Eropa Klaim Pembekuan Darah Terkait Vaksin Covid-19 Astrazeneca sebagai Kasus Sangat Langka
Logo BeritaSatu

Eropa Klaim Pembekuan Darah Terkait Vaksin Covid-19 Astrazeneca sebagai Kasus Sangat Langka

Kamis, 8 April 2021 | 17:02 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Brussels, Beritasatu.com- Badan Regulasi Obat Eropa atau European Medicines Agency (EMA) pada Rabu (7/4/2021) mengakui terjadinya pembekuan darah dengan trombosit darah rendah sangat terkait dengan pemberian vaksin Covid-19 Astrazeneca. Tetapi kasus itu harus tetap didaftar sebagai efek samping yang sangat langka.

Dalam penilaian terbaru, seperti dilaporkan Xinhua, para ahli EMA mengatakan kombinasi pembekuan darah dan trombosit darah rendah yang dilaporkan sangat jarang. Sejauh ini, manfaat keseluruhan dari vaksin dalam mencegah Covid-19 lebih besar daripada risiko efek sampingnya.

Regulator obat menyatakan tidak ada faktor risiko spesifik, termasuk usia, meskipun sebagian besar kasus yang dilaporkan terjadi pada wanita di bawah usia 60 tahun dalam dua minggu setelah vaksinasi.

Temuan ini dirilis setelah pengawas menilai lebih dari 80 kasus orang yang mengalami pembekuan di pembuluh darah dan arteri setelah menerima suntikan. Bahkan 18 dari kasus ini terbukti fatal.

Badan itu mengingatkan para profesional perawatan kesehatan dan orang-orang yang menerima vaksin untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya efek samping dalam dua minggu setelah vaksinasi.

"Covid-19 adalah penyakit yang sangat serius dengan tingkat rawat inap dan kematian yang tinggi dan Covid setiap hari masih menyebabkan ribuan kematian di seluruh Uni Eropa (UE). Vaksin ini telah terbukti sangat efektif - mencegah penyakit parah dan rawat inap, dan menyelamatkan nyawa,” ujar Kepala EMA Emer Cooke saat konferensi pers.

Ketua komite keselamatan EMA, Sabine Straus, mengatakan penyelidikan tidak dapat menentukan penyebab pembekuan darah dan penyelidikan lebih lanjut, yang melibatkan pabrikan Astrazeneca, telah dilakukan.

Tinjauan ilmiah dilakukan setelah beberapa negara Eropa menghentikan atau menangguhkan peluncuran vaksin di sejumlah risiko yang dilaporkan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

2022, Zimbabwe Akan Capai Ketahanan Pangan

Zimbabwe menargetkan pencapaian ketahanan pangan pada tahun 2022 dan akan meningkatkan pendapatan rumah tangga sebesar 100% pada tahun 2024.

DUNIA | 8 April 2021

Dubes Myanmar di Inggris Diusir Paksa Junta Militer

Duta Besar Myanmar, Kyaw Zwar Minn terkunci dari kedutaan besar di London, Inggris, setelah atase militer menduduki gedung kedutaan dan melarangnya masuk

DUNIA | 8 April 2021

Astrazeneca Akan Cantumkan Potensi Risiko Pembekuan Darah di Label

Astrazeneca telah secara aktif bekerja sama dengan regulator untuk menerapkan perubahan ini pada informasi produk.

DUNIA | 8 April 2021

Rencana Prioritaskan Vaksin untuk Atlet Olimpiade Tokyo, Dikritik Warganet Jepang

Ada yang berkomentar, "berikan dulu pada ibuku," tulis salah satu warganet Jepang. "Atlet semuanya muda dan sehat".

DUNIA | 8 April 2021

Sejak Pandemi Covid-19 Mulai, Republik Cek Sudah Punya 4 Menkes

PM Republik Cek, Andrej Babis pada Rabu (7/4/2021) melantik Petr Arenberger, menteri kesehatan keempatnya sejak pandemi Covid-19 dimulai.

DUNIA | 7 April 2021

Rusia: Sanksi untuk Myanmar Akan Picu Perang Saudara

Rusia memperingatkan, Barat akan memicu perang saudara di Myanmar dengan menjatuhkan sanksi pada junta militer yang telah melakukan kudeta.

DUNIA | 7 April 2021

Otoritas Terusan Suez Pertimbangkan Rencana Perluasan Jalur

Otoritas Terusan Suez (SCA) sedang mempertimbangkan untuk memperluas saluran selatan.

DUNIA | 7 April 2021

Minta Bukti Tak Ada Blokir, Australia Minta Eropa Rilis 3,1 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah meminta Uni Eropa (UE) untuk merilis pengiriman lebih dari 3 juta dosis vaksin virus corona.

DUNIA | 7 April 2021

Oxford Hentikan Studi Vaksin Covid-19 Astrazeneca untuk Anak-anak

Universitas Oxford telah menghentikan uji coba kecil di Inggris yang menguji vaksin Covid-19 yang dikembangkannya dengan Astrazeneca pada anak-anak

DUNIA | 7 April 2021

Inggris Bangga Jadi Donor Terbesar Vaksin Multilateralisme Covax

Indonesia ikut menerima vaksin 1,1 juta dosis melalui Covax, dan akan dikirim lebih banyak lagi nantinya.

DUNIA | 7 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS