Korban Ledakan Bom Afganistan Mayoritas Mahasiswa
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Korban Ledakan Bom Afganistan Mayoritas Mahasiswa

Minggu, 9 Mei 2021 | 17:32 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Kabul, Beritasatu.com- Ledakan bom membunuh puluhan orang yang mayoritas mahasiswa di dekat sekolah di ibu kota Afganistan, Kabul. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Minggu (9/5/2021), Kementerian dalam negeri Afganistan menyatakan sedikitnya 52 orang terluka dalam ledakan itu, banyak dari mereka adalah mahasiswa.

Menurut juru bicara pemerintah mengatakan satu ledakan di dekat sekolah di distrik Syiah di Kabul barat telah menewaskan sedikitnya 30 orang, banyak dari mereka adalah pelajar perempuan.

Ambulans bergegas untuk mengevakuasi yang terluka dari lokasi ledakan pada hari Sabtu di dekat sekolah Syed Al-Shahda, di lingkungan mayoritas Syiah di Dasht-e-Barchi, kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Tariq Arian.

Arian mengatakan sedikitnya 52 orang terluka dalam ledakan itu. Namun dia tidak merinci penyebab atau target ledakan tersebut.

Ghulam Dastagir Nazari, juru bicara kementerian kesehatan, mengatakan sejauh ini 46 orang telah dibawa ke rumah sakit.

Kabul berada dalam siaga tinggi sejak Washington mengumumkan rencana bulan lalu untuk menarik semua pasukan Amerika Serikat (AS) pada 11 September, dengan para pejabat Afghanistan mengatakan Taliban telah meningkatkan serangannya di seluruh negeri.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan hari Sabtu itu.

Presiden Afganistan Ashraf Ghani mengeluarkan pernyataan yang mengutuk serangan itu. Dia menyalahkan Taliban bahkan ketika kelompok itu membantahnya. Ghani tidak memberikan bukti.

"Taliban, dengan meningkatkan perang dan kekerasan tidak sah mereka, sekali lagi telah menunjukkan bahwa mereka tidak hanya enggan untuk menyelesaikan krisis saat ini secara damai dan fundamental, tetapi dengan memperumit situasi," kata Ghani.

Taliban mengutuk serangan itu, yang tampaknya ditujukan pada warga sipil, dan membantah bertanggung jawab. Serangan terjadi di lingkungan yang sering diserang oleh pejuang ISIL (ISIS) selama bertahun-tahun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Fasilitasi Perdagangan 4 Negara, Asosiasi Benelux-Indonesia Diluncurkan

Benelux-Indonesia atau Benelux-Indonesia Association (BIA) resmi diluncurkan di KBRI Brussel, Belgia pada Rabu (15/9/2021).

DUNIA | 17 September 2021

Pandemi Covid Halangi 77 Juta Anak Bersekolah di 6 Negara

Sekolah untuk hampir 77 juta siswa di enam negara terus ditutup hampir sepenuhnya selama 18 bulan setelah pandemi Covid-19.

DUNIA | 17 September 2021

Iran Akhirnya Validasi Vaksin Covid Johnson & Johnson

Otoritas kesehatan Iran akhirnya memvalidasi vaksin Covid-19 Johnson & Johnson buatan Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 17 September 2021

Oktober, Chile Izinkan Pelancong Asing yang Divaksinasi Covid Lengkap

Chile akan mengizinkan pelancong asing yang telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19 untuk memasuki negara itu mulai 1 Oktober.

DUNIA | 17 September 2021

Perselisihan Internal Taliban Telah Meningkat

Gesekan atau perselisihan internal antara pragmatis dan ideolog dalam kepemimpinan Taliban telah meningkat.

DUNIA | 17 September 2021

Laos Perpanjang Karantina Nasional hingga 30 September

Pemerintah Laos telah memperpanjang karantina nasional saat ini selama 15 hari lagi untuk menahan penyebaran Covid-19 hingga 30 September.

DUNIA | 17 September 2021

Pemimpin ISIS Afrika Tewas, Prancis Klaim Kemenangan Besar

Pemimpin kelompok ISIS wilayah Afrika, Adnan Abu Walid al-Sahrawi tewas dalam serangan drone di Mali selatan.

DUNIA | 17 September 2021

Prancis Tangguhkan Gaji 3.000 Petugas Nakes yang Tolak Vaksinasi Covid-19

Prancis telah menangguhkan 3.000 petugas kesehatan tanpa bayaran gaji karena menolak vaksin Covid-19.

DUNIA | 17 September 2021

Libia Buka Kembali Perbatasan dengan Tunisia

Pemerintah Libia mengumumkan pembukaan kembali perbatasannya dengan negara tetangga Tunisia, terkait pandemi Covid-19.

DUNIA | 17 September 2021

Taliban Serahkan Uang Rp 123 Miliar dan Emas ke Bank Sentral Afghanistan

Kelompok milisi Taliban menyerahkan uang kontan US$ 12,3 juta (Rp 123 miliar) dan emas sitaan kepada bank sentral Da Afghanistan (DAB)

DUNIA | 17 September 2021


TAG POPULER

# KKB


# Trending Topic


# Update Covid-19


# Vaksin Nusantara


# Erick Thohir



TERKINI
Jumlah Pasien Covid-19 Naik, Tempat Tidur RSDC Wisma Atlet Terpakai 6,94%

Jumlah Pasien Covid-19 Naik, Tempat Tidur RSDC Wisma Atlet Terpakai 6,94%

KESEHATAN | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings