UE dan India Setuju untuk Memulai Kembali Pembicaraan Perdagangan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

UE dan India Setuju untuk Memulai Kembali Pembicaraan Perdagangan

Senin, 10 Mei 2021 | 00:19 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Porto, Beritasatu.com - Dewan Eropa dan pemerintah India sepakat untuk meluncurkan kembali pembicaraan perdagangan yang telah lama terhenti. Kesepakatan ini sebagai dorongan besar untuk meningkatkan hubungan kedua negara, lewat konferensi tingkat tinggi (KTT) secara virtual, di bawah bayang-bayang pandemi Covid-19 yang menghantam negara Asia Selatan itu.

"Uni Eropa (UE) dan India membuka babak baru yang penting dalam hubungan kami. Kami adalah dua demokrasi terbesar di dunia. Kami adalah mitra secara alami," kata Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Sabtu (8/5/2021).

Gelombang infeksi besar yang melanda India memengaruhi pertemuan tersebut. Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi terpaksa membatalkan rencana untuk terbang ke Portugal untuk melihat rekan dari negara-negara Eropa.

Tetapi blok 27 negara dan negara demokrasi terbesar di dunia tersebut tetap bertekad memanfaatkan momentum yang berkembang untuk hubungan yang lebih dekat, dipicu oleh kekhawatiran bersama atas kekuatan Tiongkok yang meningkat.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memuji keputusan untuk memulai kembali pembicaraan perdagangan setelah delapan tahun istirahat, menyebutnya sebagai "momen penting".

Negara-negara UE telah mengirimkan peralatan medis dan obat-obatan yang diperkirakan bernilai 100 juta euro (setara US$ 120 juta) ke India, sebagai bagian dari upaya internasional untuk membantunya melawan banjir kasus Covid-19.

Von der Leyen bersikeras, blok tersebut "berdiri kokoh di sisi India dalam masa yang paling menantang ini". Ia juga berjanji bantuan lebih lanjut akan menyusul.

Seorang pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri India mengatakan Modi telah mendorong UE untuk mendukung usulan India dan Afrika Selatan untuk menangguhkan paten vaksin Covid-19, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden angkat bicara soal rencana itu.

Para pemimpin UE telah menyatakan skeptis tentang inisiatif tersebut. Pihaknya bersikeras langkah pertama adalah agar negara-negara terbuka mengekspor dosis.

"Kami akan mengamati posisi Uni Eropa yang berkembang dalam masalah khusus ini," pejabat senior India Vikas Swarup mengatakan, Minggu (9/5/2021).

Kedua tenaga besar penghasil vaksin itu setuju mencoba bekerja sama untuk memastikan pasokan global tersedia dan dunia lebih siap untuk pandemi di masa depan.

"Kami sepakat bahwa mengalahkan pandemi Covid-19 melalui kerja sama dan solidaritas global tetap menjadi prioritas kami dan menggarisbawahi komitmen kami untuk bekerja sama untuk memastikan pemulihan yang lebih baik, lebih aman, berkelanjutan, dan inklusif," kata pernyataan bersama.

Kompetisi Tiongkok, Inggris

Sementara pandemi menimbulkan awan gelap di atas pertemuan tersebut, pengumuman kuncinya adalah dimulainya kembali pembicaraan untuk kesepakatan perdagangan bebas meluas yang telah ditangguhkan sejak 2013.

Kedua belah pihak sepakat untuk secara bersamaan meluncurkan negosiasi pada kesepakatan terpisah. Tujuannya melindungi investasi dan produk khusus regional.

Mereka juga menandatangani kemitraan "konektivitas" untuk memperkuat hubungan infrastruktur. Keduanya mengatakan akan mendorong kerja sama yang lebih besar dalam mengembangkan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI).

Sebelumnya, negosiasi kesepakatan perdagangan dihentikan setelah terjebak pada masalah seperti pemotongan tarif dan akses bagi pekerja India ke Eropa.

Seorang pejabat India mengatakan tidak ada jadwal kapan pembicaraan baru akan dimulai.

Masih harus dilihat apakah pemerintah India sekarang bersedia membatalkan pendekatan yang dipandang sangat proteksionis oleh UE untuk menyegel kesepakatan kali ini.

Tetapi ketegangan yang meningkat dengan pemmerintah Tiongkok dapat menciptakan dorongan baru untuk mengadakan pembicaraan. Seorang diplomat menyebut Tiongkok sebagai "gajah di kamar", idiom untuk topik kontroversial yang diketahui semua orang, tetapi tidak dibahas.

Bagi UE, dorongan itu datang terkait upaya untuk meratifikasi kesepakatan investasi dengan pemerintah Tiongkok telah mencapai kebuntuan, setelah hubungan memburuk karena saling balas sanksi.

Keluarnya Inggris dari blok itu juga menciptakan saingan lain bagi UE, karena pemerintah Inggris membuat permainannya sendiri untuk meningkatkan perdagangan dengan India.

Pemerintah Inggris pada 4 Mei mengatakan akan memulai pembicaraan bebas resmi dengan India akhir tahun ini, setelah kedua belah pihak menyetujui paket awal untuk meningkatkan perdagangan dan investasi. (afp/eld)



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Junta Militer Myanmar Setujui Investasi Rp 39,9 Triliun

Junta militer Myanmar telah menyetujui investasi baru dalam proyek senilai hampir Rp39,9 triliun, termasuk pembangkit listrik gas alam cair (LNG)

DUNIA | 10 Mei 2021

Paus Fransiskus Desak Bentrokan di Yerusalem Diakhiri

Paus Fransiskus pada Minggu (9/5/2021) menyerukan diakhirinya kekerasan di Yerusalem timur yang dicaplok.

DUNIA | 9 Mei 2021

Kastil Dracula Tawarkan Vaksin Covid 19 untuk Turis

Pengunjung Kastil Bran terlarang di Rumania, yang dikenal sebagai “sarang Drakula”, mendapat tawaran vaksin Covid-19. Pengelola berpromosi untuk kebaikan

DUNIA | 9 Mei 2021

Soal Bentrokan di Masjid Al-Aqsa, Mesir dan Liga Arab Kutuk Peran Israel

Kementerian Luar Negeri Mesir dan Liga Arab mengutuk keterlibatan pasukan Israel dalam bentrokan kekerasan di luar Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

DUNIA | 9 Mei 2021

Juni, Mesir Akan Produksi 60 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sinovac

Mesir akan memulai produksi 60 juta dosis vaksin penyakit corona virus Sinovac pada Juni 2021.

DUNIA | 9 Mei 2021

Junta Militer Myanmar Nyatakan Pemerintah Bayangan sebagai Kelompok Teroris

Junta militer Myanmar menetapkan pemerintah bayangan sebagai kelompok teroris.

DUNIA | 9 Mei 2021

Agustus, Kasus Kematian Akibat Covid-19 di India Tembus Sejuta

Kasus kematian Covid-19 di India berpotensi mencapai satu juta kasus pada 1 Agustus 2021.

DUNIA | 9 Mei 2021

Sadiq Khan Terpilih Lagi Jadi Wali Kota London

Politisi Partai Buruh Sadiq Khan memenangi pemilihan kembali sebagai wali kota London, Inggris pada Sabtu (8/5/2021).

DUNIA | 9 Mei 2021

KBRI Phnom Penh Selamatkan 76 PMI di Kamboja

ebanyak 76 orang WNI Pekerja Migran Indonesia (PMI) telah berhasil diselamatkan dari penyekapan sebuah perusahaan di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja.

DUNIA | 9 Mei 2021

Afrika Selatan Laporkan Kasus Pertama Varian Covid-19 Asal India

Kementerian kesehatan Afrika Selatan menyatakan pada Sabtu (8/5/2021) telah mendeteksi empat kasus pertama dari varian virus corona baru asal India.

DUNIA | 9 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS