2022, Zimbabwe Akan Capai Ketahanan Pangan
Logo BeritaSatu

2022, Zimbabwe Akan Capai Ketahanan Pangan

Kamis, 8 April 2021 | 16:26 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Harare, Beritasatu.com- Zimbabwe menargetkan pencapaian ketahanan pangan pada tahun 2022. Seperti dilaporkan Xinhua, Kamis (8/4/2021), negara ini akan meningkatkan pendapatan rumah tangga sebesar 100% pada tahun 2024.

Menurut Menteri Pertanian Anxious Masuka, selain menghapus impor pangan yang mengakibatkan tagihan impor membengkak, pemerintah juga menargetkan penambahan nilai 40%. Pemerintah juga akan menciptakan sekitar 1 juta lapangan kerja, dan meningkatkan total ekspor hingga 60% pada tahun 2024.

Selain itu, kata Masuka, pemerintah juga menargetkan untuk mengubah sekitar 18.000 petani skala kecil menjadi pengusaha pertanian pada tahun 2025.

Target ambisius tersebut menyusul peluncuran Strategi Transformatif Sistem Pertanian dan Ketahanan Pangan (AFTSTS) tahun lalu dengan tujuan untuk mempercepat produksi, produktivitas, dan pertumbuhan pertanian.

Berbicara pada peluncuran resmi musim pemasaran tembakau Zimbabwe 2021 di Harare, Masuka mengatakan sektor pertanian adalah salah satu sektor utama dalam upaya Zimbabwe mencapai status ekonomi berpenghasilan menengah ke atas pada tahun 2030.

Di sektor tembakau, yang merupakan penghasil devisa kedua setelah emas, Masuka mengatakan pemerintah telah mengembangkan strategi transformasi nilai tambah tembakau. Strategi ini dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi petani tembakau dan industri pada umumnya untuk meningkatkan produksi.

“Strategi transformasi rantai nilai tembakau ini memungkinkan intensifikasi produksi tembakau dengan meningkatkan transparansi dan pemasaran tembakau yang adil, reformasi, restrukturisasi dan pembangunan kembali kelembagaan yang ada guna mengoptimalkan pembiayaan rantai nilai tembakau,” ujarnya.

Sementara itu, tahun 2021, Zimbabwe mengantisipasi rekor panen jagung sejak Program Reformasi Tanah pada awal 2000-an, dengan 2,8 juta ton diharapkan akan dikirim ke Grain Marketing Board (GMB).

Produksi jagung menurun secara signifikan selama beberapa tahun terakhir karena gangguan yang disebabkan oleh program reformasi lahan, yang sangat mempengaruhi kapasitas negara untuk memenuhi kebutuhan biji-bijiannya.

Pada musim tanam 2020/2021, luas areal tanaman di dalam negeri meningkat 23% antara lain didorong oleh curah hujan yang melimpah yang diterima musim ini, distribusi input yang lebih awal dan dukungan dari pemerintah kepada petani.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dubes Myanmar di Inggris Diusir Paksa Junta Militer

Duta Besar Myanmar, Kyaw Zwar Minn terkunci dari kedutaan besar di London, Inggris, setelah atase militer menduduki gedung kedutaan dan melarangnya masuk

DUNIA | 8 April 2021

Astrazeneca Akan Cantumkan Potensi Risiko Pembekuan Darah di Label

Astrazeneca telah secara aktif bekerja sama dengan regulator untuk menerapkan perubahan ini pada informasi produk.

DUNIA | 8 April 2021

Rencana Prioritaskan Vaksin untuk Atlet Olimpiade Tokyo, Dikritik Warganet Jepang

Ada yang berkomentar, "berikan dulu pada ibuku," tulis salah satu warganet Jepang. "Atlet semuanya muda dan sehat".

DUNIA | 8 April 2021

Sejak Pandemi Covid-19 Mulai, Republik Cek Sudah Punya 4 Menkes

PM Republik Cek, Andrej Babis pada Rabu (7/4/2021) melantik Petr Arenberger, menteri kesehatan keempatnya sejak pandemi Covid-19 dimulai.

DUNIA | 7 April 2021

Rusia: Sanksi untuk Myanmar Akan Picu Perang Saudara

Rusia memperingatkan, Barat akan memicu perang saudara di Myanmar dengan menjatuhkan sanksi pada junta militer yang telah melakukan kudeta.

DUNIA | 7 April 2021

Otoritas Terusan Suez Pertimbangkan Rencana Perluasan Jalur

Otoritas Terusan Suez (SCA) sedang mempertimbangkan untuk memperluas saluran selatan.

DUNIA | 7 April 2021

Minta Bukti Tak Ada Blokir, Australia Minta Eropa Rilis 3,1 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah meminta Uni Eropa (UE) untuk merilis pengiriman lebih dari 3 juta dosis vaksin virus corona.

DUNIA | 7 April 2021

Oxford Hentikan Studi Vaksin Covid-19 Astrazeneca untuk Anak-anak

Universitas Oxford telah menghentikan uji coba kecil di Inggris yang menguji vaksin Covid-19 yang dikembangkannya dengan Astrazeneca pada anak-anak

DUNIA | 7 April 2021

Inggris Bangga Jadi Donor Terbesar Vaksin Multilateralisme Covax

Indonesia ikut menerima vaksin 1,1 juta dosis melalui Covax, dan akan dikirim lebih banyak lagi nantinya.

DUNIA | 7 April 2021

Menlu Inggris Sampaikan Belasungkawa Pada Korban Banjir NTT

Raab mengatakan terakhir ke Indonesia terjadi 25 tahun lalu ketika masih menjadi seorang mahasiswa.

DUNIA | 7 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS