Dubes Inggris Berharap Indonesia Jadi Penerima Utama Pembiayaan Pelestarian Hutan Tropis
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dubes Inggris Berharap Indonesia Jadi Penerima Utama Pembiayaan Pelestarian Hutan Tropis

Sabtu, 24 April 2021 | 06:07 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins mengatakan pembentukan Koalisi LEAF (The Lowering Emissions by Accelerating Forest) di acara Leaders Summit on Climate, Jumat (23/4/2021), adalah inisiatif yang menarik untuk semua negara yang memiliki hutan-hutan tropis, termasuk Indonesia.

Menurut Owen, Indonesia sudah melakukan pekerjaan besar untuk melindungi hutan-hutannya, menyadari manfaat signifikan hutan bagi ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.

“Sekarang sektor publik dan swasta bersatu untuk mendanai perlindungan hutan tropis, sebagai salah satu upaya utama agar kita semua dapat menghindari dampak perubahan iklim yang dahsyat. Melalui kemitraan, kami berharap Indonesia menjadi penerima utama dari skema ini,” ujar Owen dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com, Jumat (23/4/2021).

Dikatakan pemerintah dari beberapa negara dan sejumlah perusahaan mengumumkan pembentukan Koalisi LEAF di acara Leaders Summit on Climate, Jumat (23/4/2021).

Ini merupakan sebuah inisiatif baru yang ambisius antara sektor publik dan swasta yang dirancang untuk mengakselerasi aksi iklim, dengan menyediakan mekanisme pembiayaan berbasis hasil bagi negara-negara yang berkomitmen untuk melestarikan hutan tropisnya.

Inisiatif ini bertujuan untuk memobilisasi pembiayaan dana sebesar US$1 miliar, dan menandai salah satu upaya publik dan swasta dalam skala terbesar guna melestarikan hutan tropis, yang dapat bermanfaat bagi miliaran jiwa sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Koalisi LEAF merupakan contoh terobosan dan jenis kolaborasi yang dibutuhkan untuk melawan krisis iklim, dan mencapai angka emisi nol bersih pada tahun 2050 di tingkat global. Strategi yang menyatukan sumber daya dari sektor pemerintah dan swasta menjadi langkah penting dalam mendukung upaya skala besar yang harus dilancarkan guna menghentikan deforestasi dan mengawali restorasi hutan tropis dan sub-tropis,” ungkap Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat untuk Iklim, John Kerry.

Disebutkan Koalisi LEAF adalah sebuah inisiatif yang awalnya diikuti oleh beberapa negara antara lain pemerintah Norwegia, Inggris, Amerika Serikat, serta beberapa perusahaan terkemuka seperti Amazon, Airbnb, Bayer, Boston Consulting Group, GSK, McKinsey, Nestlé, Salesforce, dan Unilever.

Para peserta di dalam koalisi akan mendukung pengurangan emisi berkualitas tinggi dari negara-negara dengan hutan tropis dan sub-tropis, sehingga upaya untuk mengurangi dan menghentikan deforestasi dapat berjalan dengan baik.

LEAF bertujuan untuk terus berekspansi sehingga mendapatkan dukungan dari berbagai negara dan perusahaan lain dalam beberapa bulan ke depan.

“Daftar akhir keikutsertaan dari pemerintah dan perusahaan yang berpartisipasi di dalam inisiatif ini, berikut dengan jumlah total dana yang dimobilisasi melalui koalisi, akan diumumkan pada saat penandatanganan perjanjian pembelian pengurangan emisi dengan negara-negara hutan tropis pada akhir tahun ini,” ujar John Kerry.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa hutan tropis dunia merupakan paru-paru planet kita, namun kita kehilangan ekosistem yang amat berharga terlalu cepat.

Johnson menambahkan kondisi tersebut berdampak serius pada miliaran populasi penduduk dunia yang bergantung pada hutan untuk penghidupan dan keberlanjutan hidup mereka, sekaligus memundurkan upaya kita dalam melawan perubahan iklim.

Dia berpendapat, waktu untuk melindungi hutan tropis kita dari kerugian yang tak dapat digantikan dan membatasi pemanasan global hingga 1.5 derajat celcius sudah kian menipis.

“Itulah mengapa pemerintahan Inggris bangga untuk turut berpartisipasi bersama dengan para mitra kami di dalam Koalisi LEAF, menggerakkan investasi bisnis dan bekerja sama bahu-membahu dengan negara-negara hutan tropis untuk bekerja dan menghentikan deforestasi, mengurangi emisi gas rumah kaca global dan memulihkan pelestarian alam,” ujar Johnson.

Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg mengatakan, "Hutan tropis merupakan prasyarat mutlak dalam memerangi perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati, namun nyatanya hutan tropis mendapatkan perhatian dan pembiayaan yang jauh lebih kecil dari yang seharusnya. Hari ini, Koalisi LEAF mengambil langkah pertama yang bersifat krusial untuk melaksanakan perubahan”.

Solberg mengungkapkan kegembiraannya karena akhirnya negara dengan hutan tropis dapat diyakinkan bahwa mereka akan menerima penghargaan finansial bila mereka mampu menunjukkan adanya pengurangan deforestasi.

“Saya gembira karena perusahaan besar saat ini turut mengambil langkah proaktif untuk menyediakan pembiayaan selain juga mengurangi emisi mereka”, ujar Solberg

Mengakhiri deforestasi hutan tropis pada tahun 2030 menjadi tahapan penting untuk memenuhi tujuan iklim global, keanekaragaman hayati dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDG).

Hutan tropis memiliki peran yang sangat penting untuk menyerap karbon dari atmosfir. Melindungi hutan tropis merupakan salah satu peluang terbesar bagi aksi iklim dalam dekade mendatang, yaitu upaya penanggulangan dengan efektivitas biaya sebesar seperempat jumlah biaya mitigasi pada tahun 2030.

“Hutan tropis di seluruh dunia berada dalam ancaman. Kerusakan hutan hujan primer meningkat sebesar 12%n pada 2019 hingga 2020. Secara keseluruhan, dunia telah kehilangan lebih dari 4,4 juta hektare tutupan hutan tropis primer tahun lalu, area yang bahkan lebih besar dari luas negara Swiss,” paparnya.

Para perusahaan yang turut berpartisipasi telah berkomitmen untuk melaksanakan pengurangan emisi gas rumah kaca yang mereka hasilkan secara signifikan, yang sesuai dengan target berbasis ilmiah dan konsisten dengan tujuan temperatur jangka panjang di dalam Perjanjian Paris.

Kontribusi perusahaan tersebut di dalam Koalisi LEAF berupa penambahan, dan bukan sebagai substitusi, atas pengurangan emisi internal.

Koalisi LEAF menjadi wadah bagi perusahaan untuk memberikan dukungan tambahan atas kebutuhan aksi iklim yang semakin mendesak di negara-negara dengan hutan tropis, sehingga dapat membantu mereka untuk mencapai target iklim nasional yang semakin ambisius, atau dikenal dengan istilah nationally determined contributions (NDC) sebagaimana tertuang di dalam Perjanjian Paris.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menlu: ASEAN Bertekad Bantu Myanmar

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2021 yang akan digelar secara tatap muka di Jakarta, Sabtu (24/4/2021), menunjukkan tekad ASEAN untuk membantu Myanmar.

DUNIA | 23 April 2021

Gelar Pertemuan Bilateral, Presiden Jokowi dan PM Phạm Bahas Empat Isu

Selain kerja sama di bidang kesehatan, ekonomi, dan Zona Economy Exclusive (ZEE), kedua pemimpin juga membahas tentang kekerasan yang terjadi di Myanmar.

DUNIA | 23 April 2021

PM Jepang Umumkan Keadaan Darurat Ketiga untuk Tokyo, Osaka, Kyoto, dan Hyogo

Perdana Menteri Yoshihide Suga mengumumkan keadaan darurat untuk Tokyo, Osaka, Kyoto dan Hyogo dari 25 April hingga 11 Mei.

DUNIA | 23 April 2021

Presiden Jokowi Sebut Vietnam Sahabat Indonesia

Presiden Jokowi menyatakan bahwa Republik Sosialis Vietnam adalah sahabat dan mitra strategis Indonesia di Kawasan Asia Tenggara.

DUNIA | 23 April 2021

PM Vietnam Tiba di Indonesia untuk Bertemu Presiden Jokowi

M Vietnam dan rombongan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 10.45 WIB.

DUNIA | 23 April 2021

Pemerintah Setop Akses WNA dari India, WNI Masih Boleh

Pemerintah memutuskan untuk menghentikan pemberian visa bagi orang asing yang pernah tinggal dan atau mengunjungi India dalam kurun waktu 14 hari,

DUNIA | 23 April 2021

Politisi PPP Minta Pemerintah Tutup Akses WNA dari India dan Negara Rawan Lainnya

Anggota Komisi IX DPR RI Anas Thahir, di Jakarta, Jumat (23/4/2021), mengatakan lonjakan kasus Covid-19 di India harus menjadi perhatian serius.

DUNIA | 23 April 2021

Kasus Kematian Covid-19 Tinggi, India Mulai Kremasi Massal

Saya mencari ke sana-sini tetapi semua krematorium mempunyai berbagai alasan ... salah satunya kehabisan kayu.

DUNIA | 23 April 2021

Penyerang Masjid Christchurch Batal Ajukan Upaya Hukum Kondisi di Penjara

Warga negara Australia itu merupakan orang satu-satunya di Selandia Baru yang menyandang status teroris.

DUNIA | 23 April 2021

Jelang KTT, Retno Marsudi Gelar Jamuan Makan Malam untuk Menlu ASEAN

Ini bukanlah pertemuan tingkat Menlu melainkan jamuan makan malam, courtesy Menlu Retno Marsudi untuk mitra-mitranya.

DUNIA | 23 April 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS