PDB Q1 Jepang Menyusut 1,3%, Akibat Pembatasan Virus
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PDB Q1 Jepang Menyusut 1,3%, Akibat Pembatasan Virus

Selasa, 18 Mei 2021 | 22:25 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Tokyo, Beritasatu.com - Ekonomi Jepang mengalami kontraksi 1,3% dalam tiga bulan hingga Maret setelah pemerintah memberlakukan kembali pembatasan virus corona di kota-kota besar karena infeksi melonjak, data menunjukkan Selasa (18/5/2021).

Penurunan secara kuartal ke kuartal (QoQ) terjadi setelah ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut tumbuh selama dua kuartal hingga Desember 2020. Tetapi ekspansi terhenti di jalurnya oleh peningkatan kasus virus corona dalam musim dingin.

Pemerintah memberlakukan keadaan darurat virus baru pada Januari sebagai tanggapan, mendesak orang untuk tinggal di rumah dan menyerukan agar restoran tutup lebih awal.

Kontraksi tersebut sebagian besar sejalan dengan ekspektasi para ekonom.

"Konsumsi pribadi sangat terpukul oleh tindakan darurat Covid-19," ekonom senior SuMi TRUST Naoya Oshikubo, Selasa (18/5), dalam analisis yang dikeluarkan menjelang data resmi.

Angka yang dirilis oleh kantor kabinet sesaat sebelum pasar dibuka menunjukkan konsumsi swasta turun 1,4%, setelah dua kuartal ekspansi, mencerminkan belanja yang lebih lambat di sektor jasa.

Belanja modal (capital expenditure/ capex), termasuk manufaktur, turun 1,4%. Tetapi ekonom mengatakan itu hanya relatif terhadap peningkatan tajam di kuartal sebelumnya dan tren pemulihan secara keseluruhan berada di jalur yang tepat.

Penurunan konsumsi swasta tidak seburuk yang dikhawatirkan beberapa orang, kata Marcel Thieliant, senior ekonom Jepang di Capital Economics.

Dua kekecewaan besar, tulisnya dalam catatan, berasal dari penurunan investasi non-residensial dan berkurangnya permintaan publik. Sedangkan investasi perumahan naik 1,1%.

Sementara ekspor naik 2,3%, impor naik 4,0% lebih besar. "Jadi perdagangan bersih turun 0,2% menunjukkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB)," Thieliant menambahkan.

Para ekonom memperingatkan bahwa perlambatan kemungkinan akan berlanjut. Pasalnya, pemerintah terpaksa memberlakukan status keadaan darurat bagian ketiga di beberapa wilayah, termasuk mesin ekonomi Tokyo dan Osaka, awal bulan ini.

Tindakan darurat lebih keras daripada sebelumnya dan telah diperpanjang hingga akhir Mei, diperluas ke sejumlah wilayah lain dalam beberapa hari terakhir.

Dampak Olimpiade "Terbatas"

"Kemerosotan PDB akan berlanjut pada kuartal II-2021. Keadaan darurat ketiga yang diperkenalkan pada April membuat pengurangan jam kerja serta waktu cuti yang lebih lama dari sebelumnya dan bahkan bisa diperpanjang lagi," tulis Oshikubo.

Apa pun yang terjadi dengan Olimpiade Tokyo yang sempat tertunda karena pandemi dilaksanakan musim panas ini, sepertinya tidak akan memengaruhi perekonomian secara besar-besaran, katanya.

"Bahkan jika Olimpiade dibatalkan, ini tidak akan mengejutkan serta dampak pada ekonomi dan pasar akan terbatas," lanjutnya.

Gambaran pertumbuhan yang lebih rumit adalah peluncuran vaksin di Jepang yang relatif lambat.

“Dengan situasi medis yang masih memburuk dan peluncuran vaksin yang terlalu lambat, akan memakan waktu hingga akhir tahun agar hasilnya kembali ke tingkat sebelum virus," Thieliant menjelaskan.

Perekonomian Jepang mencatat kontraksi tahunan pertamanya sejak 2009 tahun lalu, terguncang akibat pengaruh pandemi meskipun mengalami wabah yang lebih kecil dari banyak negara.

Angka revisi yang dirilis Selasa menunjukkan kontraksi tahunan sedikit lebih baik dari yang awalnya diperkirakan, di -4,7%, dari angka sebelumnya -4,8%.

Jepang telah mendaftarkan sekitar 11.500 kematian akibat virus corona dan telah menghindari penguncian ketat seperti terlihat di beberapa negara lainnya.

Namun, pandemi telah menghantam ekonomi dengan keras di negara yang sudah berjuang dengan konsumsi yang lemah dan upaya selama bertahun-tahun untuk meningkatkan inflasi.

Analis tidak berharap untuk melihat pemulihan dalam pertumbuhan sebelum kuartal ketiga sekarang. Terlepas dari peringatan Capital Economics atas risiko terhadap perkiraan yang bergerak ke sisi bawah, mengingat penyebaran virus bangkit kembali saat ini dan vaksinasi berlangsung lambat.

Oshikubo juga mencatat bahwa kekurangan semikonduktor global disebabkan oleh melonjaknya permintaan chip yang digunakan di perangkat elektronik pribadi dan kendaraan modern tetap menjadi risiko.

"Kami memperkirakan perubahan akan terjadi untuk manufaktur pada kuartal berikutnya," ia memperingatkan. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Militer AS Minta Maaf atas Serangan Drone yang Tewaskan 10 Warga Sipil di Kabul

Militer AS meminta maaf atas serangan drone di Kabul bulan lalu yang menewaskan sebanyak 10 warga sipil, termasuk tujuh anak-anak.

DUNIA | 18 September 2021

WHO: Kekurangan Vaksin di Afrika Berisiko Mengulang Pandemi dari Awal

Afrika menghadapi kekurangan 470 juta dosis vaksin Covid-19 tahun ini, setelah aliansi Covax memangkas proyeksi pengiriman.

DUNIA | 18 September 2021

Pertemuan G20, Indonesia Dukung Pertanian Afrika Capai Target SDGs

Dukungan untuk Afrika melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas petani dalam meningkatkan produksi pertanian dapat menciptakan ketahanan pangan global.

DUNIA | 17 September 2021

PBB: KTT IKlim Glasgow Berisiko Gagal

Pertemuan kritis tentang perubahan iklim akhir tahun ini di Glasgow, Skotlandia berisiko gagal.

DUNIA | 17 September 2021

INS Akan Perkuat Jejaring Masyarakat Indonesia -Norwegia

Duta Besar RI Oslo, Todung Mulya Lubis meresmikan Indonesia - Norway Society (INS) di Wisma Duta Indonesia, Oslo, Norwegia para Rabu (15/9/2021).

DUNIA | 17 September 2021

Al Qaeda Berkumpul Lagi di Afghanistan setelah Kemenangan Taliban

Kelompok teroris Al Qaeda mungkin berkumpul kembali di Afghanistan yang dikuasai Taliban.

DUNIA | 17 September 2021

Fasilitasi Perdagangan 4 Negara, Asosiasi Benelux-Indonesia Diluncurkan

Benelux-Indonesia atau Benelux-Indonesia Association (BIA) resmi diluncurkan di KBRI Brussel, Belgia pada Rabu (15/9/2021).

DUNIA | 17 September 2021

Pandemi Covid Halangi 77 Juta Anak Bersekolah di 6 Negara

Sekolah untuk hampir 77 juta siswa di enam negara terus ditutup hampir sepenuhnya selama 18 bulan setelah pandemi Covid-19.

DUNIA | 17 September 2021

Iran Akhirnya Validasi Vaksin Covid Johnson & Johnson

Otoritas kesehatan Iran akhirnya memvalidasi vaksin Covid-19 Johnson & Johnson buatan Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 17 September 2021

Oktober, Chile Izinkan Pelancong Asing yang Divaksinasi Covid Lengkap

Chile akan mengizinkan pelancong asing yang telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19 untuk memasuki negara itu mulai 1 Oktober.

DUNIA | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Sonny Tulung


# Vaksinasi Covid-19


# Ideologi Transnasional


# Lucinta Luna



TERKINI
Indosat dan Tri Merger, Saham Pemerintah bakal Susut Jadi 9,6%

Indosat dan Tri Merger, Saham Pemerintah bakal Susut Jadi 9,6%

EKONOMI | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings