Dampak Covid-19, Jerman Akan Pikul Utang Baru Rp 11.335 Triliun
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dampak Covid-19, Jerman Akan Pikul Utang Baru Rp 11.335 Triliun

Rabu, 14 April 2021 | 08:31 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Berlin, Beritasatu.com- Pemerintah federal, negara bagian, dan daerah Jerman akan memikul utang baru sekitar 650 miliar euro (Rp 11.335 triliun) antara tahun 2020 dan 2022 selama krisis Covid-19.

Seperti dilaporkan Xinhua, Selasa (13/4/2021), perhitungan itu dibuat dari studi yang dilakukan Institut Ekonomi Jerman (IW).

"Bergantung pada apa yang terjadi dalam beberapa minggu dan bulan mendatang, angka ini bisa lebih tinggi. Pandemi Covid-19 sebelumnya dan kini tetap menjadi tantangan ekonomi dan sosial politik terbesar pada periode pascaperang," kata Direktur IW Michael Huether.

Jika semua utang Covid-19 Jerman harus dilunasi dalam waktu 20 tahun, seperti yang direncanakan pemerintah, negara tersebut harus membayar 24 miliar euro (Rp 418 triliun) setiap tahun. Menurut IW, sebagai gantinya, pemerintah harus melakukan penghematan di sektor lain sehingga sektor publik dapat menghasilkan surplus lagi.

IW mencatat bahwa perpanjangan waktu pembayaran utang terkait virus corona akan meringankan anggaran publik di tahun-tahun mendatang. IW merekomendasikan untuk memperpanjang koridor pembayaran selama 40 tahun. Hal itu mengingat pentingnya investasi lain untuk pertumbuhan baru.

"Rencana pembayaran saat ini sangat ambisius, tetapi tidak konsisten dan mengarah pada masalah makroekonomi yang tidak perlu. Diperlukan investasi berorientasi masa depan agar Jerman dapat mengatasi utang virus corona," kata Huether.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dengan Vaksin Astrazeneca, Zambia Mulai Gelar Vaksinasi Covid-19

Zambia meluncurkan program vaksinasi Covid-19 pada Rabu (14/4/2021) dengan vaksin Astrazeneca

DUNIA | 14 April 2021

Karantina Nasional Berlaku di Bangladesh, Puluhan Ribu Warga Dhaka Mengungsi

Puluhan ribu orang mengungsi dari Dhaka pada Selasa (13/4/2021) jelang pemberlakuan karantina nasional.

DUNIA | 14 April 2021

G7 Desak Rusia Hentikan Provokasi di Ukraina

Kelompok negara G7 meminta Rusia untuk menghentikan provokasi dan mengurangi ketegangan di Ukraina.

DUNIA | 14 April 2021

Swedia Tuding Rusia Dalang Peretasan Badan Olahraga

Pihak berwenang Swedia menuding intelijen militer Rusia telah meretas badan olahraga Swedish Sports Confederation untuk mendiskreditkan para atletnya.

DUNIA | 13 April 2021

India Mempercepat Otorisasi Vaksin di Dalam Negeri

Pemerintah India telah mengizinkan penggunaan darurat vaksin Sputnik V Covid-19 Rusia.

DUNIA | 13 April 2021

Indonesia Beri Bantuan Rp 4,3 Miliar untuk Mozambik dan Zimbabwe

Pemerintah Indonesia memberikan bantuan dalam upaya pemulihan pasca-bencana di Mozambik dan Zimbabwe dengan total Rp 4,3 miliar.

DUNIA | 13 April 2021

PBB Khawatir Myanmar Menuju ke Konflik Seperti Suriah

Myanmar berada dalam kekacauan dan ekonominya lumpuh sejak militer merebut kekuasaan dari pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari.

DUNIA | 13 April 2021

Presiden Jokowi Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Kanselir Angela Merkel

Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Kanselir Jerman Angela Merkel secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor.

DUNIA | 13 April 2021

Ramadan, Biden Minta Hentikan Kebencian terhadap Umat Muslim

Saya dan Jill menyampaikan salam hangat dan mengucapkan semoga Ramadan yang diberkahi kepada komunitas Muslim di AS dan seluruh dunia.

DUNIA | 13 April 2021

Aktivis Myanmar Siap Protes selama Liburan Thingyan

Para aktivis mendesak masyarakat pada perayaan tahun ini untuk tetap melakukan protes simbolis dari awal liburan pada Selasa.

DUNIA | 13 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS