Rusia: Sanksi untuk Myanmar Akan Picu Perang Saudara
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Rusia: Sanksi untuk Myanmar Akan Picu Perang Saudara

Rabu, 7 April 2021 | 23:43 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Moskwa, Beritasatu.com- Rusia memperingatkan, Barat akan memicu perang saudara di Myanmar dengan menjatuhkan sanksi pada junta militer yang telah merebut kekuasaan dengan kudeta.

Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (6/4/2021), peringatan itu tidak memengaruhi Prancis yang menyatakan Uni Eropa akan meningkatkan pembatasan pada para jenderal.

Dukungan Kremlin merupakan dorongan bagi junta militer yang menggulingkan pemerintah sipil terpilih Aun San Suu Kyi pada 1 Februari. Namun, junta militer masih menghadapi kampanye demonstrasi pro-demokrasi dan pembangkangan sipil yang berkelanjutan di seluruh negeri, dan kecaman serta lebih banyak sanksi dari Barat.

Pada Selasa, Rusia menyatakan bahwa sanksi terhadap pihak berwenang akan sia-sia dan sangat berbahaya.

"Faktanya, garis seperti itu berkontribusi untuk mengadu domba pihak satu sama lain dan, pada akhirnya, mendorong rakyat Myanmar menuju konflik sipil skala penuh," kata Kementerian Luar Negeri Rusia, dikutip oleh kantor berita Interfax.

Rusia adalah pemasok senjata utama ke Myanmar dan wakil menteri pertahanannya bertemu dengan pemimpin kudeta Jenderal Min Aung Hlaing di ibu kota Naypyitaw bulan lalu, menuai kritik dari aktivis hak asasi manusia.Mereka yang menuduh Moskwa melegitimasi junta.

Pada Selasa (6/4/2021), di kota utama Myanmar, Yangon, pengunjuk rasa menyemprotkan cat merah ke jalan-jalan, melambangkan pertumpahan darah dalam tindakan keras oleh pasukan keamanan.

"Darahnya belum kering," kata salah satu pesan dengan warna merah.

Kelompok advokasi Asosiasi Tahanan Politik (AAPP), sekitar 570 orang, termasuk puluhan anak-anak, telah ditembak mati oleh pasukan dan polisi dalam kerusuhan hampir setiap hari sejak kudeta, dan pasukan keamanan telah menangkap hampir 3.500 orang.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Otoritas Terusan Suez Pertimbangkan Rencana Perluasan Jalur

Otoritas Terusan Suez (SCA) sedang mempertimbangkan untuk memperluas saluran selatan.

DUNIA | 7 April 2021

Minta Bukti Tak Ada Blokir, Australia Minta Eropa Rilis 3,1 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah meminta Uni Eropa (UE) untuk merilis pengiriman lebih dari 3 juta dosis vaksin virus corona.

DUNIA | 7 April 2021

Oxford Hentikan Studi Vaksin Covid-19 Astrazeneca untuk Anak-anak

Universitas Oxford telah menghentikan uji coba kecil di Inggris yang menguji vaksin Covid-19 yang dikembangkannya dengan Astrazeneca pada anak-anak

DUNIA | 7 April 2021

Inggris Bangga Jadi Donor Terbesar Vaksin Multilateralisme Covax

Indonesia ikut menerima vaksin 1,1 juta dosis melalui Covax, dan akan dikirim lebih banyak lagi nantinya.

DUNIA | 7 April 2021

Menlu Inggris Sampaikan Belasungkawa Pada Korban Banjir NTT

Raab mengatakan terakhir ke Indonesia terjadi 25 tahun lalu ketika masih menjadi seorang mahasiswa.

DUNIA | 7 April 2021

Uni Eropa Alokasikan Rp 2,11 Triliun untuk Riset Varian Virus Corona

Komisi Eropa mengumumkan alokasi 123 juta euro (US$ 146 juta atau 2,11 triliun) untuk mendanai penelitian mendesak tentang varian virus corona atau Covid-19.

DUNIA | 7 April 2021

Dominic Raab: Inggris Akan Kirim Kapal Induk ke Indo-Pasifik

Pengumuman Raab itu disampaikan di tengah memanasnya situasi di Laut China Selatan terkait sengketa wilayah.

DUNIA | 7 April 2021

Menlu Prihatin dengan Aturan Minyak Sawit dari Inggris

Menlu Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Inggris Dominic Raab di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

DUNIA | 7 April 2021

Gedung Putih Tak Berminat Gagasan Paspor Corona

Gedung Putih pada Selasa (6/4/2021) mengesampingkan gagasan pengenaan paspor vaksin Covid-19 dalam bentuk apa pun di Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 7 April 2021

Menlu Minta Inggris Berbagi Vaksin Covid-19 dengan Negara Lain

Retno menegaskan solidaritas dan kerja sama adalah kunci untuk keluar dari pandemi Covid-19 bersama-sama.

DUNIA | 7 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS