Logo BeritaSatu

Pemanasan Global Akibatkan 1 dari 3 Kasus Kematian Terkait Panas

Selasa, 1 Juni 2021 | 18:09 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Paris, Beritasatu.com- Lebih dari sepertiga kematian terkait panas di musim panas disebabkan oleh perubahan iklim. Pada Senin (31/5/2021), para peneliti juga memperingatkan jumlah kematian yang lebih tinggi saat suhu global naik.

Seperti dilaporkan AFP, penelitian sebelumnya tentang bagaimana perubahan iklim memengaruhi kesehatan manusia sebagian besar memproyeksikan risiko di masa depan dari gelombang panas, kekeringan, kebakaran hutan, dan peristiwa ekstrem lainnya yang diperburuk oleh pemanasan global.

Seberapa jauh lebih buruk tergantung pada seberapa cepat umat manusia mengendalikan emisi karbon, yang mencapai rekor tertinggi pada 2019. Tetapi emisi menurun tajam selama pandemi Covid-19.

“Tetapi satu studi baru oleh tim internasional yang terdiri dari 70 ahli adalah salah satu yang pertama dan terbesar untuk melihat konsekuensi kesehatan yang telah terjadi,” kata para penulis.

Penemuan yang dipublikasikan di Nature Climate Change itu sangat mencolok: data dari 732 lokasi di 43 negara yang tersebar di setiap benua yang dihuni mengungkapkan bahwa, rata-rata, 37% dari semua kematian terkait panas dapat dikaitkan langsung dengan pemanasan global.

"Perubahan iklim bukanlah sesuatu di masa depan yang jauh. Kami sudah dapat mengukur dampak negatif pada kesehatan, selain dampak lingkungan dan ekologi yang diketahui," kata penulis senior Antonio Gasparrini, seorang profesor biostatistik dan epidemiologi di London School of Hygiene and Tropical Medicine, kepada AFP.

Para penulis mengatakan, jika diperluas ke seluruh dunia, metode mereka akan menambahkan hingga lebih dari 100.000 kematian terkait panas per tahun yang diletakkan tepat di kaki perubahan iklim buatan manusia.

Angka itu bisa jadi merupakan perkiraan yang terlalu rendah karena dua wilayah yang sebagian besar datanya hilang - Asia Selatan dan Afrika tengah - diketahui sangat rentan terhadap kematian akibat cuaca panas yang ekstrem.

Angka 100.000 tersebut konsisten dengan analisis terbaru dari Institute for Health Metrics and Evaluations (IHME), yang diterbitkan dalam The Lancet.

IHME menghitung lebih dari 300.000 kematian terkait panas di seluruh dunia dari semua penyebab pada tahun 2019. Jika lebih dari sepertiga dari kematian tersebut disebabkan oleh perubahan iklim, seperti yang dilaporkan oleh tim Gasparrini, total kematian global memang akan lebih dari 100.000 kasus.

India menyumbang lebih dari sepertiga dari total penghitungan IHME, dan empat dari lima negara yang paling parah terkena dampak berada di Asia Selatan dan Afrika Tengah.

Bagian kematian terkait panas yang disebabkan oleh pemanasan global dalam studi baru sangat bervariasi dari satu negara ke negara lain.

Di Amerika Serikat, Australia, Prancis, Inggris, dan Spanyol, misalnya, persentase kematian terkait panas tersebut secara kasar sejalan dengan rata-rata di semua negara, antara 35 dan 39%. Untuk Meksiko, Afrika Selatan, Thailand, Vietnam, dan Cile, angkanya naik di atas 40%.

Sementara enam negara lain yakni Brasil, Peru, Kolombia, Filipina, Kuwait, dan Guatemala, persentase kematian terkait panas yang disebabkan oleh perubahan iklim mencapai 60 persen atau lebih.

Metodologi kompleks yang menggabungkan data kesehatan dan catatan suhu dari 1991 hingga 2018, ditambah dengan pemodelan iklim. Metodologi memungkinkan para peneliti untuk membandingkan jumlah aktual kematian terkait panas dengan berapa banyak kematian yang lebih sedikit tanpa pemanasan buatan manusia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Menpora Yakin PBSI Bisa Atasi Kisruh Antara Kevin dengan Herry IP

Menpora yakin PBSI dapat mengatasi kisruh antara pemain ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo dan pelatihnya Herry Iman Pierngadi.

NEWS | 27 September 2022

P2G Desak Pemerintah Beri Afirmasi kepada 1,6 Juta Guru

P2G mendesak Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim memberikan afirmasi kepada 1,6 juta guru yang belum mendapat tunjangan profesi guru.

NEWS | 27 September 2022

Ternyata, Ini Isi Koper Mencurigakan di Depan Polda Metro Jaya

Polisi memastikan koper mencurigakan di kawasan depan Polda Metro Jaya bukan berisi benda berbahaya. Ternyata, koper itu milik anggota polisi berisi pakaian.

NEWS | 27 September 2022

Anies Capres, Ini Cawapres dari PKS, Demokrat, dan Nasdem

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal diusung sebagai capres di Pilpres 2024 oleh koalisi Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS

NEWS | 27 September 2022

Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Dituntut 7 Tahun Penjara

Jaksa KPK menuntut Hakim Itong Isnaeni Hidayat, hakim nonaktif PN Surabaya dihukum 7 tahun penjara atas perkara dugaan suap penanganan perkara.. 

NEWS | 27 September 2022

Mantan Panglima OPM Minta Lukas Enembe Penuhi Pemeriksaan KPK

Mantan Panglima OPM Lambert Pekikir menyorot mangkirnya Gubernur Papua Lukas Enembe dari pemeriksaan KPK.

NEWS | 27 September 2022

Puan Minta Ahmadi Noor Supit Buat Gebrakan Tingkatkan Kinerja BPK

Ketua DPR, Puan Maharani berharap anggota BPK terpilih, Ahmadi Noor Supit membuat gebrakan untuk meningkatkan kinerja BPK dalam mencegah kerugian negara.

NEWS | 27 September 2022

KLHK Proses 1.308 Kasus Pencemaran Lingkungan Hidup ke Pengadilan

KLHK telah memproses 1.308 kasus pencemaran lingkungan hidup baik pidana dan perdata hingga ke pengadilan dalam beberapa tahun terakhir.

NEWS | 27 September 2022

KPU Tak Perpanjang Masa Perbaikan Dokumen Parpol

KPU memastikan tidak akan memperpanjang waktu perbaikan dokumen pendaftaran partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2024

NEWS | 27 September 2022

Keluarga Yakin Mahsa Amini Disiksa Polisi Susila Iran sebelum Tewas

Keluarga Mahsa Amini yang meninggal dalam tahanan Iran meyakini, wanita berusia 22 tahun itu meninggal setelah mendapat penyiksaan dari polisi susila.

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Data Kesembuhan Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022

Data Kesembuhan Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022

NEWS | 18 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings