Junta Perintahkan Sekolah Dibuka, Guru dan Siswa di Myanmar Menentang
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Junta Perintahkan Sekolah Dibuka, Guru dan Siswa di Myanmar Menentang

Selasa, 1 Juni 2021 | 11:28 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

Yangon, Beritasatu.com - Sekolah-sekolah di Myanmar dibuka kembali pada Selasa (1/6/2021) untuk pertama kalinya sejak militer merebut kekuasaan pada awal Februari lalu. Namun, para guru dan siswa menentang seruan junta untuk memenuhi ruang kelas penuh sebagai tanda perlawanan.

Empat bulan kekacauan nasional telah terjadi sejak kudeta militer terhadap pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada Februari. ebih dari 800 orang tewas oleh pasu

kan keamanan dan pemogokan nasional yang melumpuhkan ekonomi.

Para guru sekolah umum yang mengenakan seragam hijau dan putih yang diamanatkan oleh kementerian pendidikan, tampil menonjol dalam protes massal awal, bergabung dengan pekerja kereta api, dokter, dan pegawai negeri di jalanan.

Pihak junta bersikeras sekolah buka pada hari Selasa ini, setelah absen satu tahun karena pandemi Covid-19. Namun banyak pendidik telah memutuskan bahwa mereka tidak dapat kembali ke pekerjaan yang mereka sukai.

"Saya tidak takut dengan penangkapan dan penyiksaan mereka," kata Shwe Nadi, seorang guru dari Yangon kepada AFP.

Namanya telah diubah demi keselamatannya.

"Saya takut menjadi guru yang mengajarkan propaganda kepada siswa".

Junta telah memecat ribuan guru dan akademisi karena mendukung pembangkangan sipil.

Shwe yang berusia 28 tahun itu, dipecat karena mendukung gerakan pembangkangan sipil. Ia merupakan salah satu dari ribuan guru dan akademisi yang dipecat junta.

“Tentu saja saya merasa tidak enak kehilangan pekerjaan, karena saya senang menjadi guru. Meskipun tidak dibayar dengan baik, kami memiliki kebanggaan menjadi guru karena orang lain menghormati kami,” katanya.

Nu May, bukan nama sebenarnya, yang tinggal di negara bagian Mon selatan juga akan menjauhi sekolah.

Guru sekolah dasar itu kehilangan gajinya selama berbulan-bulan setelah bergabung dengan gerakan boikot nasional. “Saat saya melihat mereka (junta) telah membunuh banyak orang. Saya tak mau lagi menjadi guru untuk mereka,” tegasnya.

Diketahui, beberapa dari mereka yang tewas dalam tindakan keras junta berusia sekolah dasar. Kelompok amal Save the Children mengatakan, korban tewas termasuk 15 anak di bawah usia 16 tahun.

Media yang dikelola junta dalam beberapa hari terakhir memuat laporan dengan foto-foto pejabat yang melihat pendaftaran sekolah dan menjanjikan bahwa orang tua akan puas dengan kembalinya kelas.

Surat kabar negara Global New Light of Myanmar menambahkan, para siswa di sebuah sekolah dekat ibu kota Naypyidaw membuka upacara untuk menandai masa jabatan baru dengan membawakan lagu "Pekan Pendaftaran Nasional" di depan menteri pendidikan rezim.

Tetapi di salah satu sekolah menengah di wilayah Sagaing tengah, sebuah slogan yang ditulis dengan cat merah di bagian depan gedung mendesak anggota staf mereka untuk menjauh.

"Kami tidak ingin guru perbudakan militer," menunjukkan gambar yang dibawa oleh media lokal. "Kami tidak ingin guru yang berkhianat."



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: channelnewsasia.com


BERITA LAINNYA

Makalah Peneliti Tiongkok Sebut Covid-19 Menyebar di AS sejak September 2019

Virus penyebab Covid-19 itu diperkirakan menyebar secara diam-diam di AS pada awal September 2019, demikian makalah yang dikembangkan CAS.

DUNIA | 24 September 2021

DPR AS Setujui Anggaran Bantuan US$ 1 Miliar untuk “Iron Dome” Israel

DPR AS pada Kamis (23/9/2021) menyetujui anggaran bantuan US$ 1 miliar (sekitar Rp14,2 triliun) untuk sistem pertahanan rudal Israel Iron Dome.

DUNIA | 24 September 2021

CDC AS Rekomendasi Vaksin Booster Pfizer Bukan untuk Tenaga Kesehatan

panel itu menolak merekomendasikan booster bagi dewasa muda, termasuk tenaga kesehatan yang bekerja di tempat dengan risiko tinggi terkena Covid-19.

DUNIA | 24 September 2021

Singapura Laporkan Kasus Covid-19 Tertinggi Sejak Pandemi Dimulai

Singapura melaporkan 1.504 kasus baru Covid-19 pada Kamis (23/9/2021), tertinggi sejak pandemi dimulai awal tahun lalu.

DUNIA | 24 September 2021


Setengah Populasinya Divaksin Covid-19, Panama Menuju Kekebalan Kelompok

Panama beberapa pekan ke depan mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) terhadap Covid-19 setelah memvaksinasi lebih dari setengah populasinya.

DUNIA | 24 September 2021

AS dan Inggris Sambut Janji Tiongkok untuk Akhiri Pendanaan Batu Bara

Amerika Serikat (AS) dan Inggris menyambut baik janji Tiongkok untuk mengakhiri pendanaan untuk proyek-proyek batu bara di luar negeri.

DUNIA | 23 September 2021

Aljazair Tutup Wilayah Udara untuk Semua Pesawat Maroko

Aljazair menutup wilayah udara untuk semua pesawat Maroko, sipil dan militer.

DUNIA | 23 September 2021

Sempat Promosikan Air Berkat, Dukun Kondang Sri Lanka Meninggal Akibat Covid

Eliyantha White, seorang dukun terkenal yang mencoba mengakhiri wabah Covid-19 di Sri Lanka dengan air yang “diberkati” telah meninggal karena virus tersebut

DUNIA | 23 September 2021

Peringati Hari Badak Sedunia, 2.500 Cula Dimusnahkan

Hampir 2.500 cula badak langka telah dihancurkan dalam upacara pertama dari jenisnya di timur laut India,

DUNIA | 23 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Dukung Millennial Smart Farming, Menko Airlangga Akrab dengan Petani

Dukung Millennial Smart Farming, Menko Airlangga Akrab dengan Petani

EKONOMI | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings