Jika Eropa Setuju, Jerman Ingin Beli Vaksin Covid-19 Sputnik V
Logo BeritaSatu

Jika Eropa Setuju, Jerman Ingin Beli Vaksin Covid-19 Sputnik V

Kamis, 8 April 2021 | 20:37 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Berlin, Beritasatu.com- Pemerintah Jerman berencana untuk berbicara dengan Moskwa tentang pembelian dosis vaksin Covid-19 Sputnik V Rusia jika disetujui oleh regulator Eropa.

Seperti dilaporkan AFP, Kamis (8/4/2021), rencana itu diungkap Menteri Kesehatan Jens Spahn kepada penyiar publik WDR. Dikatakan Jerman siap untuk melakukannya sendiri, tanpa Uni Eropa, jika penggunaan Sputnik bisa membuat Jerman mempercepat kampanye vaksinasi Covid-19.

"Komisi Uni Eropa kemarin mengatakan tidak akan menandatangani kontrak (untuk Sputnik) seperti untuk produsen lain - seperti BioNTech, misalnya - jadi saya katakan untuk Jerman dalam pertemuan para menteri kesehatan Uni Eropa bahwa kami akan mengadakan pembicaraan bilateral dengan Rusia," ujarnya.

Pengumuman itu datang satu hari setelah negara bagian Jerman, Bavaria, mengatakan telah menandatangani nota kesepahaman untuk membeli hingga 2,5 juta dosis vaksin Sputnik V jika disetujui oleh Badan Regulasi Obat Eropa atau European Medicines Agency (EMA). Selain opsi untuk mengimpor vaksin dari Rusia, fasilitas produksi juga akan disiapkan oleh perusahaan farmasi R-Pharm di kota Illertissen.

Ketertarikan Jerman yang besar pada vaksin Rusia muncul di tengah peluncuran inokulasi yang lambat, sekarang menjadi masalah penangkal petir saat Jerman bergulat dengan gelombang ketiga pandemi yang sengit.

Hanya 13% dari populasi Jerman yang telah menerima dosis pertama dari dua dosis vaksin Covid-19. Negara tersebut melaporkan lebih dari 20.000 infeksi baru pada hari Kamis dan lebih dari 300 kematian dalam 24 jam sebelumnya.

Bulan lalu, pemerintah Jerman menyatakan akan terbuka untuk menggunakan Sputnik V jika EMA memberikan lampu hijau.

EMA telah meluncurkan tinjauan bergulir terhadap Sputnik V, yang dapat menjadi vaksin virus corona non-Barat pertama yang digunakan di seluruh blok 27 negara.

Namun, Sputnik V telah menghadapi kritik di beberapa negara Barat, dan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menuduh Rusia dan Tiongkok menggunakan vaksin mereka untuk mendapatkan pengaruh di luar negeri.

Rusia mendaftarkan Sputnik V pada Agustus menjelang uji klinis skala besar, dan memicu kekhawatiran di antara para ahli atas proses jalur cepat. Tetapi ulasan Sputnik V selanjutnya sebagian besar positif. Hasil penerbitan jurnal medis The Lancet menunjukkan vaksin itu aman dan lebih dari 90 persen efektif.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Diserang Mantan Baperan, Ratu Kecantikan Sri Lanka Terluka

Mrs World 2020 Pushpika de Silva diserang mantan yang terlalu bawa perasaan atau “baperan.

DUNIA | 8 April 2021

Pakistan dan Rusia Perkuat Kerja Sama Bilateral

Pakistan dan Rusia memperkuat hubungan bilateral dan memperdalam sejumlah kerja sama,

DUNIA | 8 April 2021

Indonesia dan Arab Saudi Perkuat Hubungan Dagang

Pemerintah Arab Saudi juga berencana akan menambah kuota jemaah haji dan umrah pada tahun 2030.

DUNIA | 8 April 2021

Raja Yordania: Krisis di Istana Sudah Berakhir

Raja Yordania Abdullah II akhirnya menegaskan krisis terburuk di istana sudah berakhir.

DUNIA | 8 April 2021

Biden Pulihkan Bantuan Rp 3,41 Triliun AS untuk Palestina

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden berencana untuk memberikan bantuan senilai US$ 235 juta (Rp 3,41 triliun ) kepada warga Palestina.

DUNIA | 8 April 2021

Cegah Lonjakan Covid-19, Selandia Baru Larang Masuk Pelancong dari India

Selandia Baru melarang masuknya pelancong dari India di tengah lonjakan kasus Covid-19.

DUNIA | 8 April 2021

Eropa Klaim Pembekuan Darah Terkait Vaksin Covid-19 Astrazeneca sebagai Kasus Sangat Langka

Badan Regulasi Obat Eropa mengakui terjadinya pembekuan darah dengan trombosit darah rendah sangat terkait dengan pemberian vaksin Covid-19 Astrazeneca.

DUNIA | 8 April 2021

2022, Zimbabwe Akan Capai Ketahanan Pangan

Zimbabwe menargetkan pencapaian ketahanan pangan pada tahun 2022 dan akan meningkatkan pendapatan rumah tangga sebesar 100% pada tahun 2024.

DUNIA | 8 April 2021

Dubes Myanmar di Inggris Diusir Paksa Junta Militer

Duta Besar Myanmar, Kyaw Zwar Minn terkunci dari kedutaan besar di London, Inggris, setelah atase militer menduduki gedung kedutaan dan melarangnya masuk

DUNIA | 8 April 2021

Astrazeneca Akan Cantumkan Potensi Risiko Pembekuan Darah di Label

Astrazeneca telah secara aktif bekerja sama dengan regulator untuk menerapkan perubahan ini pada informasi produk.

DUNIA | 8 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS