WHO Bakal Periksa Ulang Sampel dari Italia Terkait Asal Usul Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

WHO Bakal Periksa Ulang Sampel dari Italia Terkait Asal Usul Covid-19

Rabu, 2 Juni 2021 | 08:58 WIB
Oleh : LES

Milan, Beritasatu.com – WHO bakal menguji ulang sampel dari sebuah penelitian yang menunjukkan virus corona telah beredar di luar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada Oktober 2019. Demikian penjelasan dua ilmuwan yang memimpin penelitian Italia.

Diketahui, kini ada tekanan internasional yang meminta dipelajari lebih lanjut tentang asal usul pandemi Covid-19yang telah menewaskan lebih dari 3 juta orang di seluruh dunia. Presiden AS Joe Biden pekan lalu memerintahkan para pembantunya untuk menemukan jawaban.

WHO menyebutkan, pada hari Jumat para ahli sedang mempersiapkan proposal tentang studi selanjutnya untuk mengetahui asal usul virus. Akan tetapi, tidak ada batas waktu yang ditetapkan.

Badan PBB bidang kesehatan itu bereaksi terhadap pengumuman Biden bahwa badan intelijen sedang mengejar kemungkinan, teori virus berasal dari kecelakaan laboratorium di Tiongkok.

Covid-19 pertama kali diidentifikasi di Kota Wuhan, RRT, pertengahan bulan Desember 2019. Sementara itu, pasien pertama Italia terdeteksi pada tanggal 21 Februari tahun lalu di sebuah kota kecil dekat Milan.

Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun lalu menunjukkan antibodi terhadap virus corona terdeteksi di Italia pada tahun 2019.

Penemuan itu mendorong media pemerintah RRT untuk menyarankan virus itu mungkin tidak berasal dari Tiongkok meskipun para peneliti Italia menekankan temuan itu menimbulkan pertanyaan tentang kapan virus itu pertama kali muncul daripada di mana.

"WHO bertanya kepada kami apakah kami dapat membagikan bahan biologis dan apakah kami dapat menjalankan kembali tes di laboratorium independen. Kami menerimanya," ujar Giovanni Apolone, direktur ilmiah dari salah satu lembaga utama, Institut Kanker Milan (INT).

Permintaan WHO sebelumnya belum pernah dilaporkan. "WHO sedang berhubungan dengan para peneliti yang telah menerbitkan makalah aslinya. Sebuah kerja sama dengan laboratorium mitra telah disiapkan untuk pengujian lebih lanjut," kata seorang juru bicara WHO.

Juru bicara itu mengatakan, WHO mengetahui bahwa para peneliti berencana untuk menerbitkan laporan tindak lanjut dalam waktu dekat.

Ia mengatakan, badan PBB itu telah menghubungi semua peneliti yang telah menerbitkan atau memberikan informasi tentang sampel yang dikumpulkan pada tahun 2019 yang dilaporkan telah dites positif SARS-CoV-2. Akan tetapi, belum memiliki interpretasi akhir dari hasilnya.

Temuan para peneliti Italia, yang diterbitkan oleh majalah ilmiah INT, Tumori Journal, menunjukkan antibodi penawar terhadap SARS-CoV-2 dalam darah yang diambil dari sukarelawan sehat di Italia pada bulan Oktober 2019 selama uji coba screening kanker paru-paru.

Sebagian besar sukarelawan berasal dari Lombardy, wilayah utara di sekitar Milan, yang merupakan daerah yang pertama dan paling parah terkena Covid-19 di Italia.

"Tak satu pun dari penelitian yang diterbitkan sejauh ini pernah mempertanyakan asal geografis," kata Apolone kepada Reuters.

Apolone menambahkan, "Keraguan yang berkembang adalah bahwa virus itu, mungkin kurang kuat dibandingkan dengan bulan-bulan berikutnya, telah beredar di Tiongkok jauh sebelum kasus yang dilaporkan."

WHO memilih laboratorium Universitas Erasmus di Rotterdam untuk tes ulang, kata Emanuele Montomoli, rekan penulis studi asli dan profesor Kesehatan Masyarakat di Departemen Kedokteran Molekuler di Universitas Siena.

Universitas Erasmus tidak membalas permintaan komentar.

Peneliti Italia mengirim tim di Rotterdam 30 sampel biologis mulai Oktober hingga Desember 2019 yang mereka temukan positif, 30 sampel dari periode yang sama mereka diuji negatif, dan 30 sampel dari 2018 negatif.

"Kami mengirim mereka buta, itu berarti rekan kami tidak tahu sampel mana yang positif dan mana yang negatif," kata Apolone.

Montomoli menambahkan, "Mereka memeriksa ulang sampel kami dengan tes komersial, yang jauh lebih sensitif daripada yang kami rancang dan validasikan."

Terlepas dari perbedaan dalam dua metode pendeteksian, kedua ilmuwan Italia menyatakan puas dengan hasil yang dikirimkan kepada mereka di akhir Februari.

Kedua ilmuwan itu tidak dapat berkomentar lebih lanjut sampai tim ilmuwan Italia dan Belanda mempublikasikan temuan mereka.

"Kami tidak mengatakan, dalam penelitian kami bahwa kami dapat menetapkan tanpa keraguan bahwa virus corona, yang kemudian diurutkan di Wuhan, sudah beredar di Italia pada bulan Oktober," kata Montomoli.

Ia mengatakan, pihaknya hanya menemukan respons virusnya, yakni antibodi. "Jadi bisa dikatakan virus corona ini atau yang sangat mirip, mungkin varian yang kurang menular, beredar di sini pada bulan Oktober," katanya menjelaskan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA LAINNYA

Pertemuan G20, Indonesia Dukung Pertanian Afrika Capai Target SDGs

Dukungan untuk Afrika melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas petani dalam meningkatkan produksi pertanian dapat menciptakan ketahanan pangan global.

DUNIA | 17 September 2021

PBB: KTT IKlim Glasgow Berisiko Gagal

Pertemuan kritis tentang perubahan iklim akhir tahun ini di Glasgow, Skotlandia berisiko gagal.

DUNIA | 17 September 2021

INS Akan Perkuat Jejaring Masyarakat Indonesia -Norwegia

Duta Besar RI Oslo, Todung Mulya Lubis meresmikan Indonesia - Norway Society (INS) di Wisma Duta Indonesia, Oslo, Norwegia para Rabu (15/9/2021).

DUNIA | 17 September 2021

Al Qaeda Berkumpul Lagi di Afghanistan setelah Kemenangan Taliban

Kelompok teroris Al Qaeda mungkin berkumpul kembali di Afghanistan yang dikuasai Taliban.

DUNIA | 17 September 2021

Fasilitasi Perdagangan 4 Negara, Asosiasi Benelux-Indonesia Diluncurkan

Benelux-Indonesia atau Benelux-Indonesia Association (BIA) resmi diluncurkan di KBRI Brussel, Belgia pada Rabu (15/9/2021).

DUNIA | 17 September 2021

Pandemi Covid Halangi 77 Juta Anak Bersekolah di 6 Negara

Sekolah untuk hampir 77 juta siswa di enam negara terus ditutup hampir sepenuhnya selama 18 bulan setelah pandemi Covid-19.

DUNIA | 17 September 2021

Iran Akhirnya Validasi Vaksin Covid Johnson & Johnson

Otoritas kesehatan Iran akhirnya memvalidasi vaksin Covid-19 Johnson & Johnson buatan Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 17 September 2021

Oktober, Chile Izinkan Pelancong Asing yang Divaksinasi Covid Lengkap

Chile akan mengizinkan pelancong asing yang telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19 untuk memasuki negara itu mulai 1 Oktober.

DUNIA | 17 September 2021

Perselisihan Internal Taliban Telah Meningkat

Gesekan atau perselisihan internal antara pragmatis dan ideolog dalam kepemimpinan Taliban telah meningkat.

DUNIA | 17 September 2021

Laos Perpanjang Karantina Nasional hingga 30 September

Pemerintah Laos telah memperpanjang karantina nasional saat ini selama 15 hari lagi untuk menahan penyebaran Covid-19 hingga 30 September.

DUNIA | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Vaksinasi Covid-19


# Sonny Tulung


# Ganjil Genap


# KKB



TERKINI
Jenazah Nakes Gabriella yang Tewas di Tangan KKB Diterbangkan ke Jayapura

Jenazah Nakes Gabriella yang Tewas di Tangan KKB Diterbangkan ke Jayapura

NASIONAL | 24 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings