Tertekan di Dalam Negeri, Raksasa Teknologi Tiongkok Berkembang di Singapura
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tertekan di Dalam Negeri, Raksasa Teknologi Tiongkok Berkembang di Singapura

Senin, 5 April 2021 | 23:31 WIB
Oleh : Grace Eldora Sinaga / EHD

Singapura, Beritasatu.com - Raksasa teknologi Tiongkok berkembang di Singapura saat menghadapi tindakan keras di dalam negeri dan tekanan yang semakin besar di pasar utama lainnya. Namun kemungkinan mereka akan kesulitan menemukan pekerja yang terampil di negara kota tersebut.

Raksasa olahpesan dan permainan Tencent membuka hub atau pusat jaringan di sana, sementara pemilik TikTok, ByteDance, sedang melakukan perekrutan setelah mendirikan kantor pusat regional. Sedangkan raksasa e-commerce Alibaba berinvestasi di bidang properti dan perekrutan.

Perusahaan teknologi mengalihkan fokus mereka ke pasar Asia Tenggara yang berkembang pesat, karena pihak berwenang menekan regulasi dalam negeri di tengah kekhawatiran tentang kekuatan platform yang berkembang.

Regulator telah meluncurkan serangan kilat di sektor ini, menghantam beberapa perusahaan dengan denda besar, dan mengancam akan memotong perusahaan-perusahaan besar yang jangkauannya sekarang meluas ke dalam kehidupan sehari-hari penduduk biasa Tiongkok.

Sementara itu, ketegangan yang membara antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok setelah serangan terhadap raksasa teknologi Tiongkok selama kepresidenan Donald Trump menjadikan AS prospek yang tidak menarik. Sedangkan masalah berlimpah di tempat lain.

"Perusahaan teknologi Tiongkok menghadapi tekanan regulasi dan sanksi dari pemerintah di negara-negara lain, terutama AS, tetapi juga negara lain seperti India," kepala ekonom Asia Pasifik IHS Markit Rajiv Biswas mengatakan kepada AFP, Senin (5/4).

Pemerintah India telah melarang sebagian besar aplikasi Tiongkok sejak bentrokan perbatasan tahun lalu, sementara Uni Eropa (UE) dan kekuatan Barat lainnya baru-baru ini menjatuhkan sanksi atas perlakuan Tiongkok terhadap minoritas Muslim Uyghur. Langkah ini memancing sanksi pembalasan.

Tetapi di Singapura, pusat keuangan yang makmur, memelihara hubungan baik dengan pemerintah Tiongkok maupun Barat. Perusahaan-perusahaan teknologi menganggapnya sebagai taruhan yang aman untuk memperluas operasi mereka tanpa mengganggu kedua belah pihak.

Dalam iklim ketidakpastian geopolitik saat ini Singapura dianggap sebagai negara yang lebih netral, kata profesor strategi di kampus Singapura sekolah bisnis INSEAD Chen Guoli kepada AFP.

Gelombang Perekrutan

Selain itu, kekacauan jangka panjang di saingan tradisional Hong Kong mungkin telah meredupkan daya tariknya, meskipun pengamat menekankan faktor lain yang mungkin lebih penting.

Masuknya uang tunai Tiongkok akan disambut baik di Singapura, yang ekonominya terpukul oleh virus corona dan yang berusaha membangun dirinya sebagai pusat teknologi.

Negara tersebut sudah menjadi rumah bagi kantor utama raksasa teknologi AS Facebook, Google, hingga Twitter. Sementara ByteDance baru-baru ini pindah ke kantor yang lebih besar di kawasan keuangannya dan telah meluncurkan dorongan perekrutan.

Antara September tahun lalu hingga Februari, sepertiga dari lowongan pekerjaan ByteDance berada di Singapura, lebih dari dua kali lipat iklan yang ditempatkan di Tiongkok. Perusahaan berfokus pada perekrutan insinyur khusus, kata Ajay Thalluri, analis dari perusahaan data dan analitik GlobalData.

Sementara itu, Alibaba tahun lalu membeli 50% saham di menara perkantoran di mana unit e-commerce Lazada perusahaan menjadi penyewa utama. Sementara afiliasinya, raksasa fintech Ant Group, memenangkan lisensi untuk mengoperasikan bank digital korporasi (DWB) di negara tersebut.

“(Alibaba) sedang membangun tim di Singapura dengan lowongan pekerjaan penting tingkat senior dan menengah yang terkait dengan akuisisi bakat, manajemen produk, dan kepatuhan hukum," jelas Thalluri.

Perusahaan e-commerce yang didirikan bersama oleh Jack Ma tersebut berada di bawah tekanan sengit di Tiongkok, dengan pihak berwenang menarik steker pada rekor penawaran umum perdana (IPO) Ant pada November 2020.

ByteDance dan Tencent, yang mengumumkan rencana ekspansi Singapura pada September, menyampaikan fokus mereka adalah menumbuhkan bisnis di Asia Tenggara, wilayah yang berkembang pesat berpenduduk 650 juta daripada berusaha menghindari ketegangan di tempat lain.

Dengan membangun kehadiran mereka di Singapura, raksasa teknologi melindungi nilai taruhan mereka jika terjadi gesekan dengan Barat mencapai titik terendah baru, kata para analis.

Chen dari INSEAD mengatakan perusahaan Tiongkok membutuhkan rencana kedua jika mereka harus memisahkan operasional global dan operasional di Tiongkok, dalam hal ini Singapura dapat menjadi pusat internasional mereka.

Namun, tantangan utama dalam melakukan ekspansi di kota berpopulasi hanya 5,7 juta orang adalah perekrutan pekerja dengan keterampilan yang benar.

"Teknologi berkembang dan berakselerasi dengan kecepatan yang jauh melampaui skala pasokan keterampilan yang dibutuhkan," kata Daljit Sall, direktur senior untuk perusahaan perekrutan teknologi informasi global Singapura Randstad.

Pemerintah Singapura sedang mencoba menarik bakat dari luar negeri, meskipun hal itu dapat menimbulkan kegelisahan di negara di mana ada kekhawatiran tentang populasi asing yang besar. Sementara institusi sekolah menawarkan kursus persiapan anak-anak muda untuk pekerjaan teknologi.

Namun demikian, kata Sall, masih ada kebutuhan mendesak untuk mengisi kesenjangan keterampilan. (afp/eld)



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Inggris Umumkan Aturan Perjalanan Internasional Baru

Pemerintah Inggris segera menetapkan rencana untuk memulai kembali perjalanan internasional.

DUNIA | 5 April 2021

Ini Kartu yang Wajib Dimiliki Saat Tinggal di Taiwan, Bisa untuk Naik MRT hingga Nonton di Bioskop

Easy Card juga dapat digunakan untuk naik bus, kereta api, kereta berkecepatan tinggi, feri, membayar tarif taksi, serta penyewaan sepeda dan skuter listrik.

DUNIA | 5 April 2021

Jokowi dan Kanselir Jerman Angela Merkel Akan Buka Hannover Messe 2021

Hannover Messe ini akan dibuka dan pamerannya berlangsung secara digital.

DUNIA | 5 April 2021

Pertama Kali, Kasus Infeksi Harian Covid-19 di India Lampaui 100.000

India telah melaporkan rekor peningkatan infeksi Covid-19 hingga 100.000 kasus untuk pertama kali.

DUNIA | 5 April 2021

Nguyen Xuan Phuc Dilantik sebagai Presiden Vietnam

Nguyen Xuan Phuc mengaku beruntung dan terhormat ditunjuk sebagai presiden Vietnam

DUNIA | 5 April 2021

El Salvador Dapat Sumbangan 150.000 Dosis Vaksin Covid-19 Sinovac

Presiden El Salvador Nayib Bukele mengatakan pada Minggu (4/4) bahwa Tiongkok akan menyumbangkan 150.000 dosis vaksin Covid-19 Sinovac.

DUNIA | 5 April 2021

Didorong Varian Baru, Gelombang Ketiga Covid-19 di Kanada Lebih Cepat Mematikan

Kanada menghadapi gelombang ketiga pandemi Covid-19 dengan varian baru yang lebih cepat mematikan.

DUNIA | 5 April 2021

FPCI Gandeng Krisdayanti dkk Luncurkan Video Darurat Perubahan Iklim

FPCI menggandeng sejumlah artis papan atas untuk meluncurkan video yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan ancaman perubahan iklim

DUNIA | 5 April 2021

Vjosa Osmani Terpilih Jadi Presiden Kosovo

Parlemen Kosovo memilih Vjosa Osmani sebagai presiden yang baru.

DUNIA | 5 April 2021

Dituding Ingin Kuasai LCS, Tiongkok: Pernyataan Filipina Ceroboh

Kedutaan Besar Tiongkok menepis tuduhan Filipina bahwa Beijing ingin lebih banyak menguasai wilayah Laut China Selatan (LCS).

DUNIA | 5 April 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS