Geser Jerman, Tiongkok Jadi Pasar Impor Utama Inggris
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Geser Jerman, Tiongkok Jadi Pasar Impor Utama Inggris

Kamis, 27 Mei 2021 | 07:34 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Beijing, Beritasatu.com- Tiongkok telah mengambil alih posisi Jerman sebagai pasar impor tunggal terbesar Inggris untuk pertama kalinya sejak pencatatan dimulai. Seperti dilaporkan BBC, Rabu (26/5/2021), barang-barang yang diimpor dari Tiongkok naik 66% dari awal 2018 menjadi US$ 24 miliar (Rp 343 triliun) pada kuartal pertama tahun 2021.

Menurut Kantor Statistik Nasional, impor dari Jerman turun seperempat menjadi 12,5 miliar pound sterling (Rp 252 triliun) pada periode yang sama.

Perubahan itu terjadi karena perdagangan dengan Uni Eropa (UE) terganggu oleh Brexit dan pandemi Covid-19 meningkatkan permintaan barang-barang Tiongkok.

Laporan Kantor Statistik Nasional (ONS) bertujuan untuk menilai dampak Brexit dan virus corona pada perdagangan barang di Inggris. ONS menemukan bukti bahwa perdagangan telah terganggu pada awal hubungan baru antara Inggris dan UE.

ONS menyatakan impor Jerman ke Inggris telah turun sejak April 2019, di tengah ketidakpastian atas rincian keluarnya Inggris dari UE.

Industri kendaraan bermotor Jerman juga merasakan dampak pandemi Covid-19 karena terpukulnya produksi kendaraan dan ekspor global.

Di Inggris, permintaan kendaraan baru merosot karena ruang pamer mobil ditutup karena tindakan karantina wilayah.

“Ekspor barang ke Irlandia juga mengalami penurunan proporsional terbesar dari lima mitra ekspor teratas Inggris setelah masa transisi UE,” kata ONS.

Sejak pencatatan modern dimulai pada tahun 1997, Jerman telah menjadi sumber impor terbesar Inggris, kecuali untuk periode enam bulan pada akhir tahun 2000 dan awal tahun berikutnya ketika Amerika Serikat (AS) sempat menduduki posisi teratas.

Meskipun terjadi penurunan 23,1% dalam total perdagangan dengan negara-negara Uni Eropa secara keseluruhan dalam periode tersebut, laporan tersebut menemukan, UE tetap menjadi mitra dagang terbesar Inggris.

Angka-angka itu juga menunjukkan ada lonjakan impor tekstil yang digunakan untuk masker wajah dan alat pelindung diri lainnya dari Tiongkok, serta permintaan yang lebih kuat untuk perangkat listrik.

Tiongkok adalah ekonomi besar pertama yang melihat perdagangan globalnya tumbuh tahun lalu karena menjadi negara besar pertama yang keluar dari pandemi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PBB: 20.000 Orang Jadi Tunawisma Akibat Letusan Gunung Api di Kongo

Lebih dari 20.000 orang kehilangan tempat tinggal dan 40 lainnya masih hilang setelah letusan gunung berapi Nyiragongo di Republik Demokratik Kongo.

DUNIA | 27 Mei 2021

Menlu AS Bertemu Presiden Mesir Bahas Gencatan Senjata Israel-Palestina

Blinken mengatakan, AS dan Mesir bekerja sama untuk mendukung Israel dan Palestina hidup dalam keselamatan dan keamanan.

DUNIA | 26 Mei 2021

WHO: Varian Covid-19 India Ditemukan di Setidaknya 53 Wilayah

Selain itu, WHO telah menerima informasi dari sumber tidak resmi bahwa varian B.1.617 tersebut telah ditemukan di tujuh wilayah lain.

DUNIA | 26 Mei 2021

Model Inggris Meninggal Setelah Divaksin Covid-19

Ia menerima dosis pertama vaksin pada 6 Mei lalu, dia dibawa ke rumah sakit delapan hari kemudian karena masalah pernapasan dan sistem sarafnya.

DUNIA | 26 Mei 2021

Hamas Disebut Organisasi Teroris, Ini Pendapat Kemlu

Hamas, yang memakai pendekatan kekerasan, telah dicap sebagai organisasi teroris oleh Israel, Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), Inggris dan beberapa negara.

DUNIA | 26 Mei 2021

Uni Eropa Tidak Sudi Lagi Pakai Vaksin Astrazeneca, Ini Alasannya

Uni Eropa (UE) melakukan langkah hukum bulan lalu karena Astrazeneca gagal memenuhi target kuota vaksin untuk UE.

DUNIA | 26 Mei 2021

Kemlu: Jika Israel Setuju Solusi 2 Negara, Indonesia Berpeluang Buka Hubungan Diplomatik

Sampai saat ini, Indonesia tetap tidak mengakui Israel di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

DUNIA | 26 Mei 2021

Kasus Covid-19 Tinggi di Penjara, Thailand Berencana Bebaskan Narapidana

Lebih dari 100.000 orang telah terinfeksi di Thailand sejak April, termasuk sekitar 18.000 tahanan.

DUNIA | 26 Mei 2021

Kasus Covid-19 Turun di India, Pakar Belum Yakin Gelombang Kedua Telah Mencapai Puncak

Angka kasusnya belum terlihat karena penularannya sekarang paling banyak menyebar di daerah pedesaan.

DUNIA | 26 Mei 2021

Siklon Yaas Hantam Kawasan Pantai di India, 1 Juta Orang Dievakuasi

Siklon Yaas yang mencapai daratan, menghantam daerah pantai dengan angin dan hujan yang ganas dan merusak rumah.

DUNIA | 26 Mei 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS