Pertama di Dunia, Selandia Baru Luncurkan Aturan Perubahan Iklim
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pertama di Dunia, Selandia Baru Luncurkan Aturan Perubahan Iklim

Rabu, 14 April 2021 | 14:10 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Wellington, Beritasatu.com- Selandia Baru akan menjadi negara pertama di dunia yang memberlakukan undang-undang yang memaksa perusahaan keuangannya melaporkan dampak perubahan iklim.

Seperti dilaporkan BBC, Rabu (14/4/2021), Selandia Baru ingin menjadi netral karbon pada tahun 2050. Otoritas menyatakan sektor keuangan perlu memainkan perannya.

“Bank, perusahaan asuransi dan pengelola dana dapat melakukan ini dengan mengetahui dampak lingkungan dari investasi mereka,” kata Menteri Perubahan Iklim James Shaw.

Legislasi diharapkan menerima pembacaan pertama minggu ini.

"Undang-undang ini akan membawa risiko iklim dan ketahanan ke jantung pengambilan keputusan keuangan dan bisnis," kata Shaw.

Sekitar 200 perusahaan terbesar di negara itu dan beberapa perusahaan asing yang memiliki aset lebih dari NZ $ 1 miliar (US$ 703 juta atau Rp 10,25 triliun) akan berada di bawah undang-undang tersebut.

"Menjadi negara pertama di dunia yang memperkenalkan undang-undang seperti ini berarti kami memiliki kesempatan untuk menunjukkan kepemimpinan yang nyata dan membuka jalan bagi negara lain untuk mewajibkan pengungkapan terkait iklim," kata Menteri Urusan Perdagangan dan Konsumen Selandia Baru David Clark.

Undang-undang akan memaksa perusahaan keuangan untuk menilai tidak hanya investasi mereka sendiri, tetapi juga untuk mengevaluasi perusahaan tempat mereka meminjamkan uang, dalam kaitannya dengan dampak lingkungan mereka.

"Sementara beberapa bisnis telah mulai menerbitkan laporan tentang bagaimana perubahan iklim dapat mempengaruhi bisnis, strategi dan posisi keuangan mereka, jalan masih panjang," tambah Clark.

Setelah undang-undang tersebut disahkan, perusahaan harus mulai melaporkan dampak perubahan iklim pada tahun 2023. Bank semakin mendapat tekanan untuk meningkatkan upaya membantu memerangi perubahan iklim.
Pekan lalu, Duke of Cambridge mendesak bank-bank untuk "berinvestasi di alam" guna membantu memerangi perubahan iklim global.

Berbicara pada pertemuan IMF dan Bank Dunia, Pangeran William mengatakan bahwa melindungi alam terus memainkan peran kecil dalam memerangi pemanasan global.

"Kita harus berinvestasi di alam, melalui reboisasi, pertanian berkelanjutan, dan mendukung lautan yang sehat, karena melakukan itu adalah salah satu cara yang paling hemat biaya dan berdampak untuk mengatasi perubahan iklim," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Iran Akan Mulai Pengayaan Uranium Hingga 60 %

Iran telah memberi tahu Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tentang rencananya untuk memperkaya uranium dengan kemurnian 60%.

DUNIA | 14 April 2021

Untuk Masuk Makkah, Saudi Hanya Izinkan Jemaah yang Sudah Divaksin

Otoritas Arab Saudi hanya mengizinkan para jemaah umrah yang sudah divaksinasi Covid-19 untuk masuk ke Masjidil Haram, Makkah,

DUNIA | 14 April 2021

2021, Meksiko Segera Produksi Vaksin Covid-19

Meksiko segera mengembangkan produksi vaksin melawan Covid-19 dan diharapkan mendapat persetujuan untuk penggunaan darurat pada tahun 2021.

DUNIA | 14 April 2021

Biden Lanjutkan Transaksi Senjata Senilai Rp 335 Triliun ke UEA

Administrasi Presiden AS Joe Biden sedang melanjutkan penjualan senjata lebih dari Rp 340 triliun ke Uni Emirat Arab (UEA), termasuk pesawat F-35

DUNIA | 14 April 2021

Untuk Kebutuhan Global, Moderna Sudah Pasok 132 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Produsen vaksin Moderna mengklaim sudah memasok 132 juta dosis vaksin Covid-19 untuk kebutuhan global.

DUNIA | 14 April 2021

Kapal MV Ever Given Disita, Pemilik pun Didenda

Otoritas Terusan Suez (SCA) menuntut ganti rugi kepada pemilik kapal MV Ever Given yang telah membuat Terusan Suez lumpuh beberapa waktu lalu.

DUNIA | 14 April 2021

Sejumlah Negara Tangguhkan Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson

Amerika Serikat (AS), Afrika Selatan, dan Uni Eropa untuk sementara akan menangguhkan peluncuran vaksin Covid Johnson & Johnson (J&J).

DUNIA | 14 April 2021

Untuk 80% Populasi, Malaysia Klaim Punya Cukup Vaksin Covid-19

Pemerintah Malaysia mengklaim punya cukup vaksin Covid-19 untuk memvaksinasi 80% populasi pada Oktober.

DUNIA | 14 April 2021

Seluruh Pasukan AS Ditarik dari Afganistan pada 11 September

Presiden AS Joe Biden akan menarik pulang semua pasukan AS dari Afganistan sebelum peringatan 20 tahun serangan 11 September tahun ini.

DUNIA | 14 April 2021

Dampak Covid-19, Jerman Akan Pikul Utang Baru Rp 11.335 Triliun

Pemerintah federal, negara bagian, dan daerah Jerman akan memikul utang baru sekitar Rp 11.335 triliun antara tahun 2020 dan 2022 selama krisis Covid-19.

DUNIA | 14 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS