Kim Jong Un Akui Kesulitan Situasi Pangan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kim Jong Un Akui Kesulitan Situasi Pangan

Rabu, 16 Juni 2021 | 23:22 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Seoul, Beritasatu.com - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un pada Rabu (16/6/2021) memperingatkan tentang kemungkinan kekurangan pangan dan mendesak agar negara tersebut bersiap untuk perpanjangan pembatasan Covid-19.

Hal ini disampaikan ketika Kim membuka konferensi besar politik yang membahas upaya nasional untuk menyelamatkan ekonomi yang rusak.

Kantor Berita Pusat Korut juga mengatakan bahwa Kim menyerukan diskusi tentang bagaimana negara harus berurusan dengan "situasi internasional saat ini". Namun laporan tersebut tidak menyebutkan secara spesifik komentar dari Kim tentang Amerika Serikat (AS) atau Korea Selatan (Korsel).

Pada rapat pleno komite pusat Partai Buruh Korea yang berkuasa, Kim mengatakan ekonomi meningkat tahun ini dengan produksi industri tumbuh 25% dari tahun sebelumnya, agensi berita resmi negara KCNA melaporkan pada Rabu.

Tetapi ada "serangkaian penyimpangan" karena sejumlah tantangan, tambah pemimpin Korut itu.

"Situasi pangan masyarakat kini semakin mencekam karena sektor pertanian gagal memenuhi rencana produksi gandumnya karena kerusakan akibat topan tahun lalu," kata Kim, Rabu (16/6/2021).

Serangkaian topan musim panas lalu memicu banjir yang menghancurkan ribuan rumah dan menggenangi lahan pertanian.

Pernyataan Kim membunyikan alarm di negara yang mengalami kelaparan nasional pada 1990-an, di mana ratusan ribu orang meninggal, setelah jatuhnya Uni Soviet yang meninggalkannya tanpa dukungan penting.

Kim menyerukan langkah-langkah untuk meminimalkan dampak bencana alam seperti itu, dengan mengatakan bahwa memastikan panen yang baik adalah "prioritas utama".

Ekonomi Korut telah memburuk di tengah penutupan perbatasan akibat pandemi, yang menghambat perdagangan dengan Tiongkok, sementara topan dan banjir yang menghancurkan musim panas lalu telah menghancurkan tanaman.

Pemantau yang menilai situasi di Korut belum melihat tanda-tanda kelaparan massal atau ketidakstabilan besar. Tetapi beberapa analis mengatakan kondisi dapat semakin buruk yang melemahkan pangan dan pasar, sehingga memicu kepanikan publik.

Institut Pengembangan Korea, lembaga pemikir pemerintah Korsel, mengatakan bulan lalu Utara bisa menghadapi kekurangan pangan sekitar 1 juta ton tahun ini.

Selama rapat pleno Komite Sentral Partai Buruh yang berkuasa yang dibuka Selasa (15/6), Kim mendesak pejabat menemukan cara untuk meningkatkan produksi pertanian, mengatakan situasi pangan negara itu "sekarang semakin tegang".

Negara miskin, yang berada di bawah serangkaian sanksi internasional atas program senjata nuklir dan rudal balistik, telah lama berjuang untuk memberi makan dirinya sendiri, menderita kekurangan makanan kronis.

Tahun lalu pandemi virus corona, berikut serangkaian badai musim panas dan banjir menambah lebih banyak tekanan pada ekonomi yang lesu.

Kekurangan Infrastruktur

Pertemuan partai itu juga membahas "sifat berkepanjangan" dari pandemi virus corona, KCNA melaporkan.

Pemerintah Korut memiliki infrastruktur medis yang buruk dan kekurangan obat-obatan yang kronis. Para analis mengatakan, wabah virus corona akan mendatangkan malapetaka di negara yang terisolasi.

Negara tersebut memberlakukan penguncian ketat ketika menutup perbatasannya pada Januari tahun lalu untuk menghentikan virus menyebar dari negara tetangga Tiongkok, tempat pertama kali muncul sebelum melanda dunia.

Pemerintah telah lama bersikeras bahwa tidak ada kasus virus, tetapi pihaknya telah membayar harga ekonomi yang besar untuk blokade. Sementara itu, para analis internasional meragukan klaim bebas virus dari pemerintah.

Perdagangan dengan Tiongkok, jalur kehidupan ekonomi Korut, melambat sementara semua bantuan internasional menghadapi pembatasan yang ketat.

Dampak pandemi telah "kemungkinan besar memperburuk" situasi kemanusiaan di Utara, dengan sekitar 10,6 juta orang membutuhkan, juru bicara Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan.

Dalam pengakuan lain tentang kesulitan negaranya, Kim pada April mengatakan kepada warganya untuk bersiap untuk situasi terburuk.

KCNA mengatakan Kim juga “menetapkan tugas-tugas bagi negara untuk mempertahankan negara anti-epidemi yang sempurna”, menyarankan Korut akan memperpanjang penguncian pandemi meskipun ada tekanan pada ekonomi.

Sementara laporan itu pendek secara spesifik, pertemuan partai memberikan lebih banyak petunjuk tentang seberapa serius kekurangan pangan dan barang konsumen di Korut, kata Leif-Eric Easley, profesor studi internasional di Universitas Ewha, Seoul.

“Pembatasan perbatasan pandemi yang diperpanjang berdampak pada ekonomi karena indikator harga dan nilai tukar tampaknya memburuk,” katanya.

Laporan itu mengatakan pertemuan Komite Sentral akan berlanjut tetapi tidak ditentukan sampai kapan.

Korut mengadakan kongres pertama partai berkuasa dalam lima tahun pada Januari, ketika membahas rencana pembangunan lima tahun ke depan. Pada pertemuan itu, Kim mendesak negaranya untuk tangguh dalam perjuangan kemandirian ekonomi.

Ia juga menegaskan kembali kontrol negara yang lebih besar atas ekonomi, meningkatkan produksi pertanian, serta memprioritaskan pengembangan industri kimia dan logam.

Para ahli mengatakan sektor-sektor itu sangat penting untuk merevitalisasi produksi industri yang telah dilemahkan oleh sanksi dan penangguhan impor bahan pabrik di tengah pandemi. (afp/sumber lain/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Gempa Kuat Guncang Pulau Kreta, 2 Orang Terjebak di Bangunan Rusak

Gempa kuat magnitudo (M) 5,8 mengguncang pulau Kreta di Yunani selatan pada Senin (27/9/2021), kata Institut Geodinamika Athena.

DUNIA | 27 September 2021

Bantuan dari Qatar, Rekonstruksi Rumah Hancur di Gaza Dimulai Oktober

Rekonstruksi rumah yang hancur atau rusak akibat pertempuran sengit antara Israel dan Palestina pada Mei akan dimulai minggu pertama Oktober.

DUNIA | 27 September 2021

Sistem Radarnya Dihancurkan AS, Bandara Kabul Kini Siap Beroperasi Kembali

Pasukan AS menghancurkan peralatan serta sistem radar di fasilitas tersebut sebelum angkat kaki dari negara itu.

DUNIA | 27 September 2021

Internet Padam di Daerah Konflik, Junta Myanmar Tuding Kelompok Pejuang Penyebabnya

Junta militer Myanmar membantah kabar yang menyebutkan, mereka mematikan koneksi internet di daerah-daerah yang dilanda konflik.

DUNIA | 27 September 2021

Buka Kembali Aktivitas Ekonomi, New South Wales Siapkan Buku Panduan

Pemerintah Negara Bagian New South Wales di Australia akan mengeluarkan buku panduan pada Senin untuk membuka kembali aktivitas perekonomian.

DUNIA | 27 September 2021

SPD Diproyeksi Menang di Pemilu Jerman, Biden: Mereka solid

SPD Jerman diproyeksikan menang tipis pada pemilu nasional hari Minggu.

DUNIA | 27 September 2021

SPD Diproyeksi Menang Tipis di Pemilu Jerman, Olaf Scholz Bakal Jadi Kanselir

Olaf Scholz bakal jadi kanselir dari SPD keempat pascaperang setelah Willy Brandt, Helmut Schmidt dan Gerhard Schroeder.

DUNIA | 27 September 2021

Ada 17 Teroris di Kalangan Menteri, Mustahil Pemerintah Taliban Dapat Pengakuan

Pengakuan terhadap pemerintahan Taliban mustahil, sebab terdapat 17 teroris di kalangan menteri dan hak asasi kaum perempuan masih dilanggar.

DUNIA | 27 September 2021

Gempa M 5,7 Guncang Pulau Utama di Filipina

Gempa kuat melanda pulau utama Filipina pada Senin (27/9/2021), tetapi belum ada laporan kerusakan segera, kata Survei Geologi AS (USGS).

DUNIA | 27 September 2021

6 Hari Berturut-turut Kasus Baru Covid-19 Singapura di Atas 1.000

Singapura melaporkan rekor 1.939 kasus baru Covid-19 pada Minggu malam.

DUNIA | 27 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Lionel Messi


# Kebakaran Lapas Tangerang


# SUN



TERKINI
Habib Luthfi: Indonesia Raya Bukan Sekadar Lagu, tetapi Ikrar

Habib Luthfi: Indonesia Raya Bukan Sekadar Lagu, tetapi Ikrar

NASIONAL | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings