Prancis Akan Longgarkan Pembatasan Mulai 2 Mei
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 473 (4)   |   COMPOSITE 5928 (47)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1400 (9)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 165 (0)   |   IDX30 468 (4)   |   IDX80 126 (1)   |   IDXBASIC 1227 (14)   |   IDXBUMN20 356 (2)   |   IDXCYCLIC 731 (3)   |   IDXENERGY 739 (8)   |   IDXESGL 128 (1)   |   IDXFINANCE 1321 (7)   |   IDXG30 132 (2)   |   IDXHEALTH 1286 (3)   |   IDXHIDIV20 414 (2)   |   IDXINDUST 951 (5)   |   IDXINFRA 866 (3)   |   IDXMESBUMN 101 (0)   |   IDXNONCYC 729 (12)   |   IDXPROPERT 870 (4)   |   IDXQ30 134 (0)   |   IDXSMC-COM 279 (2)   |   IDXSMC-LIQ 330 (4)   |   IDXTECHNO 3335 (-5)   |   IDXTRANS 1037 (14)   |   IDXV30 125 (1)   |   INFOBANK15 950 (3)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 403 (3)   |   ISSI 174 (1)   |   JII 570 (7)   |   JII70 202 (2)   |   KOMPAS100 1121 (10)   |   LQ45 880 (8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1578 (13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 299 (2)   |   PEFINDO25 291 (6)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 291 (3)   |   SRI-KEHATI 338 (2)   |   TRADE 872 (0)   |  

Prancis Akan Longgarkan Pembatasan Mulai 2 Mei

Rabu, 21 April 2021 | 23:36 WIB
Oleh : Grace Eldora Sinaga / JAS

Paris, Beritasatu.com – Pemerintah Prancis berencana mencabut pembatasan perjalanan dan melonggarkan jam malam nasional mulai 2 Mei 2021, dengan ekspektasi kasus Covid-19 harian akan segera mulai turun.

Sumber yang dekat dengan kepresidenan mengatakan kepada AFP, Presiden Prancis Emmanuel Macron juga bermaksud tetap berpegang pada sasaran untuk memungkinkan restoran melayani pelanggan di luar ruangan mulai pertengahan Mei. Pihaknya juga akan membuka kembali bioskop, teater, dan museum dengan kapasitas yang berkurang.

Bisnis non-makanan juga akan membuka pintunya pada pertengahan Mei. Sebelumnya Macron mengumumkan penutupan dari 3 April untuk membatasi gelombang ketiga infeksi virus corona, yang sekali lagi telah mempersulit rumah sakit dan tenaga kesehatannya.

Orang-orang saat ini harus tetap berada dalam jarak 10 kilometer (km) dari rumah mereka dan jam malam pukul 19.00 diberlakukan, meskipun mulai 2 Mei kedua batasan akan dilonggarkan, sumber itu mengatakan kepada AFP pada Selasa (20/4/2021) malam.

Macron juga memerintahkan penutupan sekolah pada April untuk memperlambat wabah. Tetapi siswa taman kanak-kanak dan sekolah dasar diatur untuk kembali ke sekolah pada Senin 26 April, sedangkan siswa yang lebih tua pada 3 Mei.

Restoran, kafe, dan bar telah ditutup sejak 30 Oktober, aturan yang menekan bagi pemiliknya terlepas dari dukungan keuangan masif dari pemerintah untuk mengimbangi pendapatan yang hilang dan membatasi pemutusan kerja (PHK).

Macron memimpin pertemuan dengan para menteri pada Rabu (21/4) untuk mengevaluasi upaya pemerintah memerangi krisis.

Prospek pelonggaran semi-penguncian mencerminkan keyakinan pemerintah jumlah harian kasus Covid-19 akan turun menjadi sekitar 20.000 dalam sebulan, menurut sumber itu.

Macron juga bertaruh bahwa Prancis akan memenuhi targetnya untuk memvaksinasi 20 juta orang dengan setidaknya satu dosis pada pertengahan Mei, naik dari 13 juta yang sudah menerima vaksin saat ini.

Pada Selasa, otoritas kesehatan Prancis melaporkan 43.098 kasus selama 24 jam sebelumnya dan 375 kematian, menaikkan angka kematian nasional menjadi 101.597 korban jiwa.

Macron mendapat kecaman dari lawan politik serta ahli kesehatan awal tahun ini, ketika ia memutuskan untuk tidak memberlakukan penguncian baru, melawan tren di Eropa.

Dia membela langkah itu dengan mengatakan Prancis dan ekonominya telah memperoleh "minggu-minggu kebebasan yang berharga". Namun jumlah kasus yang melonjak memaksa Macron memberlakukan penguncian pada April, meskipun ia berhenti memerintahkan orang untuk tinggal di rumah atau menghindari sama sekali aktivitas sosial.

Karantina Pendatang India
Sementara itu, pemerintah akan memberlakukan karantina 10 hari bagi wisatawan yang datang dari India dalam beberapa hari mendatang. Tujuannya mencegah penyebaran varian Covid-19 yang mengkhawatirkan dan menghantam rumah sakit India, juru bicara pemerintah Gabriel Attal.

Langkah itu dilakukan beberapa hari setelah otoritas mengumumkan larangan semua penerbangan dari Brasil untuk mencegah penyebaran varian virus corona P1. Pihaknya juga mengharuskan karantina wajib bagi penumpang dalam penerbangan dari Argentina, Chile, dan Afrika Selatan.

"Untuk negara-negara tertentu di mana situasi kesehatannya sangat serius dan khususnya mengkhawatirkan, kami akan mengencangkan lagi sekrupnya," ujar Attal setelah rapat kabinet tentang respons pandemi.

"India akan ditambahkan ke daftar ini," imbuhnya, dengan rincian pembatasan perjalanan yang akan diumumkan di hari-hari mendatang.

India telah berada dalam cengkeraman gelombang kedua infeksi yang disebabkan oleh peraturan pemerintah yang lemah dan varian virus mutan ganda baru, menambahkan hampir 3,5 juta kasus baru hanya di bulan ini.

Pemerintah Inggris juga menambahkan India ke dalam "daftar merah" pembatasan perjalanan yang ketat, seperti Hong Kong dan Selandia Baru yang melarang penerbangan India secara langsung. Sedangkan Amerika Serikat menyarankan agar tidak bepergian ke negara itu, bahkan untuk mereka yang telah divaksinasi penuh.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tiongkok, “Algojo” Paling Produktif di Dunia

Tiongkok diyakini sebagai "algojo" paling produktif di dunia

DUNIA | 21 April 2021

Target 21 Juni, Paspor Vaksinasi Covid-19 Eropa Mulai Berlaku

Uni Eropa (UE) menargetkan paspor vaksinasi Covid-19 bisa diberlakukan mulai 21 Juni 2021.

DUNIA | 21 April 2021

Bashar al-Assad Maju Lagi di Pilpres Suriah

Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Rabu (21/4/2021) mengajukan diri lagi sebagai kandidat petahana dalam pemilihan presiden Suriah

DUNIA | 21 April 2021

Kemlu: Pengisian Kursi Kosong Dubes Tunggu Fit and Proper Tes DPR

Kementerian Luar Negeri menyatakan proses pengisian kursi kosong duta besar Republik Indonesia (dubes RI).

DUNIA | 21 April 2021

Putin Pastikan Rusia Lanjutkan Modernisasi Senjata

Rusia terus memperkuat angkatan bersenjatanya dengan memodernisasi persenjataan.

DUNIA | 21 April 2021

Gugatan Budak Seks Penjajahan Jepang Ditolak Pengadilan Seoul

Pengadilan Korea Selatan menolak gugatan korban perbudakan seksual masa perang Jepang dan kerabat mereka yang meminta kompensasi dari pemerintah Jepang

DUNIA | 21 April 2021

Swedia Tawarkan Vaksin Covid-19 Astrazeneca sebagai Alternatif

Otoritas Swedia menawarkan vaksin Covid-19 Astrazeneca sebagai alternatif untuk warganya yang berusia di bawah 65 tahun.

DUNIA | 21 April 2021

Kapal Selam KRI Nanggala 402 Hilang, Indonesia Minta Bantuan Singapura dan Australia

Angkatan Laut Indonesia sedang mencari kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang dengan 53 orang di dalamnya.

DUNIA | 21 April 2021

Pertama di Eropa, Prancis Uji Coba Paspor Covid-19

Prancis telah menjadi negara pertama di Eropa yang menerapkan sistem "sertifikat perjalanan virus corona digital" atau paspor Covid-19.

DUNIA | 21 April 2021

Penjualan Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Tembus Rp 1,45 Triliun

Johnson &Johnson melaporkan penjualan vaksin Covid-19 senilai US$ 100 juta atau Rp 1,45 triliun.

DUNIA | 21 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS