Negara Bagian India Mulai Keluhkan Kelangkaan Vaksin Covid-19
Logo BeritaSatu

Negara Bagian India Mulai Keluhkan Kelangkaan Vaksin Covid-19

Kamis, 8 April 2021 | 20:58 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New Delhi, Beritasatu.com- Beberapa negara bagian India memperingatkan tentang kekurangan vaksin saat kasus Covid-19 memuncak. Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (8/4/2021), India melaporkan rekor 115.736 kasus Covid-19 baru pada Rabu, peningkatan hingga 13 kali lipat hanya dalam dua bulan.

Beberapa negara bagian, termasuk Maharashtra dan Odisha yang paling terpukul, mengeluhkan kelangkaan vaksin selama gelombang kedua yang memaksa beberapa pusat vaksinasi untuk menolak orang.

Hanya mereka yang berusia di atas 45 tahun yang sekarang diimunisasi di India, pembuat vaksin terbesar di dunia, yang memulai kampanyenya dengan petugas kesehatan dan pekerja garis depan lainnya pada pertengahan Januari.

"Pusat vaksinasi harus ditutup lebih awal karena kekurangan pasokan. Stok akan habis dalam tiga hari setelah injeksi harian lebih dari 450.000 dosis," keluh Menteri Kesehatan Maharashtra, Rajesh Tope, kepada wartawan.

Odisha mengatakan telah menutup hampir setengah dari lokasi imunisasinya karena kekurangan itu, dengan persediaan hanya tersisa untuk dua hari lagi.

Menteri Kesehatan India mengatakan keluhan, sebagian besar dari negara bagian yang tidak diatur oleh partai Perdana Menteri Narendra Modi, adalah upaya untuk menutupi kegagalan mereka dan menyebarkan kepanikan.

"Pasokan vaksin sedang dipantau secara waktu nyata, dan pemerintah negara bagian diberi tahu secara teratur tentang hal itu. Tuduhan kekurangan vaksin sama sekali tidak berdasar," bantah Harsh Vardhan.

Vardhan merepons positif permintaan dari negara bagian untuk memperluas dorongan imunisasi untuk memasukkan lebih banyak orang dewasa.

"Selama persediaan vaksin tetap terbatas, tidak ada pilihan selain memprioritaskan," tambahnya.

Maharashtra selama berminggu-minggu menyumbang lebih dari setengah kasus baru harian di India, yang pada Senin melampaui 100.000 untuk pertama kalinya. Pemerintah menyalahkan kebangkitan terutama pada kerumunan dan keengganan untuk mengenakan masker saat toko dan kantor dibuka kembali.

Negara bagian barat, Delhi, Punjab, dan Karnataka dalam beberapa hari terakhir memberlakukan pembatasan baru, termasuk jam malam.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jika Eropa Setuju, Jerman Ingin Beli Vaksin Covid-19 Sputnik V

Pemerintah Jerman berencana untuk berbicara dengan Moskwa tentang pembelian dosis vaksin Covid-19 Sputnik V Rusia jika disetujui oleh regulator Eropa.

DUNIA | 8 April 2021

Diserang Mantan Baperan, Ratu Kecantikan Sri Lanka Terluka

Mrs World 2020 Pushpika de Silva diserang mantan yang terlalu bawa perasaan atau “baperan.

DUNIA | 8 April 2021

Pakistan dan Rusia Perkuat Kerja Sama Bilateral

Pakistan dan Rusia memperkuat hubungan bilateral dan memperdalam sejumlah kerja sama,

DUNIA | 8 April 2021

Indonesia dan Arab Saudi Perkuat Hubungan Dagang

Pemerintah Arab Saudi juga berencana akan menambah kuota jemaah haji dan umrah pada tahun 2030.

DUNIA | 8 April 2021

Raja Yordania: Krisis di Istana Sudah Berakhir

Raja Yordania Abdullah II akhirnya menegaskan krisis terburuk di istana sudah berakhir.

DUNIA | 8 April 2021

Biden Pulihkan Bantuan Rp 3,41 Triliun AS untuk Palestina

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden berencana untuk memberikan bantuan senilai US$ 235 juta (Rp 3,41 triliun ) kepada warga Palestina.

DUNIA | 8 April 2021

Cegah Lonjakan Covid-19, Selandia Baru Larang Masuk Pelancong dari India

Selandia Baru melarang masuknya pelancong dari India di tengah lonjakan kasus Covid-19.

DUNIA | 8 April 2021

Eropa Klaim Pembekuan Darah Terkait Vaksin Covid-19 Astrazeneca sebagai Kasus Sangat Langka

Badan Regulasi Obat Eropa mengakui terjadinya pembekuan darah dengan trombosit darah rendah sangat terkait dengan pemberian vaksin Covid-19 Astrazeneca.

DUNIA | 8 April 2021

2022, Zimbabwe Akan Capai Ketahanan Pangan

Zimbabwe menargetkan pencapaian ketahanan pangan pada tahun 2022 dan akan meningkatkan pendapatan rumah tangga sebesar 100% pada tahun 2024.

DUNIA | 8 April 2021

Dubes Myanmar di Inggris Diusir Paksa Junta Militer

Duta Besar Myanmar, Kyaw Zwar Minn terkunci dari kedutaan besar di London, Inggris, setelah atase militer menduduki gedung kedutaan dan melarangnya masuk

DUNIA | 8 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS