Kuba Tangguhkan Deposito Bank Tunai dalam Dolar
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kuba Tangguhkan Deposito Bank Tunai dalam Dolar

Jumat, 11 Juni 2021 | 14:23 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Havana, Beritasatu.com- Kuba menyatakan pada Kamis (10/6/2021) untuk sementara waktu akan berhenti menerima deposito bank tunai dalam dolar. Kuba menyalahkan kebijakan itu sebagai dampak sanksi Amerika Serikat (AS).

Seperti dilaporkan Reuters, Kuba beralasan sanksi yang lebih ketat dari AS telah membatasi kemampuannya untuk menggunakan dolar di luar negeri, meskipun masih akan menerima transfer.

Langkah itu dilakukan tak lama sebelum pemerintah akan menyampaikan resolusi tahunannya untuk mengakhiri embargo perdagangan AS yang telah berlangsung puluhan tahun terhadap negara komunis itu di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Beberapa orang Kuba dan analis berspekulasi kebijakan itu adalah upaya untuk mengendalikan harga pasar gelap dolar. Nilai dolar telah meningkat menjadi lebih dari dua kali nilai tukar resmi sejak negara yang bergantung pada impor mulai membuka toko yang menjual dalam mata uang keras dan berhenti menjual dolar karena krisis uang tunai.

Pemegang rekening bank Kuba akan memiliki waktu hingga 21 Juni untuk menyetor dolar sebelum penangguhan berlaku.

"Semakin sulit bagi Kuba untuk menemukan perbankan internasional atau lembaga pembiayaan yang bersedia menerima, mengubah atau memproses mata uang AS secara tunai," kata Bank Sentral Kuba dalam satu pernyataan yang dibagikan oleh media yang dikelola pemerintah.

Bank sentral Kuba menambahkan bahwa tindakan itu tidak akan memengaruhi operasi yang dilakukan dengan transfer atau deposito dalam mata uang lain yang dapat dikonversi secara bebas dan diterima di Kuba.

"Lebih dari 20 bank telah berhenti memproses transaksi yang melibatkan Kuba sejak mantan presiden Donald Trump memperketat sanksi AS terhadap negara pulau itu," kata Wakil Presiden Bank Sentral Yamile Berra Cires dalam diskusi meja bundar di televisi pemerintah.

Selama bertahun-tahun, Kuba mengenakan pajak 10% atas dolar, dengan alasan betapa sulitnya bagi pemerintah untuk menggunakannya karena embargo AS. Tapi Kuba mencabut pajak itu tahun lalu karena membuka lebih banyak toko yang menjual uang tunai daripada dalam mata uang lokal.

Presiden AS Joe Biden, seorang Demokrat, bersumpah selama kampanyenya untuk membalikkan beberapa langkah Kuba dari Partai Republik yang "telah merugikan rakyat Kuba dan tidak melakukan apa pun untuk memajukan demokrasi dan hak asasi manusia".



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Inggris dan AS Sepakat Buka Kembali Akses Perjalanan

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden AS Joe Biden pada Kamis sepakat untuk melanjutkan akses perjalanan antara kedua negara.

DUNIA | 11 Juni 2021

Nama Anak Kedua Pangeran Harry-Meghan Dipermasalahkan

Oleh BBC Pangeran Harry dan Meghan Markle dikabarkan belum meminta izin kepada Ratu Elizabeth soal nama anak mereka.

DUNIA | 11 Juni 2021

2020 Jadi Tahun Mematikan dalam Sejarah AS

2020 adalah tahun paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat, terutama karena Covid-19

DUNIA | 11 Juni 2021

Akibat Covid-19, Anak Yatim Piatu di India Hadapi Trauma dan Ancaman Perdagangan Manusia

Anak-anak di India yang kehilangan orang tua akibat pandemi Covid-19 kini menghadapi trauma dan ancaman risiko perdagangan manusia.

DUNIA | 11 Juni 2021

Biden dan Johnson Tandatangani Piagam Atlantik Baru

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah memperbarui Piagam Atlantik era Perang Dunia II.

DUNIA | 11 Juni 2021

AS Tawarkan Hadiah Rp 42,6 Miliar untuk Informasi Soal Serangan Irak

Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah hingga US$ 3 juta atau Rp 42,6 miliar untuk informasi tentang serangan terhadap w

DUNIA | 11 Juni 2021

Jerman Luncurkan Sertifikat Digital Vaksinasi Covid-19 Uni Eropa

Jerman meluncurkan kartu vaksinasi digital Covid-19 yang dapat digunakan di seluruh Eropa saat benua itu bersiap untuk musim perjalanan musim panas

DUNIA | 11 Juni 2021

Tiongkok Tambah Dukungan untuk Tentara Myanmar

Tiongkok memperkuat dukungan untuk rezim Myanmar yang telah menghadapi beberapa putaran sanksi dari Amerika Serikat (AS) dan sekutu Baratnya

DUNIA | 11 Juni 2021

Afrika Selatan Masuk Gelombang Covid-19 Ketiga

Afrika Selatan, secara teknis statistik, memasuki gelombang ketiga Covid-19 pada Kamis (10/6/2021).

DUNIA | 11 Juni 2021

Penampar Presiden Macron Diganjar 4 Bulan Penjara

Pengadilan Prancis telah menjatuhkan vonis pada Damien Tarel, pria yang menampar Presiden Emmanuel Macron. dengan hukuman 4 bulan penjara.

DUNIA | 11 Juni 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS