Menkeu Myanmar Tolak Bayar Utang Junta Militer
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Menkeu Myanmar Tolak Bayar Utang Junta Militer

Jumat, 14 Mei 2021 | 10:04 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Yangon, Beritasatu.com- Menteri Keuangan paralel Myanmar Tin Tun Naing memperingatkan tidak akan membayar utang junta. Seperti dilaporkan FT, Kamis (13/5/2021), Tin Tun Naing memberi tahu bank internasional bahwa mereka harus memboikot rezim militer yang melkukan kudeta Myanmar.

“Pemerintah NUG tidak akan mengakui utang domestik atau internasional yang diajukan oleh junta,” kata Tin Tun Naing kepada Financial Times dalam satu wawancara video dari dalam Myanmar.

Pemerintah persatuan nasional sementara Myanmar telah memperingatkan bank-bank asing agar tidak memberikan pinjaman kepada junta Jenderal Min Aung Hlaing, dengan mengatakan mereka tidak akan mengakui hutang tersebut setelah memperoleh kembali kekuasaannya.

Peringatan itu disampaikan oleh Tin Tun Naing, menteri keuangan dari pemerintahan paralel yang dibentuk oleh pendukung Aung San Suu Kyi, pemimpin negara yang digulingkan. Dia mengatakan lembaga keuangan harus mengikuti investor asing dalam memboikot rezim militer.

"Jika militer mengalami krisis kredit dan jika mereka mengambil pinjaman dari pemberi pinjaman yang bersedia, ketika NUG berkuasa, utang itu tidak akan dilunasi,” tambahnya.

Tin Tun Naing juga mengatakan bahwa pemerintah paralel berusaha untuk mengambil kendali atas US$ 1 miliar (Rp 14,1 triliun) dana pemerintah Myanmar yang disimpan di Amerika Serikat (AS) yang dibekukan Washington setelah militer merebut kekuasaan.

“Jika kami dapat mengakses US$ 1 miliar, jika dibekukan, itu akan membuat perbedaan besar dalam bantuan kemanusiaan dan dalam upaya membangun kembali kehidupan dan mata pencaharian rakyat kami,” katanya.

Namun, Tin Tun Naing mengakui bahwa ini adalah "area yang rumit secara hukum" dan bagian dari "dialog yang berkelanjutan" dengan pejabat AS.

NUG dibentuk pada bulan April oleh anggota parlemen dari Liga Nasional untuk Demokrasi Suu Kyi, yang dipaksa dari kekuasaan dalam kudeta Februari, bersama dengan etnis minoritas dan tokoh anti-kudeta lainnya yang bersembunyi atau di pengasingan.

Junta sudah mencap NUG dan baru-baru ini mengumumkan kekuatan pertahanan rakyat sebagai kelompok teroris. Junta juga telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk menteri NUG.

Tidak ada pemerintah asing yang secara resmi mengakui pemerintahan paralel. Namun, anggota parlemen dan pejabat dari beberapa negara telah terlibat dengan perwakilannya untuk mencari penyelesaian atas krisis politik dan ekonomi yang semakin mendalam di Myanmar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Taliban Gantung Mayat di Alun-alun Kota Herat

Taliban menggantung mayat dengan derek yang diparkir di alun-alun kota Herat di Afghanistan pada Sabtu (25/9/2021).

DUNIA | 26 September 2021

Bom Bunuh Diri di Somalia, 8 Orang Tewas

Satu ledakan bom mobil bunuh diri telah menewaskan sedikitnya delapan orang di pos pemeriksaan keamanan dekat istana presiden di Mogadishu, ibu kota Somalia.

DUNIA | 26 September 2021

CDC: AS Sudah Berikan 389,4 Juta Dosis Vaksin Covid

Amerika Serikat (AS) telah memberikan 389.372.689 dosis vaksin Covid-19 di negara itu pada Sabtu (25/9/2021) pagi.

DUNIA | 26 September 2021

Pengungsi Suriah Tewas Setelah Telan Bensin

Seorang pengungsi Suriah di Minieh, Lebanon utara, tewas pada Sabtu (25/9/2021) setelah secara tidak sengaja menelan sejumlah besar bensin

DUNIA | 26 September 2021

Kritik Paspor Vaksin, Menteri Muda Belanda Dipecat

Menteri Muda Urusan Ekonomi Belanda, Mona Keijzer dipecat oleh Perdana Menteri Mark Rutte.

DUNIA | 26 September 2021

Pemimpin Myanmar Tidak Akan Berpidato di Majelis Umum PBB

Tidak ada pemimpin Myanmar yang akan berpidato di Majelis Umum tahunan tingkat tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada minggu depan

DUNIA | 26 September 2021

Dipicu Liburan, Kasus Harian Covid-19 di Korsel Melonjak

Korban infeksi terus bermunculan yang dipicu oleh liburan tiga hari di pekan ini.

DUNIA | 25 September 2021

60 Juta Warga AS Penuhi Syarat Vaksin Booster, Biden: Gratis dan Mudah Didapat

Vaksin dosis penguat (booster) untuk Covid-19 akan disediakan secara gratis, kata Presien Amerika Serikat Joe Biden.

DUNIA | 25 September 2021

Bom Rakitan di Pot Bunga Meledak di Jalalabad, Afghanistan

Menurut laporan media lokal, bom rakitan disembunyikan di pot bunga di salah satu jalan dan meledak di jam-jam sibuk di pagi hari.

DUNIA | 25 September 2021

Bebas dari Penjara, Eksekutif Huawei Tinggalkan Kanada Naik Pesawat Carter

Berkat kerja keras pemerintah Tiongkok, Meng meninggalkan Kanada dengan menggunakan pesawat yang disewa pemerintah.

DUNIA | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
Taliban Tidak Bisa Wakili Afghanistan di Majelis Umum PBB

Taliban Tidak Bisa Wakili Afghanistan di Majelis Umum PBB

DUNIA | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings