Tiongkok Bentuk Unit Elite Militer dari Kalangan Nelayan di Laut China Selatan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tiongkok Bentuk Unit Elite Militer dari Kalangan Nelayan di Laut China Selatan

Rabu, 9 Juni 2021 | 22:11 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Tiongkok membentuk unit elite militer dari kalangan nelayan untuk memperkuat klaimnya di Laut China Selatan (LCS). Unit tersebut berada di bawah Milisi Angkatan Bersenjata Tiongkok yang merupakan salah satu dari tiga kekuatan maritim Tiongkok.

Profesor strategi di US Naval War College (NWC)’s China Maritime Studies Institute (CMSI), Andrew Erickson, mengatakan milisi maritim Tiongkok menjadi kekuatan militer yang paling dikhawatirkan di LCS. Dua kekuatan maritim lainnya adalah angkatan laut Tiongkok di bawah Tentara Pembebasan Tiongkok dan penjaga pantai (coast guard) di bawah Polisi Bersenjata Tiongkok.

“Mayoritas unit elit dalam milisi maritim sebenarnya anggota milisi paruh waktu. Mereka memiliki pekerjaan normal, sebagian besar nelayan. Namun, mereka dilengkapi fasilitas-fasilitas tertentu dan selalu siap diaktifkan jika perlu diterjunkan,” kata Erickson dalam webinar bertema “Penilaian Ancaman Kebijakan LCS oleh Tiongkok” yang digelar oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Erickson mengatakan milisi militer mempunyai kapal dalam jumlah besar. Ditambah, dari semua negara maritim di dunia, hanya Tiongkok dan Vietnam yang membentuk milisi maritim. Tapi, Vietnam tidak pernah menerjunkan dan mengaktifkan milisi maritimnya.

“Dari kajian kolega saya (Ryan D Martinson), ada frasa atau istilah pemerintah Tiongkok yaitu backbone vessel, yaitu armada kapal yang menjadi tulang punggung. Kami yakin, istilah ini merujuk kepada milisi maritim,” kata Erickson.

Erickson menjelaskan pemerintah Tiongkok membentuk gugus tugas lagi, yang dinamakan unit elite, di bawah milisi maritim tersebut. Unit elite bekerja penuh waktu (full time) dan permanen. “Mereka lebih dimiliterisasi, pusatnya berada di kota Sansha,” ujarnya.

Dia menambahkan kapal-kapal ikan Tiongkok mendapatkan subsidi penuh dan insentif dari pemerintah untuk aktivitas yang dilakukan di wilayah sengketa LCS. “Dari hasil pengamatan kami menunjukkan bahwa mereka (unit elite) memiliki pola operasi sistematis, yang rapi, misalnya ada jadwal rotasi tertentu dari unit milisi maritim yang berada di Sansha ini,” kata Erickson.

Dia menyebut unit elite berotasi setiap 45-90 hari sekali di pos-pos terluar (outpost) dari tempat asal mereka di kota Sansha.

“Kami juga berhasil mendokumentasikan ketika milisi maritim di Sansha diterjunkan oleh pemerintah Tiongkok, terutama terkait insiden baru-baru ini dengan Filipina,” ujar Erickson.

Menurutnya, pihak pemerintah Filipina juga mengeluarkan foto-foto resmi yang memperlihatkan nomor lambung kapal dan lambang kapal dari milisi maritim Tiongkok tersebut.

LCS menjadi perebutan banyak negara karena merupakan kawasan strategis di mana sepertiga pelayaran maritim dunia melewati perairan itu dengan nilai perdagangan setiap tahun lebih dari US$ 3 triliun (Rp 42.794 triliun). Meskipun AS bukan negara pengklaim, tapi memiliki kepentingan besar di perairan itu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Setelah Diprotes India, Inggris Setujui Vaksin Covid-19 Covishield

Setelah diprotes India, Inggris mengklarifikasi Covishield versi vaksin AstraZeneca buatan India adalah vaksin yang disetujui

DUNIA | 23 September 2021

Khawatir Lonjakan Kasus Saat Liburan, Korsel Minta Tes Covid-19 Diperbanyak

Korsel memperingatkan orang-orang yang kembali dari liburan untuk melakukan tes Covid-19, sebelum mereka kembali masuk kerja.

DUNIA | 23 September 2021

Tiongkok Temukan Kembali Kasus Flu Burung Varian H5N6 pada Manusia

Tiongkok mendapati lagi satu kasus flu burung varian H5N6 pada seorang warga di Kota Dongguan, Provinsi Guangdong.

DUNIA | 23 September 2021

Facebook Diperintahkan Buka Catatan Akun Terkait Kekerasan Anti-Rohingya

Hakim memerintahkan Facebook untuk merilis catatan akun terkait kekerasan anti-Rohingya di Myanmar yang ditutup raksasa media sosial itu.

DUNIA | 23 September 2021

PBB Kucurkan Dana untuk Sistem Kesehatan Afghanistan

PBB mengeluarkan dana darurat pada Rabu (22/9/2021) untuk membantu mencegah sistem perawatan kesehatan Afghanistan yang rusak agar tidak runtuh.

DUNIA | 23 September 2021

Indonesia Ajak G-20 Bantu Atasi Krisis Kemanusiaan di Afghanistan

Menlu Retno menegaskan, semua bantuan internasional harus menyasar rakyat Afghanistan yang memerlukan.

DUNIA | 23 September 2021

Jepang Gandakan Bantuan Vaksin Covid-19 ke Negara Lain

Pemerintah Jepang berencana memberikan 60 juta dosis vaksin Covid-19 kepada sejumlah negara lain, kata Perdana Menteri Yoshihide Suga.

DUNIA | 23 September 2021

Penentang Vaksin, Presiden Brasil Jalani Isolasi Covid-19 Usai Sidang PBB

Bolsonaro, yang tidak percaya pada vaksin, menentang aturan PBB yang mengharuskan semua tamu undangan disuntik vaksin.

DUNIA | 23 September 2021

Rumah Warga Dibakar, Tentara Junta Disebut Tembak Mati Pendeta yang Coba Padamkan Api

Laporan portal berita Myanmar Now menyebutkan, tentara junta menembak mati seorang pendeta Kristen yang mencoba memadamkan api.

DUNIA | 23 September 2021

AS Janji Sumbangkan 500 juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Negara Lain

AS pada Rabu (22/9/2021) berjanji untuk membeli lagi 500 juta dosis vaksin Covid-19 untuk disumbangkan ke negara lain.

DUNIA | 23 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Tukul Arwana


# Hari Libur Nasional 2022


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman



TERKINI
Inovasi Penyelengaraan Pemilu 2024 Terkendala Regulasi

Inovasi Penyelengaraan Pemilu 2024 Terkendala Regulasi

POLITIK | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings