India Mempercepat Otorisasi Vaksin di Dalam Negeri
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

India Mempercepat Otorisasi Vaksin di Dalam Negeri

Selasa, 13 April 2021 | 23:49 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

New Delhi, Beritasatu.com - Pemerintah India telah mengizinkan penggunaan darurat vaksin Sputnik V Covid-19 Rusia. Pihak berwenang pada Selasa (13/4/2021) mengatakan akan mempercepat persetujuan untuk vaksin lain yang telah melewati negara-negara besar lainnya, dikarenakan tingkat infeksi melonjak ke rekor tertinggi baru di negara tersebut.

Pemerintah telah menghadapi permintaan yang meningkat untuk menyetujui lebih banyak vaksin selama lonjakan kasus di antara 1,3 miliar populasi, sementara inokulasi massal lebih lambat dari perkiraan.

Sputnik V adalah obat ketiga yang mendapat otorisasi oleh pemerintah India setelah Covishield dan Covaxin dari Oxford-AstraZeneca, yang dikembangkan oleh perusahaan India Bharat Biotech.

Panel ahli SEC mengatakan vaksin Rusia harus diotorisasi dalam situasi darurat dan memang telah diterima, kata kementerian kesehatan dalam sebuah pernyataan.

G.V. Prasad, salah satu ketua perusahaan farmasi Dr Reddy's Laboratories, mengatakan perusahaannya sangat senang mendapatkan otorisasi penggunaan darurat. “Dengan meningkatnya kasus di India, vaksinasi adalah alat yang paling efektif dalam memerangi Covid-19,” ia menambahkan.

Uji Coba Pasca-Persetujuan

Kementerian Kesehatan India juga mengatakan akan mempercepat persetujuan vaksin yang tidak dibuat di India, tidak seperti tiga vaksin yang pertama yang disetujui. Tujuannya memperluas keranjang vaksin untuk penggunaan dalam negeri, serta menambah kecepatan dan cakupan vaksinasi.

Vaksin harus sudah mendapatkan otorisasi penggunaan darurat oleh regulator. Sama seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS), Badan Pengobatan Eropa (EMA) dan lainnya di Inggris atau Jepang, ataupun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata kementerian itu.

Persyaratan untuk uji klinis pra-persetujuan akan diganti dengan uji coba pasca otorisasi. "Saya pikir ini penting ... pada dasarnya ini adalah satu langkah lagi untuk membuka vaksinasi ke sektor swasta dan ini bagus, karena sektor pemerintah saja tidak akan mampu menangani beban itu," ahli virus Shahid Jameel mengatakan kepada AFP, Selasa (13/4).

"Jadi jika Pfizer atau Moderna ingin memasukkan vaksin mereka melalui pemasok, bukan produsen, maka itu mungkin sekarang," imbuhnya.

Pemerintah India pada Senin (12/4/2021) melaporkan lebih dari 161.000 kasus baru, lebih dari 100.000 infeksi telah dicatat di hari ketujuh berturut-turut. Itu membuat total kasus negara menjadi hampir 13,7 juta.

Otoritas lokal telah memberlakukan jam malam dan membatasi pergerakan dan aktivitas penduduk.

Di ibu kota keuangan India, Mumbai, pihak berwenang telah memerintahkan pembangunan tiga rumah sakit tambahan masing-masing dengan 2.000 tempat tidur dalam enam minggu ke depan. Jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19 juga telah ditingkatkan di New Delhi.

Sputnik V, yang didukung oleh Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), sudah memiliki perjanjian produksi di India untuk menghasilkan 852 juta dosis.

Kepala Eksekutif RDIF Kirill Dmitriev mengatakan dalam sebuah pernyataan, persetujuan itu merupakan tonggak penting setelah kerja sama ekstensif pada uji klinis vaksin di India.

Dmitriev mengatakan kepada penyiar India NDTV, dosis pertama bisa siap pada akhir April atau Mei dengan peningkatan kenaikan produksi pada Juni.

"Kami yakin pada Juni, kami akan benar-benar memiliki kapasitas produksi yang baik di India dan akan menjadi pemain yang sangat berarti dalam program vaksinasi di India," ia menambahkan.

India, rumah bagi produsen vaksin terbesar di dunia, memulai upaya inokulasi pada pertengahan Januari lalu dan telah memberikan lebih dari 108 juta dosis sejauh ini.

Tetapi tujuan ambisius pemerintah untuk memvaksinasi 300 juta orang pada akhir Juli terhambat oleh laporan kekurangan vaksin di beberapa negara bagian, ditambah keraguan masyarakat atas vaksin.

Pemerintah juga telah memperlambat ekspor vaksin karena kasus yang meningkat di dalam negeri. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Indonesia Beri Bantuan Rp 4,3 Miliar untuk Mozambik dan Zimbabwe

Pemerintah Indonesia memberikan bantuan dalam upaya pemulihan pasca-bencana di Mozambik dan Zimbabwe dengan total Rp 4,3 miliar.

DUNIA | 13 April 2021

PBB Khawatir Myanmar Menuju ke Konflik Seperti Suriah

Myanmar berada dalam kekacauan dan ekonominya lumpuh sejak militer merebut kekuasaan dari pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari.

DUNIA | 13 April 2021

Presiden Jokowi Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Kanselir Angela Merkel

Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Kanselir Jerman Angela Merkel secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor.

DUNIA | 13 April 2021

Ramadan, Biden Minta Hentikan Kebencian terhadap Umat Muslim

Saya dan Jill menyampaikan salam hangat dan mengucapkan semoga Ramadan yang diberkahi kepada komunitas Muslim di AS dan seluruh dunia.

DUNIA | 13 April 2021

Aktivis Myanmar Siap Protes selama Liburan Thingyan

Para aktivis mendesak masyarakat pada perayaan tahun ini untuk tetap melakukan protes simbolis dari awal liburan pada Selasa.

DUNIA | 13 April 2021

Air Radiasi Reaktor Nuklir Fukushima Akan Dilepas ke Laut Jepang

Otoritas Jepang akan melepaskan air radiasi dari pembangkit nuklir Fukushima ke laut.

DUNIA | 13 April 2021

Menyela Tayangan Sinetron, Liputan Kematian Pangeran Philip Dikeluhkan Penonton ABC

Stasiun nasional Australia ABC menerima 435 keluhan penonton dan penggemar sinetron Vera, setelah disela liputan kematian Pangeran Philip.

DUNIA | 13 April 2021

PM Israel Tidak Izinkan Iran Dapat Senjata Nuklir

PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Senin (12/4/2021), bahwa Israel tidak akan pernah mengizinkan Iran mendapatkan senjata nuklir.

DUNIA | 13 April 2021

Sputnik V Jadi Vaksin Covid-19 Ketiga yang Diakui India

Sputnik V menjadi vaksin Covid-19 ketiga telah disetujui untuk digunakan di India

DUNIA | 13 April 2021

Aktor Dwayne Johnson Akan Calonkan Jadi Presiden AS Jika Dipilih Rakyat

Aktor berusia 48 tahun ini memang beberapa tahun belakangan disebut-sebut akan mencoba untuk memasuki Gedung Putih.

DUNIA | 13 April 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS