Kasus Covid Tembus 20 Juta, Oksigen Masih Langka di India
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Covid Tembus 20 Juta, Oksigen Masih Langka di India

Selasa, 4 Mei 2021 | 22:12 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com - India mencatat tonggak kelam dalam wabah Covid-19 setelah total jumlah kasus positif di sana mencapai angka 20 juta, Selasa (4/5/2021).

Pada hari tersebut, tercatat sebanyak 355.000 kasus baru, turun dari 400.000 kasus pada 30 April.

Namun, jumlah uji diagnostik juga turun, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa angka yang sebenarnya jauh lebih besar.

Sementara itu, kelangkaan pasokan oksigen medis masih berlanjut di sejumlah kota, termasuk ibu kota New Delhi.

Gelombang kedua kasus Covid-19 di India dipicu oleh longgarnya protokol kesehatan, perayaaan hari besar, dan kampanye politik, sehingga membuat banyak rumah sakit kelebihan kapasitas.

Kelangkaan oksigen, obat-obatan, dan ruang perawatan juga memicu lonjakan korban jiwa akibat Covid.

Sejauh ini, lebih dari 220.000 orang meninggal akibat Covid di India.

Menurut para pakar, angka itu lebih rendah dari fakta harian yang terlihat, seperti antrean panjang di krematorium, penguburan massal, dan habisnya lahan untuk mengubur atau mengkremasi jenazah korban Covid.

Kremasi jenazah korban Covid-19 di krematorium darurat di New Delhi, 4 Mei 2021. (AFP)

Secara rata-rata, jumlah kasus pekan terakhir meningkat dibandingkan sebelumnya, tetapi laju pertumbuhan mulai turun.

Negara bagian yang paling parah terdampak pada gelombang kedua ini adalah Maharashtra, Delhi, dan Uttar Pradesh.

Pemerintah Delhi sampai meminta bantuan militer untuk menjalankan fasilitas perawatan dan ruang gawat darurat untuk pasien Covid.

Menteri Kepala Delhi Arvind Kejriwal berlangkali mengatakan kota itu tidak mendapat pasokan oksigen yang memadai dari pemerintah federal, yang berwenang mengalokasikan kuota oksigen per negara bagian.

Namun para pejabat federal membantah kelangkaan pasokan dan menyalahkan jaringan distribusi dan transportasi.

Hari Sabtu lalu, sedikitnya 11 pasien dan seorang dokter meninggal karena tidak mendapat pasokan oksigen di Delhi.

Di luar rumah sakit, kerabat pasien yang tidak mendapat ruang rawat berjuang untuk mengisi tabung oksigen portable, tidak jarang harus mengantre sampai 12 jam.

Berbagai rumah sakit di Delhi memilih menggunakan media sosial untuk mencari dan mengamankan pasokan medis. Bagi warga kota itu, antrean berjam-jam untuk mengisi tabung oksigen portable menjadi pemandangan sehari-hari.



Sumber: BBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Uni Eropa dan Indonesia Sepakat Kerja Sama Pemulihan Hijau Pasca Pandemi

UE dan Indonesia menyepakati kerja sama Green Recovery pasca pandemi Covid-19.

DUNIA | 4 Mei 2021

Untuk Pelajari Antibodi Anti Covid-19, Ilmuwan UEA Gunakan Unta

Sekelompok ilmuwan dari Uni Emirat Arab (UEA) telah menyuntik unta dengan sampel mati Covid-19.

DUNIA | 4 Mei 2021

Kasus Covid-19 di India Melonjak hingga 20 Juta

Total beban kasus infeksi Covid-19 di India melonjak melebihi 20 juta pada Selasa (4/5/2021).

DUNIA | 4 Mei 2021

Untuk Kampanye Lawan Kebencian Ras Asia, Pebisnis Asia-Amerika Kucurkan Rp 3,6 Triliun

Para pemimpin bisnis Asia-Amerika yang terkemuka meluncurkan inisiatif dana senilai US$ 250 juta (Rp 3,6 triliun) untuk melawan kebencian pada ras Asia.

DUNIA | 4 Mei 2021

Saat Kasus Covid-19 Melonjak, Pakistan Perketat Perbatasan

Pakistan telah menutup penyeberangan darat dengan Iran dan Afganistan untuk para pelancong dan memangkas penerbangan internasional.

DUNIA | 4 Mei 2021

Dituding Rasis, PM Australia Batalkan Sanksi Penjara bagi Pelancong Asal India

Kecaman keras dan tudingan rasis dilontarkan rakyat Australia terhadap Perdana Menteri Scott Morrison

DUNIA | 4 Mei 2021

Melinda Gates Selalu Tuntut Kesetaraan dengan Suami

Bill Gates adalah orang terkaya di dunia ketika ia menikahi Melinda, karyawannya sendiri, pada 1994.

DUNIA | 4 Mei 2021

Denmark Coret Johnson & Johnson dari Program Vaksinasi Nasional

Otoritas Denmark menjadi negara pertama yang mencoret vaksin Covid-19 Johnson & Johnson dari program vaksinasi nasional

DUNIA | 4 Mei 2021

Presiden Duterte Disuntik Vaksin Covid-19 Sinopharm

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menerima dosis pertama vaksin Sinopharm untuk melawan Covid-19

DUNIA | 4 Mei 2021

Sebelum Divaksin Covid-19, Kuwait Larang Warganya ke Luar Negeri

Pemerintah Kuwait melarang warga negaranya yang tidak divaksinasi Covid-19 untuk bepergian ke luar negeri mulai 22 Mei 2021.

DUNIA | 4 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS