PBB Tunda Pemungutan Suara untuk Hentikan Pasokan Senjata ke Myanmar
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PBB Tunda Pemungutan Suara untuk Hentikan Pasokan Senjata ke Myanmar

Selasa, 18 Mei 2021 | 10:39 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

New York, Beritasatu.com – Sebanyak 139 anggota Majelis Umum PBB menunda agenda pemungutan suara pada Selasa (18/5/2021) terkait rancangan resolusi untuk menghentikan segera pasokan senjata ke Myanmar. Demikian pernyataan seorang diplomat.

Seorang juru bicara presiden Majelis Umum PBB mengatakan, sebelumnya pada Senin (17/5/2021), badan dunia itu akan melakukan pemungutan suara pada Selasa. Tidak segera diketahui kapan pemungutan suara akan dijadwalkan ulang. Beberapa diplomat mengatakan, itu telah ditunda dalam upaya untuk mendapatkan lebih banyak dukungan.

Rancangan resolusi menyerukan, militer Myanmar yang merebut kekuasaan dalam kudeta 1 Februari, untuk mengakhiri keadaan darurat, menghentikan semua kekerasan terhadap pengunjuk rasa damai dan menghormati keinginan rakyat seperti yang diungkapkan dalam hasil pemilihan November lalu.

Resolusi Majelis Umum tidak mengikat secara hukum tetapi memiliki bobot politik. Berbeda dengan 15 anggota Dewan Keamanan, tidak ada negara yang memiliki hak veto di Majelis Umum.

Myanmar berada dalam krisis sejak tentara menggulingkan pemerintahan terpilih pemimpin Aung San Suu Kyi dan menahannya beserta pejabat partai Liga Nasional untuk Demokrasi. Draf teks PBB menyerukan pembebasan mereka.

Militer, yang telah membentuk junta yang berkuasa mengklaim, kecurangan dalam pemilihan November yang mengembalikan Aung San Suu Kyi ke tampuk kekuasaan. Meskipun komisi pemilihan mengatakan pemungutan suara itu adil.

Rancangan resolusi Majelis Umum menyerukan kepada angkatan bersenjata Myanmar untuk segera menghentikan semua kekerasan terhadap demonstran damai, anggota masyarakat sipil, wanita, pemuda, serta anak-anak dan lainnya.

Setidaknya 788 orang telah dibunuh oleh pasukan keamanan junta, menurut sebuah kelompok advokasi. Mereka tewas karena melakukan aksi protes terhadap kudeta junta militer.

Junta militer, membantah angka itu, dan memberlakukan pembatasan ketat pada media, informasi, dan Internet. Reuters tidak dapat secara independen memverifikasi penangkapan dan jumlah korban.

Amerika Serikat, Inggris dan Kanada pada hari Senin memberlakukan sanksi baru yang menargetkan junta Myanmar.

Hanya Dewan Keamanan PBB yang dapat menjatuhkan sanksi yang mengikat secara hukum atau embargo senjata. Tetapi para diplomat mengatakan Rusia dan Tiongkok kemungkinan dapat menggunakan hak veto mereka untuk mencegah tindakan seperti itu terhadap Myanmar.



Sumber: channelnewsasia.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Thailand Laporkan 35 Kasus Kematian Covid-19

Negara itu juga melaporkan kasus infeksi baru sebanyak 2.473 kasus, termasuk di dalamya kasus penularan sesama narapidana.

DUNIA | 18 Mei 2021

Tiongkok Laporkan 22 Kasus Baru Covid-19

Empat dari kasus baru adalah infeksi lokal yang dilaporkan di provinsi timur laut Liaoning. Sisanya merupakan infeksi impor yang berasal dari luar negeri.

DUNIA | 18 Mei 2021

AS Memblokir Draf Baru PBB Terkait Konflik Israel-Palestina

Salah seorang diplomat kepada AFP mengatakan, AS telah mengindikasikan, mereka tak dapat mendukung ekspresi Dewan Keamanan.

DUNIA | 18 Mei 2021

Tiongkok Bakal Menekan Anggota DK PBB untuk Atasi Krisis Palestina

Kami juga mendesak Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab dengan bersikap adil dan bekerja sama dengan mayoritas masyarakat internasional.

DUNIA | 18 Mei 2021

Erdogan Kritik Kekuatan Barat yang Tidak Bertindak Atas Kekerasan Israel

Erdogan menyebut Austria dan Amerika Serikat, "menulis sejarah dengan tangan berdarah".

DUNIA | 18 Mei 2021

Lebih 2.300 Kasus Varian Corona Terkait India Tercatat di Inggris

Sebanyak 2.323 kasus varian virus corona yang pertama kali terdeteksi di India telah tercatat di Inggris.

DUNIA | 18 Mei 2021

Brunei Larang Pelancong dari 4 Negara Asia Selatan

Pemerintah Brunei mengumumkan penangguhan sementara masuknya warga negara asing dari empat negara Asia Selatan lainnya karena kekhawatiran Covid-19.

DUNIA | 18 Mei 2021

PBB: Akibat Konlik Israel-Palestina, 208 Orang Tewas dan 1.500 Terluka

Sebanyak 208 orang tewas dan 1.500 orang lainnya terluka dalam satu minggu konflik Israel -Palestina.

DUNIA | 18 Mei 2021

Wall Street Ditutup Melemah Terseret Sektor Teknologi

Dow Jones Industrial Average turun 0,16% ke 34.327,79. S&P 500 turun 0,25% ke 4.163,29. Nasdaq turun 0,38% ke 13.379,05.

DUNIA | 18 Mei 2021

Singapura, Taiwan Lakukan Pembatasan untuk Memerangi Wabah

Pemerintah Singapura akan menutup sekolah mulai Rabu (19/5/2021), karena pihak berwenang memperingatkan jenis virus corona baru.

DUNIA | 17 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS