Tiga Pemimpin ASEAN Minta Hentikan Serangan kepada Warga Sipil Palestina
Senin, 17 Mei 2021 | 22:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah mengeluarkan pernyataan bersama terkait situasi yang mengkhawatirkan di Palestina. Ketiga pemimpin ASEAN itu mendesak seluruh pihak agar menghentkan serangan kepada warga sipil.
“Kami menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri secara maksimal, menghentikan serangan kepada warga sipil, dan mengambil langkah deeskalasi situasi, serta menegakkan hukum dan aturan internasional,” sebut pernyataan bersama ketiganya yang diterima Beritasatu.com, Senin (17/5/2021).
Ketiga pemimpin juga meminta Palestina maupun Israel untuk menerima kehadiran internasional sementara di Kota Al-Quds, dalam rangka mengawasi penghentian permusuhan di wilayah pendudukan Palestina.
Mereka juga mendesak masyarakat internasional untuk tetap teguh dalam komitmen mereka mengamankan solusi dua negara (two state solution) demi mencapai Negara Palestina yang Merdeka berdasarkan perbatasan sebelum 1967 dimana Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
“Kami menegaskan kembali solidaritas kami, dan komitmen kami kepada rakyat Palestina, termasuk hak-hak mereka untuk menentukan nasib sendiri, dan penciptaan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat,” tambah pernyataan bersama itu.
Ketiga pemimpin juga menyatakan kesiapan untuk mendukung upaya internasional yang bertujuan mencapai perdamaian komprehensif, keadilan, dan perdamaian abadi di Timur Tengah berdasarkan Resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Hukum Internasional, termasuk hukum kemanusiaan.
Jokowi, Muhyiddin, dan Hassanal juga mengutuk pelanggaran hukum internasional yang mencolok, termasuk hukum hak asasi manusia dan kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel, Kekuatan Pendudukan, melalui kebijakan yang tidak manusiawi, kolonial, dan apartheid kepada warga Palestina di wilayah pendudukan Palestina. Oleh karena itu, mereka menyerukan tindakan kolektif dan bertanggung jawab demi memastikan pihak yang bertanggung jawab untuk pelanggaran semacam itu.
Pernyataan ketiga pemimpin dikeluarkan oleh Istana Negara RI, Minggu (16/5/2021) malam, setelah pelaksanaan pertemuan luar Organisasi Kerja Sama Islam yang diikuti 16 menteri dan wakil menteri luar negeri negara OKI. Pertemuan OKI secara khusus membahas agresi Israel di wilayah Palestina, khususnya Al-Quds Al-Shareef atau Yerusalem dan juga jalur Gaza.
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI
Terpopuler, CCTV Mahasiswa UI Dibunuh hingga Penganiayaan Wanita Sukabumi
Hasil Pertandingan Raja Casablanca vs Al Nassr: Ini Gol-gol Kemenangan Kesatria Najd
B-FILES
Urgensi Mitigasi Risiko Penyelenggara Pemilu 2024
Zaenal Abidin
Identitas Indonesia
Yanto Bashri
Jokowi Apa Kehendakmu?
Guntur Soekarno
Rumah Ketua KPU Enrekang Dibobol, Aksi Maling Terekam CCTV




