Jutaan Warga Myanmar Terancam Kelaparan Akibat Kenaikan Harga Pangan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jutaan Warga Myanmar Terancam Kelaparan Akibat Kenaikan Harga Pangan

Jumat, 28 Mei 2021 | 13:09 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Yangon, Beritasatu.com- Jutaan orang di Myanmar terancam kelaparan akibat didera kenaikan harga pangan. Seperti dilaporkan AFP, Jumat (28/5/2021), warga terpaksa membeli makanan di tengah kenaikan harga sebagai dampak kudeta yang dilakukan militer.

Ekonomi dan sistem perbankan nasional telah lumpuh sejak perebutan kekuasaan militer yang mendorong pemimpin sipil Aung San Suu Kyi lengser pada Februari.

Mata pencarian telah hilang setelah aksi pemogokan dan penutupan pabrik, harga bahan bakar melonjak. Orang-orang yang cukup beruntung memiliki tabungan bank menghadapi antrean sepanjang hari untuk menarik uang tunai.

Sementara berkeliling di area umum untuk mencari nafkah juga membahayakan diri, karena tindakan keras militer dilakukan tanpa pandang bulu dan brutal terhadap perbedaan pendapat yang telah menewaskan lebih dari 800 warga sipil, menurut kelompok pemantau lokal.

Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan, di negara yang pada waktu normal mengekspor beras, kacang-kacangan, dan buah-buahan, jutaan orang akan kelaparan dalam beberapa bulan mendatang.

"Kami harus memberi makan anak-anak kami agar mereka tidak kelaparan," kata Aye Mar, duduk tanpa alas kaki di ibu kota komersial, bersama seorang bayi yang berayun di tempat tidur gantung di atas kepala.

Pria berusia 33 tahun itu tidak bekerja, bersama suaminya yang dipaksa untuk mengambil pekerjaan serabutan yang ditawarkan - termasuk menggali septic tank.

Penjual makanan Wah Wah, 37, mengatakan kenaikan harga sejak kudeta berarti pelanggan tidak bisa lagi membeli sesuatu yang sederhana seperti semangkuk ikan kering.

"Saya tidak bisa menjualnya karena pelanggan tidak mampu membelinya, bahkan jika saya menjualnya dengan harga 500 kyat (US $ 0,33 atau Rp 4.724) per mangkuk," katanya kepada AFP.

"Setiap orang harus mengeluarkan uang dengan hati-hati agar aman karena tidak ada yang punya pekerjaan. Kami hidup dalam ketakutan karena kami tidak tahu apa yang akan terjadi," tambahnya.

Ayah tiga anak Win Naing Tun, 26 tahun, mengatakan mereka yang sebelumnya mampu makan daging babi secara teratur terpaksa beralih ke pasta ikan dan sayuran.

Dan mereka yang bertahan dengan diet terbatas itu sebelumnya "sekarang hanya mampu makan nasi putih dengan garam", katanya kepada AFP.

Menurut WFP, kenaikan harga telah memukul daerah terpencil dengan sangat keras - di dekat perbatasan Tiongkok di negara bagian Kachin, beras hampir 50 % lebih mahal.

Biaya pengangkutan produk dari pertanian ke kota-kota juga melonjak setelah kenaikan harga bahan bakar diperkirakan 30% sejak kudeta.

WFP memperkirakan bahwa dalam enam bulan ke depan, sebanyak 3,4 juta lebih orang akan kelaparan di Myanmar dan siap untuk melipatgandakan bantuan makanan daruratnya.

Program donasi makanan masyarakat akar rumput terbukti sangat diminati di Yangon, ibu kota komersial Myanmar.

"Mereka senang saat kami menyumbangkan makanan. Beberapa bahkan menangis," kata sukarelawan May, bukan nama sebenarnya, kepada AFP.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Dampingi Presiden Bolsonaro di Sidang PBB, Menkes Brasil Positif Covid-19

Menteri Kesehatan Brasil Marcelo Queiroga terbukti positif Covid-19 beberapa jam seusai mendampingi Presiden Jair Bolsonaro di Sidang Majelis Umum PBB.

DUNIA | 22 September 2021

Indonesia Khawatir, Inisiatif AUKUS Bisa Tingkatkan Ketegangan di Indo-Pasifik

Kesepakatan AUKUS dianggap bertujuan untuk menyaingi kekuatan Tiongkok yang semakin meningkat di kawasan.

DUNIA | 22 September 2021

Gempa di Australia, KJRI: Tak Ada WNI Jadi Korban

KJRI di Melbourne menyampaikan bahwa sejauh ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa gempa.

DUNIA | 22 September 2021

ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

ADB memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara menjadi 3,1%. Padahal sebelumnya ADB memproyeksikan ekonomi Asia Tenggara tumbuh sebesar 4,4%.

DUNIA | 22 September 2021

Turun ke Jalan, Biksu di Thailand Sumbangkan Makanan untuk Warga Terdampak Pandemi

Misi mereka adalah untuk menyumbangkan makanan dan kebutuhan kepada orang-orang yang rentan terkena dampak pandemi Covid-19.

DUNIA | 22 September 2021

Bertemu Menlu Saudi, Retno Minta Kebijakan Umrah untuk Indonesia Ditinjau Ulang

Menlu Retno Marsudi bertemu Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan untuk melobi negara itu agar meninjau ulang kebijakannya terkait ibadah umrah.

DUNIA | 22 September 2021

Liburan Musim Gugur Saat Pandemi, Pariwisata Tiongkok Raup Rp 81 T

Industri pariwisata Tiongkok meraup pendapatan sebesar 37,1 miliar yuan (Rp 81,7 triliun) dalam tiga hari libur pertengahan musim gugur.

DUNIA | 22 September 2021

Sekjen PBB Tegur Dunia Terkait Distribusi Vaksin Covid-19 yang Tak Adil

Ia menyebutkan, ketidakadilan vaksin itu sebagai hal yang vulgar dan memberi dunia nilai “F dalam Etika".

DUNIA | 22 September 2021

Sidang Umum PBB, Indonesia Berupaya Persempit Kesenjangan Vaksin Covid-19

Indonesia terus berupaya mempersempit kesenjangan distribusi vaksin Covid-19 antara negara maju dan negara berkembang.

DUNIA | 22 September 2021

Gempa M 6,0 Guncang Melbourne, Getaran Terasa di Negara Bagian Lain

Dilaporkan, gempa menyebabkan kerusakan pada bangunan di kota terbesar kedua di negara itu dan getarannya terasa ke sejumlah negara bagian terdekat.

DUNIA | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
P2P Julo Kini Dilengkapi Berbagai Fitur Bagi Pengguna

P2P Julo Kini Dilengkapi Berbagai Fitur Bagi Pengguna

DIGITAL | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings