Krisis Covid-19 di India Bawa Pengaruh Negatif terhadap Harga Minyak
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Krisis Covid-19 di India Bawa Pengaruh Negatif terhadap Harga Minyak

Jumat, 14 Mei 2021 | 13:16 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

New York, Beritasatu.com - Harga minyak anjlok sekitar tiga persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), ketika krisis virus corona India semakin dalam dan jaringan pipa bahan bakar utama AS kembali beroperasi, menghentikan reli yang telah mengangkat minyak mentah ke level tertinggi delapan minggu setelah perkiraan rebound untuk permintaan global tahun ini.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli, terpangkas 2,27 dolar AS atau 3,3 persen menjadi ditutup pada 67,05 dolar AS per barel, setelah naik 1,0 persen pada Rabu (12/5/2021).

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, jatuh 2,26 dolar AS atau 3,4 persen menjadi menetap di 63,82 dolar AS per barel, setelah naik 1,2 persen di sesi sebelumnya.

Kedua harga acuan tersebut menandai penurunan harian terbesar mereka dalam hal persentase sejak awal April.

Harga juga berada di bawah tekanan karena lonjakan harga-harga komoditas yang lebih luas, kekurangan tenaga kerja dan data harga konsumen yang jauh lebih kuat dari perkiraan minggu ini telah memicu kekhawatiran inflasi yang dapat memaksa Federal Reserve AS menaikkan suku bunga.

Kenaikan suku bunga biasanya meningkatkan dolar AS, yang pada gilirannya menekan harga minyak karena membuat minyak mentah lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

"Harga minyak mentah terus menurun ketika para investor menekan tombol jeda bersama siklus perdagangan komoditas-komoditas super," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

"Ketakutan inflasi telah membuat bingung beberapa investor untuk mengambil untung dari perdagangan energi mereka."

Presiden AS Joe Biden mengatakan pengendara dapat mengharapkan stasiun pengisian bahan bakar mulai kembali normal akhir pekan ini, bahkan ketika kekurangan mencengkeram beberapa daerah di tengah pengoperasian kembali jaringan pipa bahan bakar utama negara itu setelah ditutup oleh serangan ransomware.

Penutupan Colonial Pipeline selama hampir seminggu, yang membawa 100 juta galon bahan bakar per hari, menyebabkan kekurangan bensin dan pernyataan darurat dari Virginia hingga Florida, menyebabkan dua kilang menghentikan produksi, dan mendorong maskapai penerbangan untuk merombak operasi pengisian bahan bakar.

Dalam sinyal penurunan lainnya untuk permintaan minyak, varian virus corona telah melanda India, importir minyak mentah terbesar ketiga di dunia.

Para profesional medis belum dapat mengatakan kapan infeksi baru akan memuncak dan negara-negara lain khawatir atas penularan varian yang sekarang menyebar ke seluruh dunia.

"Kekhawatiran berkembang bahwa penyebaran virus corona yang tidak terkendali di India dan di Asia Tenggara akan mengurangi permintaan minyak," kata analis PVM dalam sebuah catatan.

"Dampaknya, bagaimanapun, diperkirakan relatif singkat dan paruh kedua tahun ini akan melihat kebangkitan yang sehat dari pertumbuhan permintaan minyak."



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Warga Lebanon Rayakan Idulfitri dalam Karantina Ketat

Suasana perayaan Idulfitri di Lebanon sangat langka karena berada di tengah karantina total selama dua hari dan jam malam untuk memerangi penyebaran Covid-19

DUNIA | 14 Mei 2021

Setelah 87 Tahun, Kaum Muslim Turki Gelar Salat Id Pertama di Hagia Sophia

Kaum Muslim di Istanbul, Turki menyambut Bayram Ramadan, juga dikenal sebagai Idulfitri, di Masjid Agung Hagia Sophia

DUNIA | 14 Mei 2021

Warga AS yang Sudah Divaksin Covid-19 Boleh Tanpa Masker

Warga Amerika Serikat (AS) yang divaksinasi dapat menjadi tanpa masker di banyak tempat umum.

DUNIA | 14 Mei 2021

Korban Meninggal Akibat Covid-19 di Afsel Jauh Lebih Tinggi

Kasus kematian akibat Covid-19 di Afrika Selatan (Afsel) jauh lebih tinggi dari data resmi.

DUNIA | 14 Mei 2021

Uttar Pradesh di India Habiskan Rp 14,1 Triliun untuk Vaksin Covid-19

Negara bagian terpadat di India, Uttar Pradesh, akan menghabiskan hingga US$ 1,36 miliar (Rp 19,2 triliun) untuk membeli vaksin Covid-19.

DUNIA | 14 Mei 2021

Kena Ransomware, Operator Pipa BBM Terbesar AS Bayar Tebusan US$ 5 Juta

Seorang pejabat AS mengonfiramsi kepada NBC News, Colonial membayar sekitar US$ 5 juta kepada pelaku serangan siber.

DUNIA | 14 Mei 2021

100 Kota di Dunia Rentan Hadapi Bahaya Lingkungan

Dari 100 kota di dunia yang paling rentan terhadap bahaya lingkungan, 99 kota berada di Asia. Jakarta berada di urutan teratas.

DUNIA | 14 Mei 2021

Menkeu Myanmar Tolak Bayar Utang Junta Militer

Menteri Keuangan paralel Myanmar Tin Tun Naing memperingatkan tidak akan membayar utang junta.

DUNIA | 14 Mei 2021

Otoritas India Pasang Jaring di Sungai Gangga untuk Evakuasi Mayat

Pihak berwenang di India utara telah memasang jaring di seberang sungai Gangga setelah mayat puluhan tersangka korban Covid-19 terdampar.

DUNIA | 14 Mei 2021

Serangan Israel Sudah Tewaskan 109 Warga Gaza

Otoritas kesehatan Gaza menyatakan jumlah korban tewas meningkat menjadi 109 orang, termasuk 27 anak-anak,

DUNIA | 14 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS