Raja Yordania: Krisis di Istana Sudah Berakhir
Logo BeritaSatu

Raja Yordania: Krisis di Istana Sudah Berakhir

Kamis, 8 April 2021 | 18:29 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Amman, Beritasatu.com- Raja Yordania Abdullah II akhirnya membuka suara soal kisruh saudara tirinya Pangeran Hamzah. Seperti dilaporkan AFP, Kamis (8/4/2021), raja menegaskan krisis terburuk di istana Yordania sudah berakhir.

Pemerintah menuduh Pangeran Hamzah yakni mantan putra mahkota yang disingkirkan sebagai pewaris takhta pada 2004, terlibat dalam konspirasi untuk "mengacaukan keamanan kerajaan" dan menangkap sedikitnya 16 orang.

Tetapi pada Rabu (7/4/2021), Abdullah mengatakan bahwa Hamzah telah menandatangani surat yang menyatakan kesetiaannya kepada raja setelah mediasi oleh seorang paman. Pangeran kini aman di istana di bawah "perlindungan" Raja Abdullah.

"Saya yakinkan Anda, bahwa hasutan itu telah dihentikan sejak awal," kata Abdullah dalam satu pernyataan yang dibacakan atas namanya di televisi pemerintah, sehari setelah berita resmi tentang persekongkolan tersebut ditutup.

"Tantangan hari-hari terakhir ini bukanlah yang paling berbahaya bagi stabilitas negara - tetapi paling menyakitkan bagi saya karena pihak yang terlibat hasutan ini berasal dari dalam dan luar negeri," katanya.

Tidak jelas apakah raja mengacu pada aktor di luar keluarga kerajaan atau kerajaan.

Pada Minggu, Menteri Luar Negeri Ayman Safadi menuduh komplotan itu terkait dengan pihak asing. Tetapi dia menolak untuk mengidentifikasi orang-orang yang terlibat.

Hamzah diangkat sebagai putra mahkota pada 1999 sejalan dengan keinginan ayahnya. Tetapi Abdullah mencabut gelar itu pada 2004 dan menobatkan putra tertuanya untuk menggantikan Hamzah.

Setelah mengklaim sebagai tahanan rumah pada Sabtu, Hamzah telah menggunakan media tradisional dan sosial secara ekstensif untuk menyerang situasinya.

Pangeran Hamzah menuduh penguasa Yordania melakukan korupsi dan ketidakmampuan dalam pesan video yang diterbitkan oleh BBC pada hari Sabtu.

Monarki yang memerintah Yordania menyatakan akan menyelesaikan masalah tersebut "dalam kerangka keluarga Hashemite". Abdullah mengatakan bahwa Hamzah telah menawarkan dukungannya untuk monarki.

Pidato raja mengikuti perintah yang dikeluarkan Selasa (6/4/2021) oleh jaksa Amman Hassan al-Abdallat yang melarang publikasi informasi apa pun tentang dugaan plot untuk merahasiakan penyelidikan dinas keamanan.

Media Jordan diberitahu untuk menunggu pernyataan resmi sebelum menerbitkan apapun tentang orang-orang yang ditangkap.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Biden Pulihkan Bantuan Rp 3,41 Triliun AS untuk Palestina

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden berencana untuk memberikan bantuan senilai US$ 235 juta (Rp 3,41 triliun ) kepada warga Palestina.

DUNIA | 8 April 2021

Cegah Lonjakan Covid-19, Selandia Baru Larang Masuk Pelancong dari India

Selandia Baru melarang masuknya pelancong dari India di tengah lonjakan kasus Covid-19.

DUNIA | 8 April 2021

Eropa Klaim Pembekuan Darah Terkait Vaksin Covid-19 Astrazeneca sebagai Kasus Sangat Langka

Badan Regulasi Obat Eropa mengakui terjadinya pembekuan darah dengan trombosit darah rendah sangat terkait dengan pemberian vaksin Covid-19 Astrazeneca.

DUNIA | 8 April 2021

2022, Zimbabwe Akan Capai Ketahanan Pangan

Zimbabwe menargetkan pencapaian ketahanan pangan pada tahun 2022 dan akan meningkatkan pendapatan rumah tangga sebesar 100% pada tahun 2024.

DUNIA | 8 April 2021

Dubes Myanmar di Inggris Diusir Paksa Junta Militer

Duta Besar Myanmar, Kyaw Zwar Minn terkunci dari kedutaan besar di London, Inggris, setelah atase militer menduduki gedung kedutaan dan melarangnya masuk

DUNIA | 8 April 2021

Astrazeneca Akan Cantumkan Potensi Risiko Pembekuan Darah di Label

Astrazeneca telah secara aktif bekerja sama dengan regulator untuk menerapkan perubahan ini pada informasi produk.

DUNIA | 8 April 2021

Rencana Prioritaskan Vaksin untuk Atlet Olimpiade Tokyo, Dikritik Warganet Jepang

Ada yang berkomentar, "berikan dulu pada ibuku," tulis salah satu warganet Jepang. "Atlet semuanya muda dan sehat".

DUNIA | 8 April 2021

Sejak Pandemi Covid-19 Mulai, Republik Cek Sudah Punya 4 Menkes

PM Republik Cek, Andrej Babis pada Rabu (7/4/2021) melantik Petr Arenberger, menteri kesehatan keempatnya sejak pandemi Covid-19 dimulai.

DUNIA | 7 April 2021

Rusia: Sanksi untuk Myanmar Akan Picu Perang Saudara

Rusia memperingatkan, Barat akan memicu perang saudara di Myanmar dengan menjatuhkan sanksi pada junta militer yang telah melakukan kudeta.

DUNIA | 7 April 2021

Otoritas Terusan Suez Pertimbangkan Rencana Perluasan Jalur

Otoritas Terusan Suez (SCA) sedang mempertimbangkan untuk memperluas saluran selatan.

DUNIA | 7 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS