Jelajahi Palung Terdalam di Dunia, Ilmuwan Filipina Ini Kaget dengan Penemuannya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jelajahi Palung Terdalam di Dunia, Ilmuwan Filipina Ini Kaget dengan Penemuannya

Sabtu, 29 Mei 2021 | 08:59 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

Bangkok, Beritasatu.com - Ilmuwan Filipina Dr Deo Florence Onda mencoba mencari misteri yang tersembunyi di kegelapan palung ketiga terdalam di dunia, di kedalaman 10.000 meter.

Ia berada di Emden Deep, bagian dari Palung Filipina, wilayah yang belum dijelajahi dari salah satu dasar laut tertua di dunia. Sampai beberapa bulan yang lalu, tidak ada manusia yang pernah ke sana.

Ahli kelautan mikroba berusia 33 tahun dari Institut Ilmu Kelautan Universitas Filipina ini, menyelesaikan studi doktoralnya di Kutub Utara. Tapi ini adalah sesuatu yang sama sekali berbeda. Karena petualangan di laut mirip dengan bertualang ke luar angkasa.

“Perasaan itu sendiri, tidak ada yang bisa mempersiapkannya. Anda tidak tahu apa yang diharapkan. Itu benar-benar persiapan mental, berada di kapal selam kecil tanpa panik saat Anda menyelam dan mengucapkan selamat tinggal kepada dunia, ” jelas Onda, Jumat (29/5/2021).

Selama periode 12 jam di bulan Maret, Onda dan penjelajah Amerika Victor Vescovo dari Caladan Oceanic, sebuah organisasi swasta yang berdedikasi untuk memajukan teknologi bawah laut, turun dan menjelajahi palung, berharap untuk melihat sekilas kehidupan di bawah.

“Jika Anda melihat Palung Filipina, deskripsi pertama terjadi pada tahun 1950-an dan kemudian yang lebih detail pada tahun 1970-an. Teknologi saat itu belum begitu bagus, atau akurat. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk melihat apa yang terjadi di bawah sana, yang belum pernah terlihat sebelumnya, ”kata Onda.

“Ketika kami akan mencapai dasar, saya berharap untuk melihat hal-hal yang menakutkan, merangkak menyelinap masuk atau mengintip ke dalam jendela.”

Kenyataannya, apa yang menyambut mereka di kedalaman adalah sesuatu yang jauh lebih familiar, seuatu yang juga berasal dari atas permukaan.

“Ada satu adegan lucu saat kami menjelajahi daerah itu. Ada satu bahan putih yang melayang-layang. Saya mengatakan, Victor, itu ubur-ubur. Kami pergi ke sana dan mendekat dan itu hanya plastik”.

“Satu-satunya hal yang tidak biasa adalah sampah. Ada banyak sampah di parit. Ada banyak plastik, celana, kemeja, boneka beruang, kemasan dan banyak kantong plastik. Bahkan saya, saya tidak menyangka itu, dan saya melakukan penelitian tentang plastik, ”ujarnya.

“Melihatnya untuk pertama kalinya adalah hak istimewa sebagai manusia, mewakili 106 juta orang Filipina dan milyaran orang di dunia. Namun saya jugaa menjadi saksi tingkat pencemaran, dan menjadi saksi beratnya masalah plastik dari permukaan hingga dasar lautan, adalah hal lain”.

“Menjadi tanggung jawab saya untuk memberi tahu orang-orang bahwa sampah mereka tidak tinggal di tempat mereka menaruhnya. Itu pergi ke tempat lain dan itu akan tenggelam".

Apa yang semula direncanakan sebagai misi penelitian ilmiah harus berubah menjadi misi penyelamatan lingkungan. Padahal selama pandemi Covid-19, sulit buat ilmuwan dalam mendapatkan izin birokrasi untuk studi laut dalam lebih lanjut.

Penemuan plastik di palung mengejutkan bagi Onda, yang prihatin bahwa sifat lintas batas dari plastik yang menyebar di lautan memiliki konsekuensi yang tidak diketahui tetapi sangat besar pada ekosistem laut, dan pada dasarnya, pada fondasi kehidupan di planet ini.

“Mikroorganisme adalah pendorong utama penyimpanan karbon, yang kemudian mendorong perubahan iklim. Ketika fitoplankton mengkonsumsi karbon, mengambil karbon dioksida dari atmosfer, mereka mengubahnya menjadi bahan organik partikulat yang tenggelam ke dasar laut dan disimpan selama jutaan tahun, ”katanya.

“Kami sebenarnya tidak tahu sejauh mana keanekaragaman hayati di lingkungan laut dalam ini. Kami belum mengetahui sepenuhnya peran mereka dalam proses biogeokimia, bagaimana mereka mengatur cuaca dan iklim. "

Penelitian menunjukkan bahwa lapisan laut yang lebih dalam memanas lebih lambat dari pada permukaan. Namun bagi satwa liar dan organisme di lingkungan ini, paparan terhadap pemanasan iklim mungkin lebih parah dan menimbulkan risiko yang lebih besar.

Sementara itu, bagaimana sampah mencapai kedalaman terjauh, masih memerlukan lebih banyak penelitian. Tapi itu bukti bahwa lautan adalah sebuah kontinum di mana dampak tidak mengenal batas.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: channelnewsasia.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Indonesia Minta Israel Patuhi Resolusi PBB tentang Batas Wilayah dengan Palestina

Indonesia mengacu kepada resolusi yang pernah disepakati PBB tentang batas wilayah Israel dan Palestina merujuk posisi tahun 1967.

DUNIA | 29 Mei 2021

Dewan HAM PBB Sahkan Resolusi untuk Menyerukan Pembentukan Komisi Penyelidikan Palestina

Resolusi itu menegaskan 3 kewajiban negara dalam isu Palestina.

DUNIA | 29 Mei 2021

Indonesia Desak Dewan HAM Satu Suara Hentikan Kekerasan Palestina

Indonesia mendesak Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) agar satu suara untuk menyerukan penghentian kekerasan di Palestina.

DUNIA | 28 Mei 2021

Jepang Perpanjang Keadaan Darurat, Olimpiade Tokyo Kian Tak Menentu

Penyelenggara akan menunggu untuk membuat keputusan, apakah akan mengizinkan penggemar lokal di olimpiade Tokyo sampai keadaan darurat berakhir.

DUNIA | 28 Mei 2021

Malaysia Lakukan Total Lockdown Selama Dua Pekan

Total Lockdown akan dilakukan Malaysia selama dua pekan mulai 1 Juni 2021 hingga 14 Juni mendatang.

DUNIA | 28 Mei 2021

Kota California Tawarkan Insentif Vaksinasi Covid-19 Senilai Rp 1,66 Triliun

California mengumumkan keputusan untuk menawarkan hadiah uang US$ 116,5 juta atau Rp 1,65 triliun sebagai insentif vaksinasi Covid-19.

DUNIA | 28 Mei 2021

Tolak Investigasi Konflik Gaza, Netanyahu Kecam Dewan HAM PBB

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang ingin menyelidiki konflik Gaza.

DUNIA | 28 Mei 2021

Afrika Butuh 20 Juta Dosis Vaksin Astrazeneca dalam 6 Minggu

Afrika membutuhkan setidaknya 20 juta dosis vaksin Covid-19 Astrazeneca dalam enam minggu.

DUNIA | 28 Mei 2021

Jutaan Warga Myanmar Terancam Kelaparan Akibat Kenaikan Harga Pangan

Jutaan orang di Myanmar terancam kelaparan akibat didera kenaikan harga pangan.

DUNIA | 28 Mei 2021

India Bantah Jumlah Korban Covid-19 Versi New York Times

Otoritas India membantah laporan New York Times bahwa jumlah korban meninggal akibat Covid-19 jauh lebih banyak dari data resmi.

DUNIA | 28 Mei 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS