PBB: Pandemi Menjerumuskan 100 Juta Lebih Pekerja dalam Kemiskinan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PBB: Pandemi Menjerumuskan 100 Juta Lebih Pekerja dalam Kemiskinan

Rabu, 2 Juni 2021 | 22:28 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Jenewa, Beritasatu.com - Pandemi telah mendorong lebih dari 100 juta pekerja ke dalam kemiskinan, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (2/6), setelah jam kerja berkurang dan akses ke lapangan pekerjaan berkualitas baik menguap.

Dalam sebuah laporan, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) PBB memperingatkan bahwa krisis pasar tenaga kerja diciptakan oleh pandemi dan isu ini masih jauh dari selesai. Lapangan pekerjaan diperkirakan bangkit kembali ke tingkat pra-pandemi paling cepat pada 2023.

Laporan tahunan ILO tentang Ketenagakerjaan dan Sosial menunjukkan bahwa planet ini akan kekurangan 75 juta pekerjaan di akhir tahun ini dibandingkan jika pandemi tidak terjadi. Angka itu belum termasuk 23 juta pekerjaan yang berkurang pada akhir tahun depan.

"(Covid-19) tidak hanya menjadi krisis kesehatan masyarakat, tetapi juga merupakan krisis ketenagakerjaan dan manusia," Dirjen ILO Guy Ryder mengatakan kepada wartawan, Rabu (2/6/2021).

“Tanpa upaya yang disengaja untuk mempercepat penciptaan lapangan kerja yang layak, serta mendukung anggota masyarakat yang paling rentan, dan pemulihan sektor ekonomi yang paling terpukul, efek yang tersisa dari pandemi bisa (tetap) bersama kita selama bertahun-tahun dalam bentuk hilangnya potensi manusia dan ekonomi, juga kemiskinan yang lebih tinggi dan kesenjangan," jelasnya.

Jam Kerja Dipangkas

Laporan tersebut menunjukkan bahwa pengangguran global diperkirakan mencapai 205 juta orang pada 2022, jauh lebih tinggi dari 187 juta pada 2019.

Tetapi situasinya lebih buruk daripada yang ditunjukkan oleh angka pengangguran resmi.

Banyak orang telah mempertahankan pekerjaan mereka, tetapi dengan jam kerja yang dipotong secara drastis.

Pada 2020, 8,8% jam kerja global hilang dibandingkan dengan kuartal IV-2019, setara dengan 255 juta pekerjaan penuh waktu.

Sementara situasinya telah membaik, jam kerja global masih jauh dari pulih. Dunia akan tetap kekurangan lapangan pekerjaan setara dengan 100 juta pekerjaan penuh waktu pada akhir tahun ini, menurut temuan laporan tersebut.

"Kekurangan lapangan pekerjaan dan jam kerja ini muncul di atas tingkat pengangguran pra-krisis yang terus-menerus tinggi, pemanfaatan tenaga kerja yang kurang, dan kondisi kerja yang buruk," ILO mengatakan.

Sementara lapangan kerja global diperkirakan akan pulih lebih cepat pada paruh kedua 2021, asalkan situasi pandemi secara keseluruhan tidak memburuk, ILO memperingatkan pemulihan akan sangat tidak merata.

Ini, katanya, dikarenakan akses yang tidak merata ke vaksin Covid-19. Sejauh ini, lebih dari 75% dari seluruh suntikan hanya dibagikan ke 10 negara.

Keterbatasan kapasitas sebagian besar negara maju dan negara berkembang untuk mendukung langkah-langkah stimulus fiskal yang kuat juga akan mengambil korban, kata ILO. Pihaknya memperingatkan, kualitas pekerjaan yang baru diciptakan kemungkinan akan memburuk di negara-negara tersebut.

Penurunan lapangan kerja dan jam kerja telah diterjemahkan ke dalam penurunan tajam dalam pendapatan tenaga kerja dan naiknya kemiskinan.

Dibandingkan pada 2019, sebanyak 108 juta lebih pekerja di seluruh dunia dikategorikan miskin atau sangat miskin. Artinya, mereka dan keluarganya hidup dengan kurang dari US$3,20 per orang per hari, studi menunjukkan.

"Angka kemiskinan benar-benar dramatis," kata Ryder, memperingatkan bahwa lima tahun kemajuan menuju pemberantasan kemiskinan di tengah para pekerja belum rampung.

Laporan tersebut menyoroti bagaimana krisis Covid-19 telah memperburuk kesenjangan yang sudah ada sebelumnya dengan pukulan lebih keras terhadap para pekerja rentan.

Bagi kebanyakan dari dua miliar orang yang bekerja di sektor informal, di mana perlindungan sosial umumnya kurang, gangguan kerja terkait pandemi memiliki konsekuensi bencana bagi pendapatan keluarga dan mata pencaharian.

Krisis juga secara tidak proporsional memukul kaum perempuan, yang telah terdorong keluar dari pasar tenaga kerja pada tingkat yang lebih besar daripada laki-laki, bahkan ketika perempuan mengambil lebih banyak beban tambahan untuk merawat anak-anak putus sekolah dan beban lainnya.

Laporan itu memperingatkan, isu tersebut telah menciptakan risiko "tradisionalisasi ulang" peran gender.

Sementara itu, pekerjaan kaum muda turun 8,7% tahun lalu atau dua kali lipat lebih besar dibandingkan level 3,7% untuk pekerja yang lebih tua.

"Konsekuensi dari keterlambatan dan gangguan terhadap pengalaman awal pasar tenaga kerja kaum muda ini dapat bertahan selama bertahun-tahun," ILO melanjutkan.

Untuk memastikan pemulihan ekonomi dan menghindari kerusakan jangka panjang pada pasar tenaga kerja global, Ryder mengatakan, dunia sangat membutuhkan strategi yang komprehensif dan terkoordinasi didukung oleh tindakan dan pendanaan.

"Tidak ada pemulihan nyata tanpa pemulihan pekerjaan yang layak," katanya. (afp/eld)



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Perwakilan Uni Eropa Dukung Solusi 2 Negara untuk Palestina

Uni Eropa setuju dua negara(two-state solution) menjadi jalan keluar untuk masalah Palestina.

DUNIA | 2 Juni 2021

Dubes Heri Akhmadi Beri Penghargaan kepada Penyelamat 20 Nelayan Indonesia

KM Bandar Nelayan 188 mengalami kecelakaan dan tenggelam di Samudra Hindia sekitar 650 mil laut sebelah barat Perth, Australia, 15 Mei lalu.

DUNIA | 2 Juni 2021

Pandemi Covid-19 dan Resesi Meningkatkan Angka Kekerasan di Afrika

Kekerasan massa meningkat 78 persen, sementara lebih dari 90 orang terbunuh oleh pasukan keamanan yang menerapkan aturan pembatasan lockdown.

DUNIA | 2 Juni 2021

Brasil Laporkan Penambahan 2.408 Kasus Kematian Covid-19

Tercatat pula 78.926 infeksi baru Covid-19 sehingga secara keseluruhan mereka yang terinfeksi berjumlah 16.624.480 kasus.

DUNIA | 2 Juni 2021

Bos Mafia "Jagal Manusia" Dibebaskan, ini Contoh Kebengisannya

Brusca mengaku telah membunuh lebih dari 100 orang sehingga dijuluki sebagai "jagal manusia".

DUNIA | 2 Juni 2021

Menlu Minta Uni Eropa Berlaku Adil untuk Kelapa Sawit Indonesia

HRVP Borrell mengakui, salah satu persoalan yang mengemuka dengan Indonesia adalah minyak kelapa sawit.

DUNIA | 2 Juni 2021

Kunjungi Jakarta, Perwakilan Tinggi Uni Eropa Akan Temui Presiden Jokowi

UE adalah mitra dagang ke-3 terbesar di Indonesia dengan nilai US$ 25,5 miliar, serta investor terbesar ke-6 dengan nilai US$ 1,9 miliar.

DUNIA | 2 Juni 2021

Israel Temukan Kemungkinan Keterkaitan Vaksin Covid-19 dan Kasus Peradangan Jantung

Di Israel, 275 kasus miokarditis dilaporkan antara Desember 2020 dan Mei 2021 di antara lebih dari lima juta orang yang divaksinasi.

DUNIA | 2 Juni 2021

Tiongkok Berlakukan Lockdown di 2 Kota di Guangdong

Foshan menjadi kota kedua di Provinsi Guangdong, Tiongkok yang ditutup total atau lockdown setelah Kota Guangzhou.

DUNIA | 2 Juni 2021

Pemerintah Malaysia Khawatir Kasus Harian Covid-19 Tembus 13.000 di Pertengahan Juni

Malaysia melaporkan 7.105 kasus baru Covid-19 pada Selasa kemarin.

DUNIA | 2 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS