Sejak Pandemi Covid-19 Mulai, Republik Cek Sudah Punya 4 Menkes
Logo BeritaSatu

Sejak Pandemi Covid-19 Mulai, Republik Cek Sudah Punya 4 Menkes

Rabu, 7 April 2021 | 23:58 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Praha, Beritasatu.com- Perdana Menteri Republik Cek, Andrej Babis pada Rabu (7/4/2021) melantik Petr Arenberger, menteri kesehatan keempatnya sejak pandemi Covid-19 dimulai.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Rabu (7/4/2021), pandemi Covid-19 telah melanda Republik Cek dengan keras, di tengah meningkatnya tekanan untuk mencari vaksin dari Rusia dan mungkin juga Tiongkok.

Petr Arenberger sebelumnya menjabat direktur Rumah Sakit Universitas Praha Vinohrady. Arenberger menggantikan Jan Blatny dan disumpah oleh Presiden Milos Zeman.

Blatny telah mengambil pekerjaan itu pada Oktober, tepat ketika infeksi Covid-19 melonjak di Republik Cek.

Menurut situs Our World in Data, tiga puncak pandemi telah menewaskan lebih dari 27.000 orang dan menempatkan negara berpenduduk 10,7 juta itu di peringkat teratas dunia dalam hal kematian per kapita.

Pemecatan Blatny terjadi setelah Babis menegurnya atas dugaan kurangnya dukungan untuk obat-obatan Covid-19 baru dan upaya sang menteri untuk menggunakan pengujian untuk membuka kembali sekolah.

Blatny juga sangat menentang untuk mengikuti sekutu Eropa tengah Hongaria dalam menggunakan vaksin Sputnik V Rusia sebelum regulator Uni Eropa menyetujuinya. Tindakan itu menempatkan Blatny pada jalur yang bertentangan dengan Presiden Zeman.

Zeman telah berbicara mendukung penggunaan vaksin Rusia dan lainnya yang dikembangkan oleh Tiongkokdan menuntut pemecatan Blatny.

“Masing-masing dari kita harus berusaha untuk mendapatkan vaksin sebanyak mungkin. Sayangnya pendahulu Anda… [telah] memblokir proses ini,” kata Zeman sambil mengumpat di depan Arenberger.

Blatny telah menepis kritik tersebut dan berdalih dia hanya mengizinkan penggunaan vaksin yang disetujui untuk meyakinkan orang bahwa vaksin aman, diuji dan benar-benar berfungsi.

“Dan itu sama dengan obat melawan Covid. Keputusan saya selalu didasarkan pada data dan analisis ilmiah,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rusia: Sanksi untuk Myanmar Akan Picu Perang Saudara

Rusia memperingatkan, Barat akan memicu perang saudara di Myanmar dengan menjatuhkan sanksi pada junta militer yang telah melakukan kudeta.

DUNIA | 7 April 2021

Otoritas Terusan Suez Pertimbangkan Rencana Perluasan Jalur

Otoritas Terusan Suez (SCA) sedang mempertimbangkan untuk memperluas saluran selatan.

DUNIA | 7 April 2021

Minta Bukti Tak Ada Blokir, Australia Minta Eropa Rilis 3,1 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah meminta Uni Eropa (UE) untuk merilis pengiriman lebih dari 3 juta dosis vaksin virus corona.

DUNIA | 7 April 2021

Oxford Hentikan Studi Vaksin Covid-19 Astrazeneca untuk Anak-anak

Universitas Oxford telah menghentikan uji coba kecil di Inggris yang menguji vaksin Covid-19 yang dikembangkannya dengan Astrazeneca pada anak-anak

DUNIA | 7 April 2021

Inggris Bangga Jadi Donor Terbesar Vaksin Multilateralisme Covax

Indonesia ikut menerima vaksin 1,1 juta dosis melalui Covax, dan akan dikirim lebih banyak lagi nantinya.

DUNIA | 7 April 2021

Menlu Inggris Sampaikan Belasungkawa Pada Korban Banjir NTT

Raab mengatakan terakhir ke Indonesia terjadi 25 tahun lalu ketika masih menjadi seorang mahasiswa.

DUNIA | 7 April 2021

Uni Eropa Alokasikan Rp 2,11 Triliun untuk Riset Varian Virus Corona

Komisi Eropa mengumumkan alokasi 123 juta euro (US$ 146 juta atau 2,11 triliun) untuk mendanai penelitian mendesak tentang varian virus corona atau Covid-19.

DUNIA | 7 April 2021

Dominic Raab: Inggris Akan Kirim Kapal Induk ke Indo-Pasifik

Pengumuman Raab itu disampaikan di tengah memanasnya situasi di Laut China Selatan terkait sengketa wilayah.

DUNIA | 7 April 2021

Menlu Prihatin dengan Aturan Minyak Sawit dari Inggris

Menlu Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Inggris Dominic Raab di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

DUNIA | 7 April 2021

Gedung Putih Tak Berminat Gagasan Paspor Corona

Gedung Putih pada Selasa (6/4/2021) mengesampingkan gagasan pengenaan paspor vaksin Covid-19 dalam bentuk apa pun di Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 7 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS