Siapakah Hamas?
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Siapakah Hamas?

Senin, 17 Mei 2021 | 16:32 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com - Hamas adalah yang terbesar dari sejumlah kelompok milisi yang ada di Palestina. Dalam Bahasa Arab, Hamas merupakan akronim dari Gerakan Perlawanan Islam.

Kelompok ini dibentuk pada 1987 setelah dimulainya gerakan perlawanan atau intifada yang pertama melawan pendudukan Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Berdasarkan anggaran dasarnya, kelompok ini bertekad untuk menghancurkan Israel.

Hamas awalnya punya dua misi yaitu angkat senjata melawan Israel dengan dipimpin oleh sayap militernya Brigae Izzedine al-Qassam, dan menjalankan program-program kesejahteraan sosial.

Namun, sejak 2005, ketika Israel menarik mundur pasukan dan warga pendudukan dari Gaza, Hamas juga terjun dalam proses politik Palestina. Hamas menang pemilu legislatif pada 2006, dan setahun kemudian merebut kekuasaan di Gaza dengan menyingkirkan gerakan Fatah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas.

Sejak itu, milisi di Gaza telah melakoni tiga perang melawan Israel, yang bersama Mesir memblokade Jalur Gaza untuk mengisolasi Hamas dan mencegahnya melakukan serangan.

Hamas dimasukkan ke daftar kelompok teroris oleh Israel, Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, dan sejumlah negara lain. Bagi beberapa negara, kategori kelompok teroris ini hanya diberlakukan untuk sayap militer Hamas.

Bom Bunuh Diri
Pasca-intifada yang pertama, Hamas mulai mencuat namanya karena menentang perjanjian damai yang diteken Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada awal 1990-an. PLO adalah lembaga yang mewakili sebagian besar rakyat Palestina.

Meskipun diserang oleh banyak operasi Israel dan dikecam Otoritas Palestina (pemerintahan utama Palestina), Hamas menemukan cara memveto perjanjian itu dengan melancarkan serangan bunuh diri.

Pada Februari dan Maret 1996, Hamas melakukan sejumlah serangan bom bunuh diri di bus yang menewaskan hampir 60 warga Israel, sebagai balasan atas pembunuhan terhadap pembuat bom Hamas, Yahya Ayyash, pada 1995.

Serangan bunuh diri itu dianggap sebagai penyebab utama hengkangnya Israel dari proses damai dan meroketkan figur Benjamin Netanyahu yang pada tahun itu juga menjadi pemimpin Israel. Netanyahu juga menentang perjanjian damai yang diraih di Oslo, Norwegia.

Upaya Presiden Amerika Serikat Bill Clinton mendamaikan dua pihak di Camp David pada 2000 juga gagal, diikuti gerakan intifada kedua. Hamas mulai mendapat kekuasaan dan pengaruh, sementara Israel melebarkan tekanan pada Otoritas Palestina, yang dianggap mensponsori serangan terhadap Israel.

Hamas vs Fatah
Hamas juga mendirikan klinik dan sekolah untuk melayani warga Palestina yang merasa kecewa dengan Otoritas Palestina yang dinilai korup dan tidak efisien.

Otoritas Palestina didominasi oleh fraksi Fatah.

Banyak warga Palestina menyambut gembira gelombang serangan bunuh diri Hamas di tahun-tahun awal gerakan intifada yang kedua. Mereka menganggap itu sebagai "serangan syahid" sebagai balasan atas pendudukan warga Israel di Tepi Barat, wilayah yang dikehendaki oleh rakyat Palestina sebagai bagian dari negara mereka.

Pada Maret dan April 2004, pemimpin spiritual Hamas Sheikh Ahmed Yassin dan penggantinya Abdul Aziz al-Rantissi terbunuh dalam serangan rudal Israel di Gaza.

Pada November tahun yang sama, Mahmoud Abbas menjadi pemimpin Fatah menggantikan Yasser Arafat yang meninggal dunia.

Abbas menganggap serangan-serangan roket Hamas kontra-produktif.

Ketika Hamas menang telak dalam pemilu 2006, dimulailah perebutan kekuasaan yang sengit melawan Fatah.

Hamas menolak semua bujukan agar menerima perjanjian-perjanjian sebelumnya dengan Israel, juga menolak legitimasi Israel dan menyerukan perlawanan bersenjata.

Anggaran Dasar
Anggaran Dasar Hamas merumuskan semua wilayah historis Palestina sebagai "tanah Islam" dan menolak setiap perjanjian damai permanen dengan Israel.

Dokumen itu juga menyerukan serangan kepada warga Yahudi, sehingga dinilai sebagai gerakan anti-Yahudi.

Pada 2017, Hamas menerbitkan dokumen baru yang memperlunak sikapnya semula, dengan kalimat-kalimat yang lebih terukur.

Dalam dokumen yang baru tidak disebutkan pengakuan terhadap Israel, tetapi Hamas secara resmi menerima pembentukan negara Palestina interim di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.

Dokumen itu juga menekankan bahwa perjuangan Hamas bukan melawan Yahudi, tetapi melawan "agresor pendudukan Zionis". Menurut Israel, Hamas hanya "berupaya membodohi dunia".

Sebagai akibatnya, pemerintahan baru yang dipimpin Hamas dikenakan sanksi ekonomi dan diplomatik yang keras oleh Israel dan sekutunya di Barat.

Setelah Hamas menyingkirkan kekuatan yang loyal pada Fatah dari Gaza pada 2007, Israel memperketat blokade kawasan itu sementara serangan roket dari Palestina dan serangan udara dari Israel berlanjut.

Operasi Militer
Israel menganggap Hamas bertanggung jawab pada semua serangan yang berasal dari Jalur Gaza dan telah melakukan tiga serangan militer besar di sana, didahului oleh eskalasi pertempuran di perbatasan.

Pada Desember 2008, militer Israel melancarkan Operasi Cast Lead untuk menghentikan serangan roket. Selama serangan 22 hari, lebih dari 1.300 warga Palestina tewas, korban di Israel hanya 13.

Dengan alasan yang sama, Israel melancarkan operasi Pillar of Defence pada November 2012, dimulai dengan serangan udara yang menewaskan Ahmed Jabari, komandan Brigade Qassam. Sekitar 170 warga Palestina, sebagian besar sipil, dan enam warga Israel tewas dalam pertempuran delapan hari.

Kemampuan tempur Hamas menurun sejak dua konflik tersebut, tetapi makin mendapat dukungan dari rakyat Palestina karena berani melawan Israel dan bisa bertahan.

Tembakan roket dari Gaza kembali meningkat pada pertengahan Juni 2014 setelah tentara Israel menangkap banyak anggota Hamas di sepanjang Tepi Barat ketika mereka memburu tersangka pembunuh tiga remaja Israel.

Pada awal Juli tahun itu, Hamas mengklaim bertanggung jawab atas tembakan roket di Israel. Hari berikutnya, militer Israel melancarkan Operasi Protective Edge untuk menghancurkan roket dan terowongan lintas batas yang dipakai para militan.

Sedikitnya 2.251 warga Palestina, termasuk 1.462 warga sipil, terbunuh dalam konflik selama 50 hari. Di pihak Israel, 67 tentara dan enam warga sipil tewas.

Sejak 2014, beberapa kali meletup kekerasan yang diakhiri dengan gencatan senjata, ditengahi oleh Mesir, Qatar dan PBB sehingga tidak berkembang menjadi perang skala besar.

Meskipun terkurung oleh blokade Israel, Hamas mampu mempertahankan kekuasaan di Gaza dan terus meningkatkan kemampuan roketnya. Upaya rekonsiliasi dengan Fatah juga gagal
.
Sementara itu, situasi kemanusiaan bagi 2 juta warga Palestina di Gaza makin memburuk. Perekonomian di Jalur Gaza sudah ambruk, ditambah kekurangan air bersih, listrik, dan obat-obatan.



Sumber: BBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jangan Kedepankan Orientasi Politik atau Ideologi dalam Isu Palestina

Hikmahanto menyayangkan jika respons terkait situasi Palestina tergantung kepada orientasi pihak mana yang didukung.

DUNIA | 17 Mei 2021

WHO: Hasil Tes Positif Covid-19 di India Sangat Tinggi

India pada Senin (17/5/2021) melaporkan penurunan lebih lanjut dalam kasus baru Covid-19.

DUNIA | 17 Mei 2021

Akibat Kebakaran Hutan di Los Angeles, 1.000 Orang Dievakuasi

Sekitar 1.000 orang dievakuasi dari rumah mereka di negara bagian California, Amerika Serikat (AS) pada Minggu (16/5/2021) pagi karena kebakaran hutan.

DUNIA | 17 Mei 2021

Unicef Desak G7 Sumbang Pasokan Darurat Vaksin Covid-19

Unicef pada Senin (17/5/2021) meminta negara-negara G7 untuk menyumbangkan pasokan vaksin Covid-19 untuk skema berbagi Covax.

DUNIA | 17 Mei 2021

Menlu Palestina: Israel Lakukan Kejahatan Perang

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki pada Minggu (16/5/2021) menuduh Israel melakukan "kejahatan perang" dalam serangan hampir seminggu di Gaza.

DUNIA | 17 Mei 2021

Saudi Cabut Persyaratan Karantina untuk Pelancong Asing

Arab Saudi mengumumkan pada Minggu (16/5/2021) pencabutan aturan wajib karantina pelancong asing yang datang melalui pesawat udara.

DUNIA | 17 Mei 2021

Gaza Diserang Israel Lagi, 200 Tewas dalam Seminggu

Serangan udara Israel kembali menghantam Jalur Gaza sebelum fajar pada Senin (17/5/2021), konflik ini menewaskan lebih dari 200 orang

DUNIA | 17 Mei 2021

Afrika Selatan Targetkan 5 Juta Lansia dalam Fase 2 Vaksinasi Covid-19

Vaksinasi Covid-19 Afrika Selatan menarget lima juta warga berusia di atas 60 pada akhir Juni 2021.

DUNIA | 17 Mei 2021

Majelis Umum PBB Pertimbangkan Seruan Embargo Senjata Myanmar

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (18/5/2021) akan mempertimbangkan seruan embargo senjata ke junta militer Myanmar.

DUNIA | 17 Mei 2021

Aparat India Temukan Ratusan Mayat Dikubur di Tepi Sungai

Pihak berwenang India telah menemukan ratusan mayat yang dikubur di sepanjang tepi sungai.

DUNIA | 17 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS