangkapan massal dan pembunuhan telah menjadi kejadian sehari-hari di seluruh negeri.

"Otoritas militer de facto semakin menggunakan persenjataan berat seperti roket berpeluncur dan granat fragmentasi, senapan mesin berat, dan penembak jitu untuk membunuh demonstran dalam jumlah besar," tambahnya.

Pada Rabu (31/3), Christine Schraner Burgener, Utusan Khusus PBB untuk Myanmar, memperingatkan bahwa konsekuensi keamanan dan ekonomi dari krisis di wilayah yang lebih luas semakin memburuk. Kedatangan para pengungsi di perbatasan India dan Thailand serta di tempat lain awalnya mungkin "tidak menyenangkan dan adil".

OHCHR juga menyatakan menerima laporan bahwa beberapa orang, yang melarikan diri dari Myanmar untuk mencari keselamatan di wilayah tersebut telah dipaksa untuk kembali ke negara tersebut.

Cynthia Veliko, Perwakilan Regional Asia Tenggara dari Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia PBB menggarisbawahi bahwa “tidak ada yang harus menghadapi risiko dikembalikan ke Myanmar ketika nyawa, keselamatan atau hak asasi manusia mereka terancam”.

“Mengingat kewajiban yang mengikat di bawah hukum pengungsi internasional dan hak asasi manusia, kami menyerukan kepada semua negara untuk memastikan bahwa semua yang mencari suaka dapat mengakses perlindungan yang menjadi hak mereka di bawah hukum internasional. Sekarang saatnya bagi kita untuk bersama dalam solidaritas dengan rakyat Myanmar,” tambahnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Vaksinasi Covid-19 di Eropa Baru Capai 10% dari Populasi 900 Juta Jiwa

Hanya 10% dari total populasi 900 juta jiwa di kawasan Eropa yang telah menerima satu dosis vaksin Covid-19.

DUNIA | 2 April 2021

Setelah Dibuka Kembali, Terusan Suez Sudah Dilintasi 194 Kapal

Sejumlah 194 kapal telah melintasi Terusan Suez sejak dibuka kembali. Seperti dilaporkan Ahram Online, sejumlah 87 kapal sudah menyeberang pada Kamis (1/4).

DUNIA | 2 April 2021

Presiden Slovakia Tunjuk Eduard Heger Jadi PM

Presiden Slovakia Zuzana Caputova menunjuk Eduard Heger sebagai perdana menteri baru pada Kamis (1/4)

DUNIA | 2 April 2021

43 Anak Tewas Akibat Kekerasan Militer Myanmar

Sejumlah 43 anak tewas akibat kekerasan militer Myanmar yang berusaha meredam aksi demonstrasi antikudeta.

DUNIA | 2 April 2021

Lebih dari 1,4 Juta Rakyat Kenya Terancam Kelaparan

Lebih dari 1,4 juta warga Kenya terancam kelaparan dan berpotensi menghadapi kerawanan pangan akut.

DUNIA | 2 April 2021

WHO Kritik Eropa Lambat Soal Vaksinasi Covid-19

Baru 10 persen dari populasi di kawasan itu yang menerima suntikan satu dosis vaksin Covid-19, dan hanya empat persen yang telah divaksin secara lengkap.

DUNIA | 1 April 2021

Prabowo dan Menhan AS Bahas Rencana Latihan Militer Garuda Shield

Garuda Shield sebagai peluang untuk membangun interoperabilitas yang lebih besar antara angkatan bersenjata AS dan Indonesia.

DUNIA | 1 April 2021

Untuk Pemakaian Darurat, Brasil Beri Izin Vaksin Covid-19 Janssen

Brasil memberikan izin pakai darurat untuk vaksin Covid-19 Janssen.

DUNIA | 1 April 2021

Hingga Akhir 2022, Madinah Akan Tanam Sejuta Pohon

Pemerintah kota Madinah di Arab Saudi meluncurkan inisiatif penghijauan dengan menanam satu juta pohon pada akhir tahun 2022 di Madinah dan provinsi-provinsinya

DUNIA | 1 April 2021

Tahun 2021, Pfizer-BioNTech Siap Produksi 2,5 Miliar Dosis Vaksin Covid-19

Pfizer-BioNTech menyatakan kesiapan untuk memproduksi 2,5 miliar dosis vaksin Covid-19.

DUNIA | 1 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS