Rouhani: Iran Tidak Ingin Buat Bom Nuklir
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Rouhani: Iran Tidak Ingin Buat Bom Nuklir

Jumat, 16 April 2021 | 12:27 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Teheran, Beritasatu.com- Presiden Iran Hassan Rouhani pada Kamis (15/4/2021) menepis kekhawatiran tentang rencana Iran untuk memperkaya uranium hingga kemurnian 60%. Menurut kantor berita IRNA, Rouhani menegaskan Iran tidak sedang membuat bom nuklir.

"Beberapa orang menafsirkan bahwa 60 persen adalah cara untuk mencapai 90 persen (pengayaan uranium). Itu tidak benar. Salah jika kita berpikir bahwa kita sedang membuka jalan untuk produksi bom atom," kata Rouhani seperti dikutip oleh pejabat.

Seperti dilaporkan Xinhua, pada Selasa, Iran memberi tahu Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tentang rencananya untuk memperkaya uranium dengan kemurnian 60% setelah serangan terhadap fasilitas nuklir Natanz miliknya.

"Hari ini, jika mau, kami bisa memperkaya 90 persen (uranium), tapi kami tidak membuat bom nuklir. Amerika Serikat harus kembali ke kesepakatan nuklir 2015, atau Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), dan menghapus sanksi anti-Iran," katanya.

Iran juga menyatakan akan memasang 1.000 sentrifugal tambahan dengan kapasitas pengayaan 50% lebih tinggi di fasilitas nuklir.

Pada Rabu (14/4), Rouhani mengatakan rencana Iran untuk meluncurkan sentrifugal IR-6 dan pengayaan uranium 60% adalah "tanggapan terhadap kejahatan" yang dilakukan oleh negara lain.

Pemadaman listrik melanda fasilitas pengayaan Natanz di Iran tengah pada Minggu pagi. Otoritas Iran menuduh Israel melakukan "sabotase" baru-baru ini.

Di bawah kesepakatan nuklir 2015, Iran hanya diizinkan untuk memperkaya uranium hingga kemurnian 3,67% dan timbunannya tidak boleh lebih dari 300 kg.

Namun, dalam menanggapi penarikan AS dari kesepakatan dan pengenaan sanksi, Iran pada 4 Januari tahun ini mulai memproduksi pengayaan uranium hingga 20% dari kemurnian dan Organisasi Energi Atom Iran mengumumkan pada 3 April bahwa persediaannya telah mencapai 50 kg.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Denmark Akan Sumbang Vaksin Covid-19 Astrazeneca ke Negara Miskin

Denmark akan menyumbang vaksin Covid-19 Astrazeneca ke negara-negara miskin setelah menyatakan vaksin itu terlalu berbahaya bagi warganya.

DUNIA | 16 April 2021

Vaksin Covid-19 Tersedia, tetapi Antusias Warga Senegal Rendah

Banyak negara mengeluhkan pasokan vaksin Covid-19 yang minim. Tapi di Mbao, Senegal, situs vaksinasi tampak kosong selama beberapa hari.

DUNIA | 16 April 2021

WHO: Eropa Lampaui Satu Juta Kasus Kematian Akibat Covid-19

Benua Eropa telah melampaui satu juta kasus kematian akibat Covid-19

DUNIA | 16 April 2021

Tiongkok: Pelepasan Air Fukushima Ancam Keamanan Pangan

Tiongkok memperingatkan kemungkinan ancaman yang ditimbulkan oleh pelepasan air limbah pembangkit nuklir Fukushima Jepang.

DUNIA | 16 April 2021

BBC Terima 110.000 Keluhan Soal Liputan Pangeran Philip

Liputan media Inggris, BBC soal kematian Pangeran Philip menyebabkan hampir 110.000 keluhan tentang program yang dibatalkan dan jadwal yang jelas.

DUNIA | 16 April 2021

Eropa Setujui Sanksi Dua Perusahaan Myanmar

Uni Eropa (UE) telah setuju untuk menjatuhkan sanksi kepada 10 orang yang terkait dengan kudeta 1 Februari di Myanmar.

DUNIA | 16 April 2021

Meskipun Didera Isu Keamanan, Polandia Tetap Gunakan Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson

Polandia memulai peluncuran vaksin Covid Johnson & Johnson pada Kamis (15/4/2021) meskipun ada keberatan di dalam negeri dan masalah kesehatan.

DUNIA | 16 April 2021

Terkait Campur Tangan Pemilu, AS Usir 10 Diplomat Rusia

Pemerintahan Joe Biden pada Kamis (15/4/2021) mengumumkan bahwa Amerika Serikat (AS) mengusir 10 diplomat Rusia.

DUNIA | 16 April 2021

Tingkat Korupsi Malaysia Mengkhawatirkan, Tapi Belum Jadi "Pandemi"

Korupsi di Malaysia berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Meskipun demikian, situasinya belum menjadi "pandemi".

DUNIA | 16 April 2021

Potensi Ancaman Serius, WN Prancis Diminta Tinggalkan Pakistan

Pemerintah Prancis telah menyarankan warga negara Prancis untuk sementara meninggalkan Pakistan.

DUNIA | 16 April 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS