Indonesia dan Arab Saudi Perkuat Hubungan Dagang
Logo BeritaSatu

Indonesia dan Arab Saudi Perkuat Hubungan Dagang

Kamis, 8 April 2021 | 19:29 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia dan Arab Saudi akan saling memperkuat hubungan perdagangan dan investasi, khususnya pada sektor pariwisata.

Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Esam Abid Althagafi, menyampaikan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Muhammad Lutfi, untuk melakukan kunjungan para pengusaha Arab Saudi ke Indonesia. Begitu pula dengan sebaliknya.

"Arab Saudi juga membuka peluang bagi pengusaha Indonesia untuk mendirikan usaha di Arab Saudi yang mendukung berjalannya ibadah haji dan umrah,” ujar Dubes Esam Abid Althagafi, dalam acara dialog "Strengthening the Relation between Indonesia and Middle East and North Africa (MENA) countries" sekaligus peluncuran buku "Duta Antara Dua Kutub" di Plataran Hutan Kota, Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (8/4/2021).

Dubes Esam menjelaskan, pemerintah Arab Saudi kini tengah membangun kota baru bernama "Neom" yang ditujukan sebagai kota untuk menarik pariwisata. Nantinya, visa yang diterbitkan Arab Saudi tak lagi hanya untuk beribadah, tetapi untuk turis.

Pada tahun 2030, pemerintah Arab Saudi juga berencana akan menambah kuota jemaah haji dan umrah yang semula hanya 2 hingga 4 juta, menjadi 10 juta. Kuota ini akan diprioritaskan untuk jemaah dari Indonesia.

"Kerja sama antar kedua negara tentunya akan memiliki dampak yang signifikan, baik dalam sektor ekonomi dan pariwisata. Roda ekonomi diharapkan akan dapat kembali berputar kembali di tengah pandemi ini utamanya dengan adanya kedatangan dari berbagai investor," ujar Dubes Esam Abid Althagafi.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang pengembangan pengusaha nasional, Arsjad Rasjid menyatakan, Indonesia akan membuka pintu sangat lebar bagi para investor, terlebih adanya proyek besar negara yaitu pemindahan Ibukota dari DKI Jakarta ke Kalimantan.

"Investor menjadi salah satu faktor penting yang dapat meningkatkan perekonomian Indonesia, di tengah masa pandemi Covid-19,” katanya.

Selain itu, kata Arsjad Rasjid, dengan adanya Undang-undang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja), akan memudahkan investor asing untuk masuk dan memperluas lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

"Kerja sama perdagangan tidak harus selalu dengan Eropa. Negara Timur Tengah dan Afrika juga punya peluang besar. Terlebih, Arab Saudi ingin mendatangkan investor banyak karena adanya proyek pemindahan ibu kota," ujar Arsjad Rasjid.

Sementara itu, Direktur Wahid Foundation Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid) mengapresiasi terbitnya buku karya Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Esam Abid Al Thagafi. Keberadaan buku tersebut menjadi gambaran betapa strategisnya posisi para diplomat dalam membangun peradaban manusia dan dunia. "Ini buku menarik, sarat pesan dan semangat menuju kebaikan bersama di tataran global,” kata Yenny Wahid.

Menurut Yenny, buku ini perlu disambut dengan semangat peningkatan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Timur Tengah lainnya dalam berbagai bidang. Semangat menuju kebaikan bersama tergambar pula dari banyak diplomat dan pemimpin negara-negara Timur Tengah yang ditemuinya selama ini.

Terutama, lanjut Yenny, mereka turut aktif menggelorakan gerakan anti-radikalisme global dengan mempromosikan spirit toleransi dan dialog antar-agama.

”Setidaknya itu yang saya tangkap dari hasil komunikasi yang cukup intens selama ini bersama beliau-beliau. Visi para pemimpin dunia yang bukan hanya layak diapresiasi tapi juga harus jadi inspirasi," tandas putri presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Raja Yordania: Krisis di Istana Sudah Berakhir

Raja Yordania Abdullah II akhirnya menegaskan krisis terburuk di istana sudah berakhir.

DUNIA | 8 April 2021

Biden Pulihkan Bantuan Rp 3,41 Triliun AS untuk Palestina

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden berencana untuk memberikan bantuan senilai US$ 235 juta (Rp 3,41 triliun ) kepada warga Palestina.

DUNIA | 8 April 2021

Cegah Lonjakan Covid-19, Selandia Baru Larang Masuk Pelancong dari India

Selandia Baru melarang masuknya pelancong dari India di tengah lonjakan kasus Covid-19.

DUNIA | 8 April 2021

Eropa Klaim Pembekuan Darah Terkait Vaksin Covid-19 Astrazeneca sebagai Kasus Sangat Langka

Badan Regulasi Obat Eropa mengakui terjadinya pembekuan darah dengan trombosit darah rendah sangat terkait dengan pemberian vaksin Covid-19 Astrazeneca.

DUNIA | 8 April 2021

2022, Zimbabwe Akan Capai Ketahanan Pangan

Zimbabwe menargetkan pencapaian ketahanan pangan pada tahun 2022 dan akan meningkatkan pendapatan rumah tangga sebesar 100% pada tahun 2024.

DUNIA | 8 April 2021

Dubes Myanmar di Inggris Diusir Paksa Junta Militer

Duta Besar Myanmar, Kyaw Zwar Minn terkunci dari kedutaan besar di London, Inggris, setelah atase militer menduduki gedung kedutaan dan melarangnya masuk

DUNIA | 8 April 2021

Astrazeneca Akan Cantumkan Potensi Risiko Pembekuan Darah di Label

Astrazeneca telah secara aktif bekerja sama dengan regulator untuk menerapkan perubahan ini pada informasi produk.

DUNIA | 8 April 2021

Rencana Prioritaskan Vaksin untuk Atlet Olimpiade Tokyo, Dikritik Warganet Jepang

Ada yang berkomentar, "berikan dulu pada ibuku," tulis salah satu warganet Jepang. "Atlet semuanya muda dan sehat".

DUNIA | 8 April 2021

Sejak Pandemi Covid-19 Mulai, Republik Cek Sudah Punya 4 Menkes

PM Republik Cek, Andrej Babis pada Rabu (7/4/2021) melantik Petr Arenberger, menteri kesehatan keempatnya sejak pandemi Covid-19 dimulai.

DUNIA | 7 April 2021

Rusia: Sanksi untuk Myanmar Akan Picu Perang Saudara

Rusia memperingatkan, Barat akan memicu perang saudara di Myanmar dengan menjatuhkan sanksi pada junta militer yang telah melakukan kudeta.

DUNIA | 7 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS