Joe Biden akan Menarik Semua Pasukan AS dari Afghanistan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Joe Biden akan Menarik Semua Pasukan AS dari Afghanistan

Rabu, 14 April 2021 | 20:44 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Rabu (14/4/2021) akan secara resmi mengumumkan penarikan semua pasukan AS dari Afghanistan sebelum peringatan 20 tahun serangan 11 September tahun ini. Para pejabat mengatakan, langkah ini akhirnya menutup perang terpanjang Amerika terlepas dari meningkatnya ketakutan akan kemenangan Taliban.

Penarikan tersebut tertunda hanya sekitar lima bulan setelah kesepakatan dengan Taliban oleh mantan presiden Donald Trump untuk menarik pasukan, di tengah konsensus yang berkembang di AS bahwa hanya sedikit yang bisa dicapai.

Keputusan itu diambil ketika pemerintah Turki mengumumkan konferensi perdamaian internasional tentang Afghanistan dengan harapan bisa mencapai kesepakatan yang membawa stabilitas, ke negara yang dilanda perang hampir 40 tahun.

Tetapi Taliban mengatakan mereka akan memboikot konferensi tersebut.

Biden sebelumnya telah memikirkan untuk menyimpan kekuatan sisa untuk menyerang Al-Qaeda atau ancaman ekstremis Negara Islam (IS) yang muncul, atau melakukan penarikan bergantung pada kemajuan di lapangan atau dalam pembicaraan damai yang bergerak lambat.

Pada akhirnya, ia memutuskan untuk tidak melakukan keduanya dan akan memerintahkan penarikan lengkap, selain personel AS yang dengan jumlah terbatas untuk menjaga instalasi AS. Termasuk menjaga kedutaan besar di Kabul, menurut seorang pejabat senior.

"Presiden menilai bahwa pendekatan berbasis kondisi, yang telah menjadi strategi pendekatan sejak dua dekade sebelumnya, adalah resep untuk tinggal di Afghanistan selamanya," tutur pejabat itu kepada wartawan dengan syarat anonimitas, Rabu (14/4/2021).

Menlu AS Antony Blinken mengatakan, saatnya telah tiba untuk membawa pasukan pulang dan pemerintah AS akan menyusun rencana penarikan terkoordinasi dengan sekutu NATO.

“Bersama-sama, kami telah mencapai tujuan yang ingin kami capai dan sekarang saatnya untuk membawa kekuatan kami kembali ke rumah," ujar Blinken menjelang pembicaraan dengan mitra NATO di Brussel.

Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer mengatakan pada Rabu, NATO kemungkinan akan bergabung dengan AS untuk menarik pasukannya pada September.

"Kami selalu berkata kami akan masuk bersama, kami akan pergi bersama," katanya kepada televisi publik ARD.

Sementara itu, surat kabar Times mengatakan pemerintah Inggris akan menarik sekitar 750 tentaranya, mengutip sumber yang mengatakan "mereka akan berjuang tanpa dukungan Amerika karena ketergantungan pada pangkalan dan infrastruktur AS". Pemerintah tidak menyangkal laporan tersebut.

Di bawah kesepakatan pemerintahan Trump pada Februari 2020 dengan Taliban, semua pasukan AS akan pergi pada Mei 2021 sebagai imbalan atas janji para pemberontak untuk tidak mendukung Al Qaeda dan ekstremis asing lainnya. Ini adalah alasan awal invasi 2001.

Berjuang Untuk Melanjutkan

Pejabat Biden mengatakan, penarikan akan dimulai pada Mei dan penundaan itu sebagian besar bersifat logistik. Pasukan mungkin keluar dari Afghanistan jauh sebelum 11 September.

Pejabat itu memperingatkan Taliban, yang sedang mengamati gencatan senjata dengan AS tetapi tidak dengan pasukan Afghanistan, untuk tidak membangun pasukan koalisi saat AS pergi. Pejabat tersebut mengatakan, dalam menanggapi setiap serangan pihaknya akan membalas dengan keras.

Pertarungan kemungkinan besar akan berlanjut. Laporan penilaian ancaman yang diterbitkan Selasa (13/4) oleh direktur intelijen nasional mengatakan Taliban "yakin dapat mencapai kemenangan militer".

Warga sipil Afghanistan telah lama membayar harga yang tidak proporsional dalam pertempuran tersebut. Kebangkitan Taliban juga telah menimbulkan ketakutan khusus di kalangan perempuan asal Afghanistan.

Taliban menerapkan cap Islam Sunni keras, yang melarang perempuan dari sekolah, kantor, musik, dan sebagian besar kehidupan sehari-hari, selama 1996-2001 Taliban menguasai sebagian besar Afghanistan. Dua dekade kemudian, 40% anak sekolah adalah perempuan.

Pejabat Biden mengatakan, pemerintah AS akan menggunakan alat-alat non-militer yang dimiliki untuk mempromosikan hak perempuan termasuk mendukung bantuan sipil.

Upaya Perdamaian di Turki

Keputusan Biden dipublikasi saat pemerintah Turki mengatakan akan menjadi tuan rumah konferensi perdamaian yang didukung AS. Konferensi yang berlangsung 24 April hingga 4 Mei tersebut akan mempertemukan pemerintah Afghanistan, Taliban, dan sejumlah mitra internasional.

Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan, pertemuan itu bertujuan untuk mencapai semacam penyelesaian politik dan mengakhiri konflik.

Tetapi Mohammad Naeem, juru bicara Taliban di Qatar, mengatakan para pemberontak tidak akan berpartisipasi konferensi apapun tentang masa depan Afghanistan. "Sampai semua pasukan asing benar-benar mundur dari tanah air kita," ujarnya.

Banyak pengamat percaya Taliban mengira mereka telah menang secara efektif dan dapat menunggu penarikan AS.

Satu dekade lalu, pemerintah AS memiliki sekitar 100.000 tentara di Afghanistan sebagai bagian dari strategi "gelombang besar" oleh presiden saat itu Barack Obama untuk mengalahkan Taliban.

Jumlah pasukan pada akhir masa kepresidenan Trump turun menjadi 2.500, ketika dukungan untuk aksi militer memudar. Pada Februari tahun ini, NATO memiliki sekitar 10.000 tentara di Afghanistan. (afp/eld)



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menlu Australia Tunjuk Penny Williams Jadi Dubes Baru untuk Indonesia

Dia sebelumnya pernah menjabat di luar negeri sebagai Duta Besar Australia untuk Malaysia.

DUNIA | 14 April 2021

Senator Republikan Ingin Melarang "Pernikahan" Raksasa Teknologi, Ini Alasannya

RUU antimonopoli yang akan melarang "perkawinan" atau merger dan akuisisi oleh raksasa teknologi dengan kapitalisasi di atas US$ 100 miliar.

DUNIA | 14 April 2021

PBB: Krisis Myanmar Bisa Meledak Jadi Konflik Besar

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan situasi Myanmar dapat memburuk menjadi konflik besar-besaran.

DUNIA | 14 April 2021

Land Rover Kesayangan Akan Iringi Pemakaman Pangeran Philip

Pada saat acara pemakaman Sabtu (17/4/2021), mobil Land Rover kesayangan suami dari Ratu Elizabeth II itu akan ikut mengiringi.

DUNIA | 14 April 2021

Pertama di Dunia, Selandia Baru Luncurkan Aturan Perubahan Iklim

Selandia Baru akan menjadi negara pertama di dunia yang memberlakukan undang-undang yang memaksa perusahaan keuangan melaporkan dampak perubahan iklim.

DUNIA | 14 April 2021

Iran Akan Mulai Pengayaan Uranium Hingga 60 %

Iran telah memberi tahu Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tentang rencananya untuk memperkaya uranium dengan kemurnian 60%.

DUNIA | 14 April 2021

Untuk Masuk Makkah, Saudi Hanya Izinkan Jemaah yang Sudah Divaksin

Otoritas Arab Saudi hanya mengizinkan para jemaah umrah yang sudah divaksinasi Covid-19 untuk masuk ke Masjidil Haram, Makkah,

DUNIA | 14 April 2021

2021, Meksiko Segera Produksi Vaksin Covid-19

Meksiko segera mengembangkan produksi vaksin melawan Covid-19 dan diharapkan mendapat persetujuan untuk penggunaan darurat pada tahun 2021.

DUNIA | 14 April 2021

Biden Lanjutkan Transaksi Senjata Senilai Rp 335 Triliun ke UEA

Administrasi Presiden AS Joe Biden sedang melanjutkan penjualan senjata lebih dari Rp 340 triliun ke Uni Emirat Arab (UEA), termasuk pesawat F-35

DUNIA | 14 April 2021

Untuk Kebutuhan Global, Moderna Sudah Pasok 132 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Produsen vaksin Moderna mengklaim sudah memasok 132 juta dosis vaksin Covid-19 untuk kebutuhan global.

DUNIA | 14 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS