Logo BeritaSatu

Majelis Umum PBB Pertimbangkan Seruan Embargo Senjata Myanmar

Senin, 17 Mei 2021 | 11:21 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New York, Beritasatu.com- Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (18/5/2021) akan mempertimbangkan seruan embargo senjata ke junta militer Myanmar.

Seperti dilaporkan AFP, Minggu (16/5), seorang pejabat PBB mengatakan rancangan resolusi Majelis Umum PBB itu tidak mengikat, tidak seperti resolusi Dewan Keamanan. Meskipun demikian, resolusi Majelis Umum membawa signifikansi politik yang kuat.

Jika persetujuan melalui konsensus tidak dapat dicapai maka Majelis Umum penuh yang beranggotakan 193 negara akan memberikan suara pada tindakan tersebut.

Diperkenalkan oleh Liechtenstein, dengan dukungan dari Uni Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat, langkah tersebut akan dipertimbangkan pada rapat pleno yang ditetapkan pada Selasa pukul 7 malam.

Rancangan resolusi menyerukan "penangguhan segera pasokan, penjualan, atau transfer langsung dan tidak langsung semua senjata, amunisi, dan peralatan terkait militer lainnya ke Myanmar".

"Pertemuan itu akan dilakukan secara langsung," kata seorang juru bicara PBB kepada AFP.

Draf tersebut, yang telah dinegosiasikan selama berminggu-minggu, disponsori bersama oleh 48 negara, dengan Korea Selatan sebagai satu-satunya negara Asia.

Draft Majelis PBB juga menyerukan kepada militer untuk "mengakhiri keadaan darurat" dan segera menghentikan "semua kekerasan terhadap demonstran damai", serta "segera dan tanpa syarat membebaskan Presiden Win Myint, Penasihat Negara Aung San Suu Kyi" dan semua orang yang telah "sewenang-wenang. ditahan, didakwa atau ditangkap "sejak kudeta 1 Februari.

Draf tersebut menambahkan seruan untuk "segera melaksanakan" konsensus lima poin yang dicapai dengan para pemimpin dari 10 negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada 24 April, untuk "memfasilitasi kunjungan" utusan khusus PBB ke Myanmar, dan untuk menyediakan "akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan".

Beberapa organisasi non-pemerintah telah lama menyerukan embargo senjata di Myanmar. Sejak 1 Februari, Dewan Keamanan dengan suara bulat telah mengadopsi empat pernyataan tentang Myanmar. Tetapi setiap kali, pernyataan itu telah dipatahkan dalam negosiasi, terutama oleh Beijing.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bima Arya Mengaku Menikmati Kerja Sama dengan Anies Baswedan

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku menikmati jalinan kerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam mengelola daerahnya.

NEWS | 3 Oktober 2022

Survei: Mayoritas Warga Inggris Ingin Liz Truss Mengundurkan Diri

Mayoritas warga Inggris ingin Perdana Menteri Liz Truss mengundurkan diri. Hal itu terungkap dari jajak pendapat baru yang diterbitkan YouGov.

NEWS | 2 Oktober 2022

PDAM Bekasi Tumbangkan Lavani di Final Livoli Divisi Satu

PDAM Bekasi menumbangkan Lavani Bogor di final kompetisi bola voli Livoli Divisi Satu di GOR Debes Kabupaten Bogor, Minggu (2/10/2022).

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, DPR: Kompetisi Sepak Bola Jangan Hanya Pentingkan Bisnis

Politikus PDIP Said Abdullah menyatakan tragedi Kanjuruhan, Malang menjadi pelajaran agar kompetisi sepak bola jangan hanya pentingkan aspek bisnis.

NEWS | 2 Oktober 2022

Ini Penyebab Kepuasan Kinerja Jokowi Naik 5 Persen dalam Sepekan

Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi naik 5 persen dalam sepekan. Ini alasannya. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Ditolak Denmark, Prancis Akan Kirim Howitzer ke Ukraina

Prancis akan mengirim howitzer yang ditolak Denmark ke Ukraina. Kyiv mungkin mendapatkan hingga 12 howitzer Caesar dari Paris.

NEWS | 2 Oktober 2022

Ridwan Kamil Masih Rahasiakan Parpol yang Jadi Pelabuhannya

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil masih merahasiakan soal parpol mana yang menjadi pelabuhan politiknya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kemendagri Dorong Kebijakan Afirmatif pada Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender

Program pengarusutamaan gender menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pembangunan di pusat maupun daerah.

NEWS | 2 Oktober 2022

Anies Bakal Diumumkan Surya Paloh sebagai Capres Nasdem?

Ketum Partai Nasdem Surya Paloh akan mengumumkan capers yang diusung Nasdem di Pilpres 2024 besok. Beredar kabar capres itu adalah Anies Baswedan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Nama Anies Bergema Saat Disinggung Sosok yang Bakal Pimpin Indonesia

Nama Anies Baswedan bergema ketika para peserta Supermentor-27 merespons pernyataan Dino Patti Djalal soal sosok yang bakal memimpin Indonesia.

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Survei: Mayoritas Warga Inggris Ingin Liz Truss Mengundurkan Diri

Survei: Mayoritas Warga Inggris Ingin Liz Truss Mengundurkan Diri

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings