Pasar Asia Terkoreksi Menunggu Hasil The Fed
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pasar Asia Terkoreksi Menunggu Hasil The Fed

Kamis, 17 Juni 2021 | 09:29 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Washington, Beritasatu.com - Pasar sebagian besar terkoreksi di Asia pada perdagangan Rabu (16/6/2021), menyusul petunjuk hangat dari Wall Street. Pembacaan mengenai inflasi menimbulkan kekhawatiran investor, tepat ketika Federal Reserve System (The Fed) memulai pertemuan kebijakan.

Investor tetap bersikap hati-hati menjelang pertemuan pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) yang diawasi ketat. Sementara The Fed tengah mendiskusikan rencana untuk kebijakan longgar dalam menghadapi pemulihan ekonomi dari keruntuhan akibat virus corona tahun lalu.

Sumbangan The Fed dan pengeluaran pemerintah yang besar telah menjadi kunci untuk memacu rebound dan lebih dari satu tahun reli ekuitas. Ditambah dengan peluncuran vaksin dan pelonggaran tindakan pembatasan.

Tetapi ada kekhawatiran bahwa dukungan tersebut, termasuk pembelian obligasi Fed yang besar dan rekor suku bunga rendah, akan terbukti menjadi pedang bermata dua. Pasalnya, ada kemungkinan harga melonjak dan ekonomi terlalu panas, yang menyebabkan kenaikan tajam dalam biaya pinjaman.

Pejabat bank secara konsisten berusaha untuk meyakinkan pasar bahwa lonjakan inflasi, yang telah diperkirakan, akan berlangsung sementara. Selain itu, kebijakan moneter akan tetap akomodatif selama perekonomian membutuhkannya.

Namun investor tetap skeptis, terutama setelah kumpulan data AS terbaru, yang menunjukkan indeks harga produsen (PPI) mencapai 6,6% pada Mei, di atas perkiraan dan di level tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2010.

Hal ini memicu kekhawatiran kenaikan terjadi menyeluruh. Penjualan ritel turun lebih dari perkiraan, menunjuk pemulihan yang akan terhambat.

Pembacaan Selasa (15/6) muncul hanya beberapa hari setelah indeks harga konsumen (CPI) mencapai level tertinggi 13 tahun.

Tidak Ada Perubahan

The Fed diperkirakan tidak akan mengumumkan perubahan apa pun ketika mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari pada Rabu, tetapi dapat menawarkan jaminan bahwa pihaknya mengawasi kenaikan harga.

Para bankir sentral Amerika Serikat (AS) telah menjelaskan pihaknya tidak akan mengubah kebijakan moneter sampai mereka melihat tanda-tanda bahwa lapangan kerja dan inflasi telah pulih dari kerusakan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat pandemi Covid-19.

Tetapi waktu itu mungkin mendekat lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya, di tengah percepatan pembukaan kembali ekonomi terbesar di dunia tersebut, didorong oleh vaksinasi yang meluas dan bantuan pemerintah dalam jumlah besar.

The Fed memangkas suku bunga pinjaman acuan menjadi nol pada Maret 2020 dan telah membeli US$ 120 miliar per bulan dalam bentuk obligasi untuk menyediakan likuiditas guna mendukung perekonomian.

Tetapi kenaikan harga telah memicu kekhawatiran bahwa pembuat kebijakan harus menarik kembali stimulus itu lebih awal atau lebih cepat dari yang diperkirakan. Ini kemudian dapat mengerem rebound ekonomi, yang akan merusak agenda kebijakan Presiden AS Joe Biden.

Angka pengangguran AS telah turun, tetapi tetap di angka 5,8% pada Mei. Sementara harga konsumen dan produsen melonjak, masing-masing menjadi 5,0% dan 6,6%.

Gubernur The Fed Jerome Powell telah menyampaikan pesan bahwa lonjakan harga sebagian besar bersifat sementara. Dalam konferensi pers ia kemungkinan akan mengulangi sikap itu, bahkan sambil menekankan bank sentral tetap waspada dan akan bertindak jika diperlukan untuk menahan inflasi.

Namun demikian, beberapa ekonom dan analis telah membunyikan alarm waspada.

"Jika kebijakan moneter The Fed benar-benar bergantung pada data, seperti yang dikatakan The Fed, ia akan mengakui bahwa risiko kenaikan inflasi yang terus-menerus telah meningkat. Dan jalur kebijakan yang bijaksana adalah bergerak untuk mengumumkan bahwa pihaknya akan mulai mengurangi atau taper (pembelian aset)," kata Mickey Levy dari Berenberg Capital Markets, Rabu (16/6).

Prakiraan Baru

Anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pembuat kebijakan The Fed akan menawarkan pembaruan proyeksi ekonomi. Hasil ini diharapkan mencerminkan kenaikan inflasi dan pertumbuhan yang lebih kuat, sekaligus akan memajukan tanggal kenaikan pertama suku bunga utama yang diharapkan, mungkin segera setelah 2023.

Langkah pertama adalah pengurangan program pembelian obligasi besar-besaran. Powell dapat memberi sinyal bahwa para pejabat bank sentral akan segera mulai setidaknya berbicara tentang waktu yang tepat, meskipun sebagian besar memperkirakan rencana sebenarnya akan muncul Agustus mendatang.

Krishna Guha dari Evercore ISI mengatakan rencana The Fed berhasil dan sebagian besar pasar menerima kenaikan harga sebesar itu bersifat sementara, memberi mereka waktu untuk bereaksi.

"(Namun) kesabaran bukanlah imobilitas," kata Guha dalam sebuah analisis. FOMC dinilai ingin bergerak secara metodis, memulai diskusi yang mengerucut sekarang untuk perubahan yang diterapkan pada akhir tahun atau awal 2022.

"(Itu) memberi FOMC opsi untuk mempercepat garis waktu jika diperlukan untuk mengamankan ekspektasi inflasi terhadap kejutan terbalik serial," imbuhnya. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KTT AS-Rusia, Biden Deskripsikan Putin sebagai “Musuh yang Layak”

Putin memuji Biden sebagal seorang “politisi yang berpengalaman”.

DUNIA | 17 Juni 2021

Polisi Hong Kong Gerebek Surat Kabar Apple Daily, 5 Ditangkap

Ini sudah kedua kalinya penggerebekan dilakukan di kantor Apple Daily dalam setahun.

DUNIA | 17 Juni 2021

Vaksin Covid-19 Curevac Hanya Efektif 47 Persen di Uji Coba Fase Akhir

Versi asli Covid-19 yang muncul di Kota Wuhan, Tiongkok pada akhir 2019 "hampir sama sekali tidak ada" dalam uji coba sejauh ini.

DUNIA | 17 Juni 2021

Kim Jong Un Akui Kesulitan Situasi Pangan

Kim Jong Un peringatkan tentang kemungkinan kekurangan pangan dan mendesak agar negara tersebut bersiap untuk perpanjangan pembatasan Covid-19.

DUNIA | 16 Juni 2021

India Buka Kembali Taj Mahal untuk Umum

Hanya 650 wisatawan yang diizinkan masuk ke dalam bangunan Taj Mahal kapan saja, kata Prabhu Singh, Hakim Distrik Agra.

DUNIA | 16 Juni 2021

Rekor Baru, 28 Pesawat Militer Tiongkok Melintas Dekat Taiwan

Armada Tiongkok yang terlihat termasuk 14 pesawat J-16, enam J-11, empat bomber H-6 yang mampu membawa senjata nuklir.

DUNIA | 16 Juni 2021

Bom Mobil Meledak di Pangkalan Militer Kolombia, 36 Terluka

Jumlah korban cedera bisa saja lebih tinggi tetapi sebagian besar personel berada dalam isolasi pencegahan karena Covid-19, kata seorang pejabat tinggi.

DUNIA | 16 Juni 2021

Kasus Kematian Covid-19 di AS Capai Angka 600.000

Pada seminggu yang lalu, AS rata-rata menyuntikan 1 juta vaksin per hari, turun dari rata-rata sekitar 3,3 juta per hari pada pertengahan April.

DUNIA | 16 Juni 2021

Israel Balas Peluncuran Balon Api Hamas dengan Serangan Udara

Peluncuran balon api itu menimbulkan sejumlah titik kebakaran di lapangan di Israel selatan.

DUNIA | 16 Juni 2021

Hamas: Israel Gempur Kamp Palestina di Gaza

Hamas mengancam akan bereaksi menanggapi pawai bendera Israel pada Selasa melalui Yerusalem Timur.

DUNIA | 16 Juni 2021


TAG POPULER

# Ahmad Riza Patria


# Vaksin Pfizer


# Vaksin Nusantara


# Greysia Polii


# Lion Air



TERKINI

Indonesia Kembali Terima 3,5 Juta Vaksin Moderna dari Amerika

KESEHATAN | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS