PBB Kutuk Kekerasan Berdarah di Myanmar
Logo BeritaSatu

PBB Kutuk Kekerasan Berdarah di Myanmar

Jumat, 2 April 2021 | 14:58 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New York, Beritasatu.com- Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (1/4) malam mengutuk keras penggunaan kekerasan terhadap pengunjuk rasa damai dan kematian ratusan warga sipil di Myanmar.

Seperti dilaporkan AP, DK PBB menghapus ancaman kemungkinan tindakan di masa depan terhadap militer setelah kudeta 1 Februari.

Pernyataan pers yang dirancang Inggris telah disetujui oleh semua 15 anggota dewan setelah negosiasi intens yang dimulai Rabu (31/3). Pernyataan menyebut "keprihatinan yang mendalam pada situasi yang memburuk dengan cepat" di Myanmar dan menegaskan kembali seruan dewan pada militer "untuk menahan diri sepenuhnya."

Draf asli sebenarnya jauh lebih kuat dan akan mengungkapkan "kesiapan Dewan Keamanan untuk mempertimbangkan langkah-langkah lebih lanjut", yang dapat mencakup sanksi.

DK PBB juga akan menyesalkan penggunaan kekerasan terhadap pengunjuk rasa damai dan mengutuk dalam istilah terkuat pembunuhan terhadap ratusan warga sipil oleh pasukan keamanan.

“Tetapi atas desakan Tiongkok, rujukan ke ‘langkah lebih lanjut’ dihilangkan dan bahasa yang lebih kuat, termasuk kata ‘membunuh’ dan ‘menyesalkan’, dilunakkan dalam pernyataan akhir,” kata diplomat dewan, berbicara dengan syarat anonim karena diskusi bersifat pribadi.

Referensi ke "langkah lebih lanjut" diganti dalam pernyataan akhir dengan kalimat yang mengatakan anggota dewan "menekankan bahwa mereka terus memantau situasi dengan cermat dan akan tetap aktif menangani masalah tersebut".

Pernyataan dewan terakhir juga menyerukan bahwa semua pihak untuk menahan diri dari kekerasan. Dewan menegaskan kembali perlunya untuk sepenuhnya menghormati hak asasi manusia dan untuk mengupayakan dialog dan rekonsiliasi sesuai dengan kemauan dan kepentingan rakyat Myanmar.

Sumber diplomat juga mencatat pernyataan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada 27 Maret yang menyerukan tanggapan yang tegas, bersatu dan tegas dari komunitas internasional.

Pernyataan pers tersebut menyusul pertemuan dewan tertutup Rabu di mana utusan khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, memperingatkan bahwa negara itu menghadapi kemungkinan perang saudara pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kejar Target 2 Miliar Dosis Vaksin Covid-19, Sinovac Gandakan Produksi

Lini produksi ketiga Sinovac telah digunakan untuk menggandakan kapasitas tahunan vaksin Covid-19 menjadi 2 miliar dosis.

DUNIA | 2 April 2021

Kecelakaan Kereta Taiwan Dipicu Tabrakan Truk

Diduga, kecelakaan kereta di Taiwan itu terjadi setelah kereta setelah menabrak truk yang tidak diparkir dengan benar.

DUNIA | 2 April 2021

Dengan 81.466 Kasus, India Catat Rekor Infeksi Harian Covid-19

India telah melaporkan 81.466 infeksi Covid-19 baru dalam semalam. Pada Jumat (2/4), menjadi rekor kasus harian tertinggi sejak 2 Oktober 2020.

DUNIA | 2 April 2021

Kamboja Gelar Vaksinasi dengan Vaksin Covid-19 Sinovac

Kamboja menyuntik warganya dengan vaksin Covid-19 Sinovac yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi Tiongkok Sinovac Biotech.

DUNIA | 2 April 2021

Kereta Api Keluar Jalur di Taiwan, Sedikitnya 36 Tewas

Karena keluar jalur, sejumlah gerbong menghantam dinding terowongan.

DUNIA | 2 April 2021

Sultan Brunei Dapat Dosis Pertama Vaksin Covid-19

Kepala Negara Brunei Darussalam, Sultan Haji Hassanal Bolkiah telah menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama.

DUNIA | 2 April 2021

Italia Larang Kapal Pesiar Mendekat Masuk Laguna Venesia

Pemerintah Italia akhirnya setuju untuk melarang kapal-kapal pesiar masuk ke laguna Venesia.

DUNIA | 2 April 2021

Kasus Covid-19 Melonjak, Sistem Kesehatan Papua Nugini Terancam Runtuh

Krisis virus corona baru atau Covid-19 yang melanda Papua Nugini (PNG) terus memburuk, sistem kesehatan publik terancam runtuh.

DUNIA | 2 April 2021

Untuk Kompensasi Korban Terorisme, Sudan Bayar Rp 5,13 Triliun ke AS

Sudan membayar US$ 355 juta (Rp 5,13 triliun) kepada Amerika Serikat (AS) sebagai kompensasi bagi para korban serangan terorisme.

DUNIA | 2 April 2021

Houthi Klaim Empat Serangan Drone ke Riyadh

Milisi Houthi di Yaman menyatakan telah meluncurkan serangan pesawat tak berawak ke Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

DUNIA | 2 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS