Respon Indonesia Belum Cukup untuk Hadapi Tiongkok di Natuna Utara
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Respon Indonesia Belum Cukup untuk Hadapi Tiongkok di Natuna Utara

Rabu, 9 Juni 2021 | 22:15 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti senior dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Evan Laksmana, mengatakan respon Indonesia belum cukup untuk menghadapi Tiongkok dalam konflik di Laut Natuna Utara. Indonesia sejauh ini mengambil 3 kebijakan utama yang hanya bisa meredakan situasi krisis, tapi tidak menyelesaikan masalah sesungguhnya.

“Respon Indonesia hanya cukup untuk konsumsi dalam negeri saja, tapi tidak mencukupi untuk permasalahan lebih besar di Laut Natuna Utara,” kata Evan dalam webinar bertema “Penilaian Ancaman Kebijakan Tiongkok di Laut China Selatan (LCS)” yang digelar oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Menurut Evan, masalah di Laut Natuna Utara adalah pemerintah Tiongkok menganggap sebagian dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia berada di wilayah yang diklaimnya sebagai area pencarian ikan. Namun, Indonesia menolak klaim Tiongkok atas sebagian besar ZEE tersebut. Artinya, berdasarkan Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS), perselisihan Indonesia hanya dengan Vietnam dan Malaysia.

“Oleh karena itu, Indonesia menganggap bahwa penyusupan yang dilakukan pemerintah Tiongkoksebagai masalah hukum maritim dan bukan perselisihan Laut China Selatan,” kata Evan.

Evan mengatakan 3 kebijakan Indonesia dalam perselisihan di Laut Natuna Utara adalah pertama, patroli maritim dan penyampaian nota protes diplomatik kepada pemerintah Tiongkok. Menurutnya, pemerintah ingin semua tercatat bahwa mereka keberatan atas perilaku dan interpretasi Tiongkok di Laut Natuna Utara.

“Dalam hukum maritim internasional, ini disebut kaidah keberatan secara tetap,” kata Evan.

Kedua, Indonesia melakukan pendekatan militer dengan mengirimkan pasukan dan aset-aset militer ke Natuna Utara. Evan mengatakan secara teoritis, pendekatan itu hanya menguntungkan konsumsi dalam negeri saja, bahkan bisa disalahtafsirkan Tongkok sebagai respon berlebihan.

Ketiga, Indonesia mengirimkan nelayan ke Laut Natuna Utara. Logikanya, semakin banyak nelayan Indonesia yang melakukan kegiatan mencari ikan di ZEE Indonesia atau Laut Natuna Utara bertujuan menunjukkan klaim Indonesia atas wilayah itu.

“Permasalahan yang ditimbulkan dari para pencari ikan, nelayan di Jawa ini justru membuat populasi nelayan di area tersebut semakin ramai, justru menyudutkan nelayan lokal di Natuna,” kata Evan.

Evan mengatakan pemerintah Indonesia seharusnya bisa melakukan dan mengembangkan kebijakan baru dan memperluas perangkat kebijakannya. Di sisi lain, pemerintah harus membuat keseragaman tujuan dari institusi pemerintahannya sehingga bisa mencapai maksud dan tujuan lebih realistis.

“Tujuan lebih realistis akan bisa mencegah masuknya penyusup, atau menyusupnya Tiongkok ke Laut Natuna Utara dan aktivitas pencarian ikan di sana,” kata Evan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Akhir September, India Akan Buka Kembali Pariwisata Mancanegara

India berencana untuk membuka kembali pariwisata mancanegara pada akhir September setelah penangguhan akibat pandemi Covid-19.

DUNIA | 20 September 2021

Citra Satelit Buktikan Korut Perluas Fasilitas Nuklir

Citra satelit menunjukkan Korea Utara (Korut) memperluas fasilitas nuklir Yongbyon.

DUNIA | 20 September 2021

Prancis Tuduh Australia Berbohong Soal Kesepakatan Kapal Selam

Prancis menuduh sekutu lama Australia dan AS berbohong atas pakta keamanan sehingga pemerintah Australia membatalkan kontrak untuk membeli kapal selam Prancis

DUNIA | 20 September 2021

Taliban Perintahkan Karyawati Pemkot Kabul Tinggal di Rumah

Taliban memerintahkan karyawati di pemerintah kota Kabul, Afghanistan untuk tinggal di rumah.

DUNIA | 20 September 2021

Malaysia Akan Beri Vaksin Penguat Covid-19

Otoritas Malaysia akan memberikan vaksin penguat Covid-19 pada orang-orang yang berisiko tinggi termasuk garda depan perawatan kesehatan dan orang tua

DUNIA | 20 September 2021

Studi: Tinggi Badan Orang Belanda Mulai Menyusut

Statistik juga menemukan perubahan pola makan yang buruk membuat orang-orang Belanda setidaknya 1 cm lebih pendek dari generasi sebelumnya

DUNIA | 20 September 2021

Gunung Berapi Pulau Canary Meletus, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung berapi Pulau Canary, Spanyol meletus, mengirimkan aliran lahar ke desa-desa

DUNIA | 20 September 2021

Kenya Dapat Sumbangan Vaksin Covid-19 dari Tiongkok

Pejabat senior pemerintah Kenya menerima sejumlah dosis vaksin Covid-19 Sinopharm dari Tiongkok

DUNIA | 20 September 2021

Petinju Manny Pacquiao Akan Maju Jadi Capres Filipina 2022

Petinju Filipina yang beralih menjadi politisi Manny Pacquiao mengumumkan pada Minggu (19/9/2021) bahwa ia akan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2022.

DUNIA | 20 September 2021

Sekjen PBB: Dunia Menuju Bencana Pemanasan 2,7 Derajat Celsius

Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan, kegagalan untuk mengurangi emisi global membuat dunia berada pada jalur bencana menuju pemanasan 2,7 derajat Celsius

DUNIA | 20 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Napoleon Bonaparte


# Mourinho


# Manchester United


# KKB



TERKINI
BNPT Silaturahmi Kebangsaan ke Suku Badui

BNPT Silaturahmi Kebangsaan ke Suku Badui

NASIONAL | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings