Di Myanmar, Telur Paskah Jadi Simbol Perlawanan
Logo BeritaSatu

Di Myanmar, Telur Paskah Jadi Simbol Perlawanan

Minggu, 4 April 2021 | 15:07 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Yangon, Beritasatu.com- Perlawanan terhadap junta militer lewat kudeta tak pernah surut di seluruh Myanmar. Mulai dari aksi demo di jalan, hingga penyalaan lilin tetap saja direspons keras militer dan polisi. Namun pada Minggu (4/4), para demonstran justru menuliskan rentetan pesan protes pada telur-telur Paskah.

Dalam rangkaian tayangan pembangkangan dadakan, pesan-pesan kuat termasuk "Kita harus menang", "Revolusi Musim Semi" dan "Keluar MAH" terlihat pada telur dalam foto-foto di media sosial. Pesan “MAH” mengacu pada nama pemimpin junta Min Aung Hlaing. Padahal, Paskah tidak dirayakan secara luas di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha.

Para penentang pemerintahan militer di Myanmar menuliskan pesan protes pada telur Paskah pada hari Minggu (4/4),. Sementara demonstran yang lain kembali ke jalan, berhadapan dengan pasukan keamanan setelah malam menyalakan lilin untuk ratusan orang yang terbunuh sejak kudeta 1 Februari.

Asosiasi Bantuan untuk Narapidana Politik (AAPP), satu kelompok aktivis yang memantau korban dan penangkapan sejak militer menggulingkan pemerintahan terpilih pemenang Nobel Aung San Suu Kyi, mengatakan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 557 orang, pada Sabtu (3/4) malam.

"Orang-orang di seluruh Burma terus menyerang untuk mengakhiri kediktatoran, untuk demokrasi dan hak asasi manusia," kata kelompok itu, menggunakan nama lain untuk negara Asia Tenggara itu.

Pada Minggu pagi, ratusan orang melakukan protes di kota kedua di negara itu, Mandalay, beberapa berjalan kaki, yang lain dengan sepeda motor, menurut gambar di media sosial, sebelum polisi dan tentara bergerak untuk membubarkan mereka.

Pengunjuk rasa juga berkumpul di beberapa kota lain. Tidak ada laporan kekerasan segera. Polisi dan juru bicara junta militer tidak menjawab panggilan telepon yang meminta komentar.

Terlepas dari pembunuhan, pengunjuk rasa terus berdatangan setiap hari di kota-kota besar dan kecil untuk menolak kembalinya kekuasaan militer setelah satu dekade langkah tentatif menuju demokrasi. Banyak acara penyalaan lilin berlangsung pada Sabtu malam.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mesir Gelar Parade Mumi Kerajaan

Mesir menggelar parade gala pada Sabtu (3/4) untuk merayakan pengangkutan 22 mumi kerajaan yang berharga.

DUNIA | 4 April 2021

Yunani Tetap Lanjutkan Vaksinasi Covid-19 dengan Vaksin Astrazeneca

Yunani akan terus memberikan vaksin Covid-19 buatan Astrazeneca.

DUNIA | 4 April 2021

Brunei Mulai Program Vaksinasi Nasional Covid-19

Brunei Darussalam secara resmi memulai program vaksinasi nasional Covid-19 di pusat vaksinasi di seluruh negeri

DUNIA | 4 April 2021

Jutaan Orang Habiskan Liburan Paskah dalam Karantina Wilayah

Jutaan orang di seluruh dunia berada di bawah pembatasan karantina wilayah baru akhir pekan libur Paskah ini karena infeksi Covid-19

DUNIA | 4 April 2021

Spanyol Sambut Bayi Pertama dengan Antibodi Covid-19

Bruno, seorang bayi laki-laki yang lahir minggu lalu di pulau Ibiza, Spanyol telah menjadi bayi pertama dengan antibodi Covid-19 di Spanyol.

DUNIA | 4 April 2021

Istana Yordania Memanas, Pangeran Hamzah Kena Tahanan Rumah

Pangeran Hamzah menuduh Raja Abdullah melakukan korupsi dan menyebutnya sebagai pemimpin yang tidak kompeten.

DUNIA | 4 April 2021

Militer Yordania Bantah Pangeran Hamzah Ditangkap

Ketua Kepala Staf Gabungan tentara Yordania Yousef Huneiti membantah laporan bahwa Pangeran Hamzah bin al-Hussein telah ditahan dalam rumah.

DUNIA | 4 April 2021

Sebut Menlu Tiongkok “Saudara Tua”, Menlu Malaysia Tuai Kecaman

Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein menekankan bahwa negaranya tetap independen dalam kebijakan luar negeri.

DUNIA | 4 April 2021

Belanda Hentikan Sementara Vaksinasi Covid-19 Astrazeneca

Belanda menghentikan sementara penggunaan vaksin Covid-19 buatan Astrazeneca.

DUNIA | 4 April 2021

Musim Berburu Dimulai, Nelayan Jepang Bunuh Lebih 100 Paus

Lebih 100 ekor paus telah dibunuh di perairan Jepang.

DUNIA | 4 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS