Jika Diserang Tiongkok, Taiwan Berjuang Mati-matian
Logo BeritaSatu

Jika Diserang Tiongkok, Taiwan Berjuang Mati-matian

Rabu, 7 April 2021 | 19:31 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Taipei, Beritasatu.com- Tiongkok semakin gencar melancarkan tekanan militer di sekitar wilayah Taiwan. Namun seperti dilaporkan Reuters, pada Rabu (7/4/2021), Taiwan menyatakan akan berjuang habis-habisan jika Tiongkok menyerang.

Taiwan menambahkan bahwa Amerika Serikat (AS) melihat bahaya bahwa hal ini dapat terjadi di tengah meningkatnya tekanan militer Tiongkok, termasuk latihan kapal induk, di dekat pulau itu.

"Dari pemahaman saya yang terbatas tentang para pembuat keputusan Amerika yang mengamati perkembangan di kawasan ini, mereka dengan jelas melihat bahaya kemungkinan Tiongkok melancarkan serangan terhadap Taiwan," kata Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu kepada wartawan di kementeriannya.

Taiwan yang diklaim Tiongkok telah mengeluhkan aktivitas militer berulang oleh Beijing dalam beberapa bulan terakhir. Angkatan udara Tiongkok hampir setiap hari melakukan serangan di zona identifikasi pertahanan udara Taiwan. Pada Senin, Tiongkok menyatakan satu kelompok kapal induk sedang berlatih di dekat pulau itu.

"Kami siap membela diri sendiri tanpa pertanyaan dan kami akan perang jika kami perlu berperang. Dan jika kami perlu mempertahankan diri hingga hari terakhir, kami akan mempertahankan diri hingga hari terakhir."

Washington sebagai pendukung dan pemasok senjata internasional terpenting Taiwan, telah mendorong Taipei untuk memodernisasi militernya sehingga bisa menjadi "landak", yang sulit diserang Tiongkok.

Wu mengatakan Taiwan bertekad untuk meningkatkan kemampuan militer mereka dan membelanjakan lebih banyak untuk pertahanan.

"Pertahanan Taiwan adalah tanggung jawab kami. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kemampuan pertahanan kami," tambahnya.

Pada acara terpisah, Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan akan menjalankan delapan hari simulasi perang berbantuan komputer bulan ini dari serangan Tiongkok terhadap Taiwan. Kegiatan ini merupakan fase pertama dari permainan perang tahunan terbesar Taiwan, latihan Han Kuang.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kelompok Sipil Myanmar Kumpulkan 180.000 Bukti Kejahatan Junta Militer

Satu kelompok yang mewakili pemerintah sipil Myanmar menyatakan telah mengumpulkan 180.000 bukti pelanggaran HAM oleh junta militer

DUNIA | 7 April 2021

Polisi Belgia Sita Hampir 28 Ton Kokain

Polisi di Belgia telah menyita hampir 28 ton kokain dengan nilai jalan 1,4 miliar euro (US$ 1,65 miliar atau Rp 23,86 triliun).

DUNIA | 7 April 2021

Dalam 24 Jam, 4.000 Warga Brasil Meninggal Akibat Covid-19

Brasil telah mencatat lebih dari 4.000 kematian akibat virus corona atau Covid-19 dalam 24 jam, untuk pertama kalinya.

DUNIA | 7 April 2021

Ditagih Pajak Rp 5,78 Triliun, Mantan PM Malaysia Najib Razak Terancam Bangkrut

Mantan perdana menteri Malaysia yang dilanda skandal korupsi, Najib Razak menghadapi kebangkrutan.

DUNIA | 7 April 2021

PBB Minta Tanzania Tidak Tolak Pengungsi Mozambik

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta Tanzania tidak menolak para pengungsi asal Mozambik yang mencari suaka.

DUNIA | 7 April 2021

Warga Asia Jadi Sasaran Rasialis, WNI di AS Diimbau Jangan Jalan Sendirian

KJRI Chicago mengimbau warga negara Indonesia (WNI) agar waspada dan tetap tenang di tengah meningkatnya aksi kekerasan terhadap warga Asia.

DUNIA | 7 April 2021

Mulai 1 Mei, IATA Travel Pass Diterima di Bandara Changi

Hasil tes PCR Covid-19 yang tersimpan dalam IATA Travel Pass dapat digunakan sebagai syarat masuk ke Singapura melalui Bandara Changi.

DUNIA | 7 April 2021

Korsel Laporkan Kasus Baru Covid-19 Tertinggi Sejak 8 Januari

Lonjakan terbaru berpusat di sekitar klaster TK, sauna, bar dan gereja. Lebih dari 63 persen dari kasus baru dilaporkan di Seoul dan wilayah sekitarnya.

DUNIA | 7 April 2021

Ternyata Masih Ada Negara yang Belum Memulai Vaksinasi Covid-19

Presiden Namibia mengecam "apartheid vaksin", di mana sejumlah negara terpaksa menunggu sedangkan negara lain telah menerima dosis vaksin.

DUNIA | 7 April 2021

Usai Serukan Boikot Coca-Cola, Trump Sembunyikan Sebotol Coke

Bukan rahasia lagi, Trump adalah penggemar Diet Coke dan bahkan punya tombol pemesanan khusus di Gedung Putih dulu.

DUNIA | 7 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS