Pemerintah Bayangan Myanmar Ajak Rohingya Bergabung Hadapi Junta Militer
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemerintah Bayangan Myanmar Ajak Rohingya Bergabung Hadapi Junta Militer

Jumat, 4 Juni 2021 | 08:55 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

Yangon, Beritasatu.com - Pemerintah bayangan di Myanmar pada Kamis (3/6/2021) mengajak etnis minoritas Rohingya untuk membantunya menggulingkan junta militer. Mereka menjanjikan kewarganegaraan dan repatriasi bagi komunitas Muslim yang teraniaya di Myanmar di masa depan.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintahan pemenang pemilu pimpinan Aung San Suu Kyi dan pemerintah Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dalam kudeta 1 Februari lalu.

Tindakan keras dan brutal terhadap oleh junta terhadap pihak-pihak yang berbeda pandangannya, telah menewaskan lebih dari 800 orang, menurut kelompok pemantau lokal.

Sekelompok anggota parlemen yang digulingkan, kebanyakan dari NLD, membentuk pemerintahan bayangan yang disebut "Pemerintah Persatuan Nasional" atau NUG. Mereka berusaha menyatukan semua pihak anti-kudeta.

Junta telah mengklasifikasikan NUG sebagai teroris, yang berarti siapa pun yang berbicara dengan mereka, termasuk wartawan, dapat dikenai tuduhan di bawah undang-undang kontra-terorisme.

"Kami mengundang Rohingya untuk bergandengan tangan dengan kami dan dengan yang lain untuk berpartisipasi dalam revolusi musim semi ini melawan kediktatoran militer," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

Selama ini etnis Rohingya menjai "kelompok yang dipinggirkan" di Myanmar. Bahkan Pemerintah NLD pimpinan Aung San Suu Kyi telah menghindari istilah Rohingya karena kepekaan di antara kelompok-kelompok etnis di negara mayoritas penganut Buddha tersebut. Merekja menyebut minoritas sebagai "Muslim yang tinggal di Rakhine".

Di Myanmar, etnis Rohingya secara luas dilihat sebagai penyelundup dari Bangladesh dan telah ditolak kewarganegaraannya, haknya, dan akses ke layanan selama beberapa dekade di bawah apa yang disebut Amnesty International sebagai kondisi seperti apartheid.

NUG juga berjanji untuk mengakhiri undang-undang kewarganegaraan 1982 yang mendiskriminasi Rohingya, menjanjikan semua yang lahir di Myanmar atau warga negara Myanmar akan diberikan kewarganegaraan.

Kelompok itu juga menyatakan berkomitmen untuk memulangkan semua Rohingya yang mendekam di kamp-kamp di Bangladesh segera setelah pemulangan dapat dilakukan secara sukarela, aman dan bermartabat.

Lebih dari 740.000 etnis Rohingya melarikan diri melintasi perbatasan ke Bangladesh setelah kampanye militer berdarah pada 2017 yang dikecam PBB sebagai pembersihan etnis.

Militer mengklaim, operasinya dibenarkan untuk membasmi gerilyawan Rohingya menyusul serangkaian serangan mematikan terhadap pos polisi.

Aung San Suu Kyi membela tindakan tentara dan bahkan pergi ke Den Haag untuk membantah tuduhan genosida di pengadilan tinggi PBB.

Lebih dari 600.000 etnis Rohingya sebagian besar tetap berada di negara bagian Rakhine utara tanpa kewarganegaraan, dengan pergeraka terbatas pada kamp atau desa mereka, banyak yang tidak dapat mengakses perawatan medis.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

KTT Iklim Pemuda, Greta Thunberg Tuding Pemimpin Dunia Obral Janji untuk Kurangi Emisi

pemimpin dunia telah "menenggelamkan" generasi masa depan dengan janji kosong untuk mengurangi emisi dan pembiayaan melawan perubahan iklim.

DUNIA | 28 September 2021

AS Beri Peringatan Perjalanan Level 3 untuk Indonesia dan Singapura

Singapura yang kasus Covid-19 meningkat kini ditempatkan di level 3 sebagai negara dengan tingkat tinggi kasus Covid-19 bersama Indonesia.

DUNIA | 28 September 2021

Jumlah Napi Melebihi Kapasitas, Kasus Covid-19 di Penjara Malaysia Capai 51.000 Lebih

Lebih dari 51.000 orang termasuk narapidana, staf penjara dan anggota keluarga mereka telah tertular Covid-19 sejak tahun lalu.

DUNIA | 28 September 2021

India Izinkan Uji Coba Vaksin Novavax untuk Anak 7-11 tahun

India mengizinkan perusahaan Serum Institute untuk melakukan uji coba vaksin Covid-19 buatan AS, Novavax, terhadap anak-anak berusia 7-11 tahun.

DUNIA | 28 September 2021

Bangkok Siaga, 6 Tewas dan 70.000 Rumah Tergenang Banjir di Thailand

Banjir telah menggenangi 70.000 rumah dan menewaskan enam orang di provinsi utara dan tengah negara itu.

DUNIA | 28 September 2021

Hakim AS Bakal Bebaskan Tanpa Syarat Penembak Presiden Ronald Reagan

Hakim AS akan memberikan "pembebasan tanpa syarat" kepada John Hinckley, yang menembak Presiden Ronald Reagan pada 1981.

DUNIA | 28 September 2021

Jepang Tuding Tiongkok, Rusia, dan Korut di Balik Ancaman Siber

Jepang untuk pertama kalinya menuding Tiongkok, Rusia dan Korut sebagai negara yang bertanggung jawab atas ancaman siber terhadap negara tersebut.

DUNIA | 28 September 2021

Ngeri, FBI Sebut Kasus Pembunuhan di AS Naik 30%

Lonjakan tersebut sebagian dipicu oleh kesulitan masyarakat selama pandemi Covid-19.

DUNIA | 28 September 2021

Kebijakan Tiga Garis Merah Tiongkok, Apa Maksudnya?

Pemerintah khawatir industri properti akan kolaps jika para pengembang terus menarik utang dan tidak mampu membayar.

DUNIA | 28 September 2021

Ledakan Gedung di Swedia, 25 Orang dirawat

Sekitar 25 orang dibawa ke rumah sakit setelah ledakan merusak sebuah gedung di Kota Gothenburg, Swedia, pada Selasa (28/9/2021) pagi.

DUNIA | 28 September 2021


TAG POPULER

# Citilink


# PTM


# Piala Sudirman


# Interpelasi Formula E


# Pengobat Alternatif Ditembak



TERKINI
Desakan Dicoret dari APBD, Wagub: Anggaran Formula E Bisa dari Publik, Swasta, atau Sponsor

Desakan Dicoret dari APBD, Wagub: Anggaran Formula E Bisa dari Publik, Swasta, atau Sponsor

MEGAPOLITAN | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings